Terbit: 10 September 2018 | Diperbarui: 4 November 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Analsik obat apa? Analsik adalah jenis obat antiinflasmasi non steroid (OAINS/NSAIDs) yang mengandung dua bahan aktif Metampiron dan Diazepam. Metampiron sendiri merupakan jenis obat analgesik dan antipiretik, yang bekerja menurunkan nyeri dan juga demam. Sedangkan Diazepam adalah jenis obat golongan benzodiazepine yang memberikan pengaruh terhadap sistem saraf otak.

Analsik: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Perpaduan dari kedua obat ini membuat analsik berfungsi sebagai obat penghilang nyeri dan juga kram organ dalam dalam waktu yang bersamaan. Berikut adalah selengkapnya tentang Analsik mulai dari manfaat, dosis, hingga efek samping yang perlu Anda ketahui!

Manfaat Analsik

Berdasarkan cara kerjanya, manfaat analsik adalah untuk menghilangkan deman dan juga nyeri dan kram. Berikut adalah beberapa kondisi yang umumnya dapat diatasi oleh Analsik:

  • Mengatasi sakit kepala yang diakibatkan kondisi psikis tertentu
  • Mengatasi nyeri pada saraf
  • Mengatasi nyeri otot, sendi, dan juga rematik
  • Mengatasi nyeri pasca operasi, umumnya akan diberikan bersamaan dengan tranquilizer
  • Nyeri pinggang atau sakit pinggang
  • Mengobati nyeri akibat batu empedu atau batu ginjal
  • Mengobati nyeri telingan dan nyeri kepala akibat mastoidisis (infeksi yang berpengaruh pada tulang mastoid yang ada di belakang telinga)

Selain kondisi di atas, Analsik juga dapat mengatasi gejala-gejala lainnya termasuk kondisi yang menyebabkan nyeri dan kram di waktu yang bersamaan.

Dosis Analsik

Analsik tersedia dalam bentuk kaplet dengan komposisi Metampiron sebanyak 500 mg dan Diazepam sebanyak 2 mg. Dosis Analsik yang dianjurkan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri dan kram adalah sebagai berikut:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Dewasa: Satu kaplet yang diberikan 6-8 jam sekali hingga gejala hilang. Dosis Analsik maksimal adalah 4 kaplet perhari.

Tidak ditemukan dosis Analsik untuk anak-anak. Penggunaan obat ini pada anak-anak dan pasien lanjut usia sebaiknya di bawah pengawasan dokter. Jangan mengganti dosis atau menambah dan mengurangi dosis tanpa saran dari dokter atau apoteker.

Efek Samping Analsik

Setiap obat tentunya memiliki efek sampingnya masing-masing yang timbul akibat dari penggunaan dosis yang kurang tepat atau akibat dari kondisi tubuh pasien itu sendiri. Berikut adalah beberapa efek samping Analsik yang pernah ditemukan:

  • Efek mengantuk, pusing, dan kelelahan
  • Penlihatan ganda atau diplopia
  • Depresi
  • Hipotensi
  • Perubahan libido
  • Tremor atau gangguan saraf yang menyebabkan gemetar berirama
  • Gangguan pada kandung kemih sehingga sulit mengeluarkan urine (retensi urine)
  • Susah buang air besar aatu konstipasi
  • Reaksi hipersensitivitas seperti gejala alegi dan juga agranulositosis (kegagalan pembentukan sel sarah putih granulosit pada sumsum tulang belakangan.

Jika Anda mengalami gejala efek samping di atas, segera hentikan penggunaan obat. Terutama jika efek samping tidak hilang dan semakin memburuk setelah beberapa kali penggunaan obat. Segera konsultasikan ke dokter atau apoteker tentang efek samping yang Anda rasakan.

Perhatian dan Peringatan

Sebelum menggunakan obat Analsik, ketahui terlebih dulu beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan peringatan bagi Anda berikut ini:

  • Pasien dengan hipersensitivitas terhadap Analsik dan Metampiron atau Diazepam tidak diperbolehkan untuk menggunakan obat ini.
  • Beberapa kondisi tubuh seperti depresi pernapasan, glaukoma sudut sempit, gangguan pulmoner akut, dan tekanan darah sistolik di bawah 100 mmHg, tidak disarankan untuk menggunakan obat yang satu ini.
  • Penggunaan pada bayi di bawah satu bulan atau yang memilki berat tubuh di bawah 5 kg juga tidak disarankan.
  • Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui tidak disarankan, namun jika harus digunakan, maka harus sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Penggunaan pada pasien depresi dan kecenderungan bunuh diri harus diawasi dengan hati-hati.
  • Tidak disarankan untuk digunakan oleh pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Penggunaan obat ini pada pasn penderita gangguan darah harus dilakukan hati-hati atau di bawah pengawasan dokter.
  • Penggunaan jangka panjang dari obat ini bisa menyebabkan berbagai masalah tubuh seperti ketergantungan secara fisik dan psikis, halusinasi, gangguan kecemasan dan gangguan tidur
  • Jangan menggunakan obat ini bersamaan dengan alkohol dan obat depresan SSP.
  • Jangan menggunakan obat ini ketika akan beraktivitas berat ataupun ingin berkendara.

Itu dia sekilas tentang manfaat, dosis, efek samping dari Analsik. Pada dasarnya tidak terdapat efek samping yang begitu fatal akibat penggunaan obat ini, tetapi obat ini tetap harus digunakan sesuai aturan yang ada agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi