Terbit: 28 Januari 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Arcoxia obat apa? Arcoxia adalah obat dengan kandungan bahan aktif Etoricoxib. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid yang disingkat OAINS atau NSAIDs. Umumnya obat golongan OAINS bekerja menghambat enzim cyclo-oxygenase-1 (COX 1) dan cyclo-oxygenase-2 (COX 2), tapi Arcoxia hanya bekerja menghambat enxim COX 2 saja.

Arcoxia: Manfaat, Kontraindikasi, Dosis, Efek Samping, dll

Keduanya merupakan enzim yang memproduksi senyawa prostaglandin yang merupakan senyawa yang dihasilkan tubuh sebagai respon adanya cedera dalam tubuh. Senyawa ini lah yang dapat menimbulkan rasa nyeri pada tubuh pada kadar tertentu.

Arcoxia dianggap lebih aman dan minim efek samping terhadap sistem pencernaan karena tidak mengganggu prostaglandin yang secara alami melindungi lambung. Karena Arcoxia hanya bekerja pada enzim COX 2 dan enzim tersebut tidak ditemukan dalam lambung.

Manfaat Obat Arcoxia

Jika melihat pada jenis kandungan bahan aktifnya, manfaat Arcoxia secara umum adalah untuk meredakan nyeri. Berikut adalah beberapa kondisi yang biasa di atasi dengan Arcoxia:

1. Osteoartritis

Osteoartritis atau penyakit degeneratif sendi merupakan kondisi di mana jaringan fleksibel yang berada pada ujung tulang mengalami aus. Gejala osteoartitis meliputi nyeri sendi pada tangan, lutut, leher, pungnggung bawah, dan pinggul.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

2. Rheumatoid arthritis

Manfaat Arcoxia yang kedua adalah mengatasi rheumatoid arthritis atau dikenal juga dengan rematik. Artritis reumatiod adalah kondisi peradangan kronis pada lapisan sendi yang menyebabkan pembengkakakn sendi yang memicu rasa nyeri. Penyakit ini dalam jangka panjang dapat memicu gangguan lain seperti deformitas sendi dan erosi tulang.

3. Spondilitis ankilosa

Spondilitis ankilosa adalah kondisi peradangan yang menyerang tulang belakang dan sendi-sendi besar. Gejala spondilitis ankilosis yang paling umum adalah menurunnya flaksibilitas tuolang belakang yang menyebabkan tubuh membungkuk ke depan dan nyeri punggung serta nyeri sendi.

4. Asam urat akut

Asam urat adalah peradangan yang diakibatkan oleh jumlah asam urat yang berlebihan yang mengkristal hingga menumpuk pada sendi. Gejala asam urat adalah seperti nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada sendi.

Selain mengatasi berbagai macam peradangan yang kebanyakan berhubungan dengan sendi di atas, manfaat Arcoxia lainnya adalah untuk mengatasi rasa nyari yang terjadi akibat pembedahan gigi.

Kontraindikasi Obat Arcoxia

Manfaat Arcoxia di atas tidak dapat didapatkan pasien dengan kondisi tertentu. Berikut adalah daftar kondisi tertentu yang sebaiknya menghindari penggunakan Arcoxia:

  • Pasien dengan kondisi yang menyebabkan peradangan pencernaan
  • Tukak saluran pencernaan aktif
  • Gangguan hati berat
  • Gangguan ginjal berat
  • Hipersensitif terhadap OAINS
  • Peradangan pada usus
  • Penyakit jantung iskemik
  • Penyakit arteri perifer
  • Stroke
  • Hipertensi, tekanan darah di atas 140/90 mmHg
  • Kehamilan atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan
  • Menyusui

Dosis Arcoxia

Dosis Arcoxia disesuaikan dengan penyakit yang diderita dan kondisi pasien. Berikut adalah dosis Arcoxia yang umum diberikan:

  • Osteoartritis: 30-60 mg, diberikan satu kali sehari.
  • Rheumatoid arthritis: 60-90 mg, diberikan satu kali sehari.
  • Spondilitis ankilosa: 60-90 mg, diberikan satu kali sehari.
  • Asam urat: 120 mg, diberikan satu kali sehari, selama 8 hari.
  • Nyeri pasca operasi gigi: 90 mg, diberikan satu kali sehari, maksimum selama 3 hari.

Penggunaan Arcoxia harus di bawah pengawasan dokter. Jangan mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Arcoxia tersedia dalam beberapa sediaan mulai dari 30 mg, 60 mg, 90 mg, hingga 120 mg. Harga Arcoxia bergantung pada dosisnya dan juga produsennya. Harganya dimulai dari kisaran Rp 17.000 untuk setiap tablet 30 mg. sedangkan untuk Arcoxia 120 mg, harganya Arcoxia berkisar Rp 22.600.

Efek Samping Arcoxia

Setiap obat memiliki potensi untuk menimbulkan efek samping. Berikut adalah berbagai efek samping Arcoxia yang mungkin dapat terjadi:

  • Edema
  • Pusing dan sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan irama jantung
  • Gangguan pencernaan
  • Bronkospasme, paru-paru mengencang menyebabkan aliran udara terbatas.
  • Ekimosis, pendarahan di bawah kulit yang ditandai dengan lebam.
  • Asthenia, kondisi tubuh lelah dan lemah.
  • Reaksi kulit serius.

Efek samping Arcoxia di atas dapat terjadi karena penggunaan dosis yang salah atau akibat kondisi tertentu. Jika mengalami salah satu efek samping di atas, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat Arcoxia

Penggunaan Arcoxia bersamaan dengan obat resep, obat non-resep, hingga obat herbal dapat menimbulkan interaksi obat. Jika interaksi obat terjadi, maka dapar menyebabkan efektivitas obat menurun atau dapat meningkatkan timbulnya efek samping. Jenis obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan Arcoxia adalah sebagai berikut:

  • Antikoagulan (obat anti pembenuan darah) oral
  • Obat diuretik
  • ACE inhibitor
  • OAINS lainnya
  • Siklosporin
  • Litium
  • Obat kontrasepsi oral
  • Salbutamol
  • Minoxidil
  • Rifampicin
  • Takrolimus

Daftar obat di atas bukan merupakan daftar lengkap. Diskusikan dengan dokter tentang obat apa saja yang mungkin sedang Anda konsumsi untuk mecegah pengguaan obat-obatan di atas bersama dengan Arcoxia.

Peringatan dan Perhatian

Arcoxia termasuk ke dalam obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Setiap jenis obat harus digunakan sesuai aturan agar dapat bekerja maksimal dan tidak menimbulkan efek samping. Sebelum menggunakan Arcoxia, berikut adalah berbagai hal yang harus menjadi perhatian dan peringatan bagi Anda:

  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat gangguan saluran pencernaan, berisiko terkena penyakit kardiovaskulas, gangguan hati ringan hingga sedang, gangguan ginjal ringan hingga sedang, sirosis hati, dan gagal jantung.
  • Fungsi ginjal harus dipantau selama penggunaan obat ini dan harus dipastikan tidak terjadi dehidrasi.
  • Pemeriksaan tekanan darah harus dilakukan untuk penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi. Pemeriksaan dilakukansecara teratur sebelum, selama, dan setelah pengobatan.
  • Hati-hati penggunaan pada lansia.
  • Gunakan obat ini dalam dosis efektif terendah dan tidak untuk jangka panjang.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi