Ardium: Manfaat, Dosis, Efek Samping

ardium-doktersehat
Photo Source: www.servier.co.id

DokterSehat.Com – Ardium obat apa? Ardium adalah salah satu jenis obat antihemoroid atau obat wasir. Ardium memiliki kandungan micronized purified flavonoid 500 gr dari ekstrak sitrus. Kandungan dalam Ardium setara dengan Diosmin 90% (450 mg) dan Hesperidin 10% (50 mg).

Diosmin merupakan salah satu jenis obat antihemoroid yang sudah sangat populer di Eropa, namun belum terlalu populer di Indonesia. Diosmin merupakan amina biogenik yang didapatkan dengan cara mengkonversi Hesperidin ke Diosmin. Hesperidin sendiri diekstrak dari buah citrus.

Cara kerja Diosmin adalah dengan menjadi agen anti radang dan juga anti pembengkakan. Diosmin juga memiliki sifat antimutagenik dan mampu untuk menangkal radikal bebas yang bisa menyerang tubuh. Diosmin juga bekerja untuk memperbaiki tegangan vena, melindungi mikrosirkulasi darah, mengurangi permeabilitas pembuluh darah, dan menghambat peradangan.

Manfaat Ardium

Berdasarkan cara kerja kandungan dalam Ardium, berkut adalah beberapa manfaat Ardium untuk kondisi tertentu:

1. Meringankan varises

Varises adalah kondisi di mana pembuluh darah membesar dan timbul. Umumnya varises muncul di daerah kaki atau telapak kaki. Varises biasanya diandai dengan pembengkakan dan perubahan warna pembuluh darah yang terkadang disertai gatal, memar, dan pembengkakan tungkai. Ardium bisa menjadi salah satu obat pilihan untuk meringankan varises.

2. Mengobati wasir

Kondisi kedua yang biasa diatasi oleh obat Ardium adalah wasir atau ambeien. Wasir adalah kondisi membengkaknya vena dan juga adanya peradangan pada rektum dan anus. Meskipun tidak tergolong peyakit yang mematikan, tapi penyakit ini cukup mengganggu dan juga banyak sekali dialami oleh orang dewasa.

Dosis Ardium

Ardium tersedia dalam bentuk tablet 500 mg. Dosis Ardium akan diberikan oleh dokter bergantung pada kondisi dan keperluan pasien. Berikut adalah dosis Ardium yang umumnya diberikan:

  • Dosis dewasa untuk varises: 2 tablet sehari
  • Dosis dewasa untuk wasir akut: 6 tablet per hari selama 4 hari awal, lalu 4 tablet per hari diberikan selama 3 hari, dan dilanjutkan 2 tablet per hari.
  • Dosis dewasa untuk wasir kronis: 2 tablet per hari.

Aturan pakai Ardium adalah diberikan bersamaan atau sesudah makan. Jangan mengubah dosis dengan menambah atau menguranginya tanpa izin dari doker atau apoteker.

Efek Samping Ardium

Efek samping Ardium bisa muncul akibat penggunaan dosis yang kurang tepat atau pun karena kondisi tubuh tertentu. Maka dari itu, efek samping yang muncul pada pasien bisa saja berbeda-beda. Beberapa efek samping Ardium yang paling umum muncul adalah gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mual, sakit kepala, dan timbulnya ruam pada kulit.

Selain efek samping di atas, mungkin juga terdapat efek samping lain yang belum diketahui dari penggunaan obat ini. Jika terjadi efek samping yang semakin lama semakin mengganggu dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat. Selalu konsultasikan pada dokter tentang kondisi kesehatan Anda sebelum menggunakan obat ini.

Peringatan dan Perhatian

Ardium merupakan obat yang relatif aman untuk digunakan, terutama karena Ardium mengandung bahan alami yang umumnya lebih aman daripada obat lainnya. Meskipun begitu, terdapat beberapa hal yang tetap harus Anda perhatikan sebelum menggunakan Ardium seperti berikut ini:

  • Ardium aman untuk digunakan oleh wanita hamil dan menyusui, namun penggunaannya harus tetap dengan hati-hati karena reaksi dari setiap orang mungkin berbeda. Agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan, sebaiknya penggunaan Ardium pada wanita hamil, sedang program hamil, dan ibu menyusui, dilakukan di bawah pengawasan dokter.
  • Diskusikan dengan dokter kondisi kesehatan Anda secara detail. Meskipun penggunaan Ardium relatif aman, tetapi masih ada kemungkinan risiko untuk kondisi kesehatan tertentu.
  • Obat ini sebaiknya tidak digunakan lebih dari 3 bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut penyakit Anda belum membaik, segera hubungi dokter.
  • Konsultasikan juga pada dokter tentang makanan atau minuman yang mungkin tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat ini.

Penggunaan obat ini sebaiknya juga dibarengi dengan pola hidup sehat agar obat dapat bekerja dengan lebih maksimal. Penderita varises disarankan untuk membarengi pengobatan dengan terapi angkat kaki ke atas, menjaga pola makan, atau memijat kaki dengan minyak jarak. Sedangkan penderita wasir disarankan untuk menjaga asupan makanan dan memenuhi kebutuhan serat serta aktif berolahraga.