Terbit: 18 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Anastan Forte obat apa? Anastan Forte adalah obat yang dapat mengatasi nyeri akibat hal-hal tertentu. Obat anastan forte juga bisa mengatasi nyeri haid dan mencegah migrain ketika haid. Anda bisa membeli obat anastan di apotek tetapi harus dengan resep dokter.

Anastan Forte – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat anastan forte termasuk informasi tentang sediaan anastan forte, kandungan anastan forte, harga anastan forte, indikasi anastan forte, kontraindikasi anastan forte, fungsi obat anastan, dosis anastan forte, dan efek samping anastan forte.

Rangkuman Informasi Obat Anastan Forte

  • Nama                                       : Anastan Forte
  • Golongan Obat                          : Analgesik » Analgesik non opioid
  • Bentuk Sediaan                         : Kaptabs
  • Kandungan                               : Asam Mefenamat
  • Harga                                       : Rp30.000 – Rp55.000 per dos (100 tablet)
  • Fungsi Obat Anastan                  : Mengatasi beberapa jenis nyeri
  • Indikasi Penggunaan                  : Sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, dan lainnya
  • Kontraindikasi                           : Hipersensitivitas, asma, gangguan ginjal, dan lainnya
  • Dosis                                        : 2-3 tablet dalam sehari
  • Cara pakai                                : Diminum setelah makan
  • Efek samping                            : Reaksi alergi, diare, gangguan darah, dan lainnya

Bentuk Sediaan Anastan Forte

Obat anastan forte yang tersedia di pasaran hanya memiliki satu bentuk sediaan. Bentuk sediaan obat anastan forte sama seperti kebanyakan jenis obat lainnya, yaitu kaptabs. Setiap satu tablet obat Anastan Forten mengandung 500 mg bahan aktif.

Selain Anastan Forte, ada juga variasi dosis obat Anastan dengan kekuatan dosis 250  mg per tablet. Jika Anda sudah memiliki anastan forte di rumah, maka simpanlah obat ini dengan baik.

Anastan forte sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan juga terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung dan terus menerus. Pasalnya, jika anastan forte terpapar sinar matahari, maka struktur kimia dari bahan aktif di dalam bisa mengalami perubahan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kandungan Anastan Forte

Anastan Forte hanya memiliki satu kandungan bahan aktif, yaitu asam mefenamat. Asam mefenamat adalah obat analgesik non opioid yang tidak memengaruhi sistem saraf pusat untuk meredakan rasa nyeri.

Hal ini yang membuat penggunaan obat anastan forte tidak menimbulkan ketergantungan dan efek samping berlebih. Selain itu, kandungan Anastan Forte ini juga berasal dari kelompok AINS (Anti Inflamasi Non Steroid). Namun, sifat antiinflamasi dari asam mefenamat masih rendah dari obat-obatan AINS lainnya.

Harga Anastan Forte

Kisaran harga obat Anastan Forte adalah Rp30.000 – Rp55.000 per dos. Setiap satu dos berisi 10 strip dan setiap satu strip berisi 10 tablet Anastan Forte. Obat Anastan ini juga bisa dijual per strip dengan harga Rp3.000 – Rp5.500.

Fungsi Obat Anastan Forte

Fungsi Anastan Forte adalah untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri yang timbul karena beberapa masalah seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, nyeri otot, nyeri pasca tindakan operasi, nyeri trauma, dan lainnya.

Kandungan yang ada di dalam obat Anastan Forte bisa mengurangi rasa nyeri karena bahan aktif tersebut mampu mencegah pembentukan protaglandin yang menjadi penyebab munculnya rasa nyeri.

Anastan Forte berfungsi untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Namun, Anastan Forte tidak bermanfaat untuk mengatasi nyeri berat karena bahan aktifnya tidak termasuk golongan analgesik opioid.

Indikasi Anastan Forte

Penggunaan obat Anastan Forte harus memiliki indikasi medis. Tanpa diserta indikasi medis, penggunaan obat Anastan bisa menimbulkan efek samping tertentu. Anda bisa menggunakan obat Anastan jika mengalami sakit kepala dan sakit gigi.

Ada beberapa jenis nyeri yang membuat Anda bisa menggunakan obat Anastan Forte, yaitu nyeri haid, nyeri otot, nyeri pasca operasi, nyeri pasca melahirkan, radang sendi, osteoartritis, menorrhagia (pendarahan haid yang berlebih), dan migrain karena haid. Namun, obat Anastan tidak bisa mengurangi nyeri parah seperti patah tulang.

Kontraindikasi Anastan Forte

Ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak bisa menggunakan obat Anastan Forte. Hal ini dikarenakan kondisi medis tersebut bisa menyebabkan Anda mengalami efek samping tertentu yang membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa Anda.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi medis terhadap penggunaan Anastan Forte:

  1. Pengobatan nyeri peri operatif pada operasi CABG
  2. Peradangan usus besar
  3. Mengalami pendarahan lambung atau tukak aktif
  4. Adanya gangguan usus seperti kolitis ulserativa
  5. Penyakit ginjal
  6. Penyakit asma
  7. Hipersensitivitas terhadap asam mefenamat, analgesik non opioid, atau obat AINS
  8. Anak-anak di bawah usia 14 tahun

Apabila Anda memiliki salah satu kontraindikasi tersebut, maka janganlah menggunakan obat Anastan. Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan alternatif obat pereda nyeri yang lebih cocok dengan kondisi medis Anda.

Dosis Anastan Forte

Fungsi obat Anastan Forte bisa berjalan dengan baik jika Anda mematuhi dosis yang berlaku. Dosis Anastan Forte di awal bagi orang dewasa dan anak-anak usia lebih dari 14 tahun adalah 1 tablet sebanyak 3 kali dalam sehari. Penggunaan obat Anastan dilakukan secara oral (dimasukkan lewat mulut).

Sebaiknya minum obat Anastan setelah makan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya iritasi lambung yang menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Janganlah menggunakan dosis tersebut selama lebih dari 7 hari.

Dosis Anastan Forte lanjutan adalah 1/2 (setengah) tablet setiap 6 jam sekali. Jika Anda mengalami nyeri haid atau nyeri rematik, dosisnya berbeda yaitu 1 tablet sebanyak 3 kali sehari. Mungkin saja dokter merekomendasikan obat Anastan dengan dosis yang berbeda. Ikutilah anjuran dokter karena lebih memahami kondisi medis Anda.

Efek Samping Anastan Forte

Orang-orang yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan Anastan Forte bisa mengalami efek samping reaksi alergi berupa gatal-gatal, ruam kulit, pusing, sakit perut, diare, mual, muntah, dan sesak napas.

Efek samping Anastan Forte sangat terkait dengan gangguan sistem darah atau limpatik, seperti anemia aplastika, anemia hemolitika autoimun, eosinofilia, leukopenia, pansitopenia, hipoplasia sumsum tulang, hematokrit rendah, dan purpura trombositopenia.

Masalah sistem saraf seperti meningitis aseptik juga bisa menjadi efek samping obat Anastan. Beberapa  efek samping Anastan lainnya, yaitu pandangan kabur, konvulsi, mengantuk, ruam kulit, dan diare.

Efek samping Anastan juga bisa menyebabkan tubuh kejang jika digunakan dengan dosis berlebihan atau overdosis. Apabila Anda mempunyai efek samping yang telah disebutkan, sebaiknya hentikan pengobatan.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Anastan. http://pionas.pom.go.id/obat/anastan [diakses pada 16 April 2019]
  2. PIONAS-BPOM: Asam Mefenamat. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-mefenamat [diakses pada 16 April 2019]
  3. MedlinePlus: Mefenamic Acid. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681028.html [diakses pada 16 April 2019]
  4. Drugs: Mefenamic Acid. https://www.drugs.com/mtm/mefenamic-acid.html [diakses pada 16 April 2019]
  5. DrugInfoSys: Mefenamic Acid. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=443&type=1 [diakses pada 16 April 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi