Analtram – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

analtram-obat-untuk-doktersehat

DokterSehat.Com – Analtram obat apa? Analtram adalah obat yang dapat meredakan rasa nyeri akibat masalah medis tertentu. Obat analtram bisa dibeli di apotek tetapi harus dengan resep dokter karena obat ini termasuk obat keras.

Yuk, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat analtram termasuk informasi tentang bentuk sediaan analtram, kandungan analtram, harga analtram, indikasi analtram, kontraindikasi analtram, manfaat analtram, dosis analtram, dan efek samping analtram.

Rangkuman Informasi Obat Analtram

  • Nama                                       : Analtram
  • Golongan Obat                          : Analgesik » Analgesik opioid dan Analgesik non-opioid
  • Bentuk Sediaan                         : Tablet
  • Kandungan                               : Parasetamol (Asetaminofen) dan Tramadol
  • Harga                                      : Rp110.000-130.000 per strip (10 tablet)
  • Manfaat                                   : Meredakan rasa nyeri
  • Indikasi Penggunaan                : Rasa nyeri karena cabut gigi, tindakan diagnostik
  • Kontraindikasi                          : Hipersensitivitas terhadap obat analgesik, dan lainnya
  • Dosis                                       : 4-8 tablet dalam sehari
  • Cara pakai                               : Diminum setelah makan
  • Efek samping                           : Reaksi alergi, mengantuk, dan lainnya

Bentuk Sediaan Analtram

Obat analtram yang beredar di pasaran hanya memiliki satu bentuk sediaan yang umum dikenal, yaitu berupa tablet. Warna analtram tablet adalah abu-abu kecoklatan. Analtram obat untuk meredakan nyeri ini biasa dijual setiap satu strip.

Setiap satu strip obat analtram mengandung 10 analtram tablet. Analtram juga dijual per kotak dengan isi 3 strip atau 30 tablet. Simpanlah obat analtram di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari.

Hal tersebut dikarenakan paparan sinar matahari bisa mengubah struktur kimia dan cara kerja kandungan bahan aktif yang ada di dalam obat analtram. Tentunya, perubahan tersebut bisa memengaruhi manfaat analtram.

Kandungan Analtram

Ada dua kandungan bahan aktif yang ada di dalam analtram tablet. Kedua kandungan analtram adalah parasetamol atau asetaminofen dan tramadol. Parasetamol dan tramadol merupakan bahan aktif yang tergolong analgesik atau pereda nyeri.

Namun, ada perbedaan dari kedua bahan aktif tersebut. Parasetamol merupakan golongan analgesik non opioid, sedangkan Tramadol termasuk golongan analgesik opioid. Analgesik non-opioid tidak memengaruhi sistem saraf pusat, sedangkan analgesik opioid memengaruhi sistem sara pusat tetapi mampu meredakan nyeri berat.

Jadi, obat analtram merupakan kombinasi dari dua jenis analgesik yang saling bekerja sama untuk meredakan rasa nyeri di dalam tubuh. Setiap satu tablet analtram mengandung Tramadol sebanyak 37.5 mg dan Paracetamol sebesar 325 mg.

Harga Analtram

Harga analtram yang dijual di pasaran memiliki rentang harga tertentu. Obat analtram dibanderol dengan harga mulai dari Rp110.000 hingga Rp130.000 per strip isi 10 tablet. Mungkin, harga obat analtram tersebut bisa sedikit lebih murah atau lebih mahal dari kisaran harga itu.

Indikasi Analtram

Penggunaan obat analtram tidak boleh dilakukan secara sembarangan mengingat analtram tablet adalah obat keras. Hal ini dikarenakan adanya kandungan analgesik opioid di dalam analtram tablet yang memengaruhi sistem saraf pusat.

Indikasi penggunaan obat analtram adalah untuk orang-orang yang mengalami masalah nyeri karena masalah medis atau penyakit tertentu. Nyeri yang dialami bisa berupa nyeri setelah operasi sakit gigi, saat tindakan diagnostik, tindakan terapeutik, dan lainnya.

Obat analtram bisa mengatasi nyeri mulai dari tingkat ringan hingga berat. Selain itu, analtram tablet juga bisa mengurangi rasa sakit pada nyeri akut maupun nyeri kronis. Sebaiknya, Anda memastikan indikasi tersebut secara medis dengan melakukan konsultasi dokter.

Kontraindikasi Analtram

Meskipun Anda memiliki indikasi medis yang telah disebutkan, akan tetapi Anda tidak bisa menggunakan analtram jika memiliki salah satu atau beberapa kontraindikasi. Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi penggunaan obat analtram:

  1. Masalah hipersensitivitas terhadap parasetamol atau obat-obatan analgesik non opioid
  2. Masalah hipersensitivitas terhadap tramadol atau obat-obatan analgesik opioid
  3. Adanya gangguan gangguan fungsi hati tingkat berat
  4. Bersamaan dengan terapi obat penghambat monoamine oxidase
  5. Ketergantungan terhadap alkohol tingkat berat
  6. Adanya masalah pernapasan
  7. Anak-anak di bawah usia 12 tahun

Jadi jika Anda mengalami salah satu kontraindikasi di atas, maka berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan alternatif obat pereda nyeri yang lebih aman dan cocok dengan kondisi medis Anda.

Manfaat Analtram

Manfaat analtram tablet adalah untuk meredakan rasa nyeri yang diakibatkan oleh cabut gigi, tindakan diagnostik, atau tindakan terapeutik. Kandungan tramadol di dalam analtram bermanfaat untuk atasi rasa nyeri akibat fraktur patah tulang.

Dosis Analtram

Rasa nyeri yang Anda rasakan karena hal tertentu bisa berkurang bahkan hilang jika Anda menggunakan obat analtram sesuai dengan aturan pakai dan dosis yang dianjurkan oleh dokter atau dosis pada kemasan.

Dosis analtram untuk orang dewasa atau anak berusia di atas 17 tahun adalah 1-2 tablet atau setiap 4-6 jam sekali dalam sehari. Pasien hanya bisa mengonsumsi analtram tablet hingga 8 tablet sehari.

Pasien dengan kreatinin <30 mL per menit memiliki dosis yang berbeda, yaitu sebanyak 2 tablet setiap 12 jam atau 2 tablet sebanyak 2 kali dalam sehari. Jangan mengubah dosis analtram tablet tanpa melakukan konsultasi dengan dokter.

Efek Samping Analtram

Pemakaian obat analtram bisa menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping analtram pada penderita hipersensitivitas terhadap obat-obatan analgesik adalah berupa reaksi alergi yang ditandai dengan beberapa hal.

Beberapa tanda reaksi alergi tersebut di antaranya adalah gatal-gatal, ruam kulit, sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala atau pusing, sesak napas, dan pembengkakan pada area sekitar wajah.

Jika Anda mengalami reaksi alergi tersebut, maka hentikan pengobatan dengan analtram tablet dan segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya. Hal ini bertujuan agar reaksi alergi tidak berkembang semakin parah.

Beberapa efek samping analtram yang jarang terjadi seperti kelainan darah (trombositopenia, leukopenia, neutropenia), hipotensi, kerusakan hati (bila digunakan dalam jangka panjang dan dosis besar).

Kandungan tramdol di dalam analtram bisa menyebakan efek samping berupa diare, hipotensi, hipertensi okasional, konstipasi, paraestesia, depresi pernapasan, anafilaksis, dan kebingungan. Analtram juga bisa menyebabkan rasa kantuk.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Parasetamol (Asetaminofen). http://pionas.pom.go.id/monografi/parasetamol-asetaminofen
  2. PIONAS-BPOM: Tramadol Hidroklorida. http://pionas.pom.go.id/monografi/tramadol-hidroklorida