Terbit: 22 Januari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Arimidex obat apa? Arimidex adalah obat dari golongan anastrozole yang fungsinya adalah untuk mengobati penyakit kanker payudara pada wanita yang sudah dalam periode menopause. Umumnya, obat ini diberikan ketika penderita kanker payudara tidak bisa lagi diobati dengan obat kanker payudara lainnya yakni Tamoxifen.

Arimidex: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Arimidex

Nama obat Arimidex
Diproduksi oleh AstraZeneca
Golongan obat Anastrozole
Kategori obat Obat resep
Manfaat obat Mengobati kanker payudara
Sediaan obat Tablet

Cara Kerja Obat Arimidex

Cara kerja obat Arimidex hingga bisa membantu mengobati penyakit kanker khususnya kanker payudara bisa dilihat dari golongan obat ini yaitu anastrazole.

Sebagaimana obat kanker payudara pada umumnya, anastrazole memiliki mekanisme kerja yakni menghambat aktivitas produksi hormon estrogen. Dengan mekanisme kerja seperti ini, pertumbuhan sel kanker payudara dapat diminimalisir. Pasalnya, sel kanker membutuhkan peran hormon estrogen untuk menunjang perkembangannya.

Manfaat Obat Arimidex

Manfaat obat Arimidex yang paling utama adalah untuk mengobati penyakit kanker yakni kanker payudara. obat ini diberikan kepada pasien penderita kanker payudara apabila pasien tersebut sudah tidak bisa lagi diobati dengan obat kanker lainnya yaitu Tamoxifen.

Obat ini juga bisa digunakan untuk sejumlah masalah kesehatan tertentu lainnya. Pastikan Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan peruntukannya. Bicaralah dengan dokter Anda mengenai manfaat atau indikasi obat selengkapnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kontraindikasi Obat Arimidex

Obat Arimidex tidak disarankan—atau bahkan tidak diperkenankan sama sekali—untuk dikonsumsi oleh orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dapat mengurangi efektivitas obat, pun menimbulkan sejumlah reaksi.

Berikut adalah kondisi kesehatan yang kontraindikatif dengan obat ini:

  • Ibu hamil
  • Stroke
  • Penyakit penggumpalan darah
  • Osteoporosis
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Penyakit jantung
  • Kolesterol tinggi

Beritahukan pada dokter terlebih dahulu perihal kondisi kesehatan Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan obat  ini.

Dokter mungkin baru bisa mengizinkan Anda untuk mengonsumsi obat setelah melakukan penanganan medis terhadap masalah-masalah kesehatan tersebut. Atau, dokter akan memberikan alternatif obat pengganti yang lebih aman digunakan.

Dosis Obat Arimidex

Obat ini termasuk ke dalam kategori obat keras. Artinya, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Idealnya, dosis obat sebanyak 1 mg per harinya. Akan tetapi, dosis ini bisa saja berbeda dengan yang diberikan oleh dokter, tergantung situasi dan kondisi. Pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosisnya guna menghindari overdosis yang bisa berujung pada sejumlah gejala.

Petunjuk Penggunaan Obat Arimidex

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter
  • Minumlah obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Imbangi konsumsi obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas lainnya apabila disarankan oleh dokter

Petunjuk Penyimpanan Obat Arimidex

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang benar:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Arimidex

Penggunaan obat untuk mengobati kanker payudara tidak lepas dari sejumlah gejala efek samping.

Berikut ini adalah beberapa contoh gejala efek samping obat yang perlu Anda ketahui.

  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada
  • Kepala pusing
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Napas pendek
  • Detak jantung meningkat
  • Pembengkakan pada kaki
  • Demam
  • Peningkatan tekanan darah

Segera hentikan penggunaan obat dan bila perlu kunjungi dokter apabila mengalami salah satu atau beberapa dari gejala efek samping di atas pasca mengonsumsi obat ini.

Interaksi Obat Arimidex

Obat ini akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan. Berikut ini adalah obat-obatan yang dimaksud:

  • Chlorotrianisene
  • Duvelisib
  • Estradiol
  • Estramustine
  • Estrone
  • Estropipate
  • Quinestrol
  • Fostamatinib
  • Dienestrol
  • Ethinyl estradiol
  • Thalidomide
  • Diethylstilbestrol

Peringatan dan Perhatian Obat Arimidex

Peringatan! Sebelum menggunakan obat, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda memiliki ketergantungan terhadap alkohol
  • Obat Arimidex tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Tanyakan pada dokter lebih lanjut mengenai hal ini
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, peningkatan detak jantung dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

  1. Arimidex. https://www.drugs.com/arimidex.html (Diakses pada 22 Desember 2019)
  2. Arimidex. https://www.drugs.com/arimidex.html (Diakses pada 22 Desember 2019)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi