Terbit: 18 Desember 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Amoxicillin adalah antibiotik Penisilin yang termasuk ke dalam jenis Penisilin spektrum luas. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui selengkapnya tentang antibiotik ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Amoxicillin: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Rangkuman Informasi Obat Amoxicillin

Nama Obat Amoxicillin
Kelas Terapi Obat Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Kapsul, Tablet, Injeksi, Sirup, Sirup Kering
Merek Dagang Amobiotic, Amobiotic Drops, Amodix, Amofion, Amoksisilin, Amosterra 500, Amoxil, Amoxil Forte, Amoxillin, Amoxsan, Amoxsan Forte, Ancla Forte, Amoxsan Paed Drops, Arcamox, Arcamox Forte, Bannoxilin, Bellacid, Bintamox, Broadamox,  Bufamoxy, Camoksil, Corsamox, Danoxilin, Decamox, Decamox Forte, Dexymox, Dexymox Forte, Erlamoxy, Erphamoxy, Erphamoxy Forte, Etamox, Etamox Forte, Ethimox, Farmoxyl, Goxallin, Holimox, Holimox Forte, Hufanoxil, Inamox, Inamox Granul, Intermoxil, Intermoxil Forte, Kalmoxilin, Kamox, Kimoxil, Lapimox, Lauramox, Lauramox Forte, Leomoxyl, Leomoxyl Forte, Liskoma, Medimox, Mestamox, Mexylin, Mokbios 500, Moxaxil, Moxigra, Moxtid 500, Novamox, Novax, Novax Forte, Nufamox, Opimox, Opimox Forte, Ospamox, Pehamoxil, Pehamoxil Forte, Penmox, Pharmamox, Primoxil 250, Pritamox, Ramoxyl, Rimoxa, Rindomox, Robamox, Sammoxin, Sammoxin Forte, Scannoxyl, Sirimox, Supramox, Surpas 500, Topcillin, Vibramox, Wiamox, Widecillin, Xiltrop, Yusimox, Yusimox Forte, Zemoxil

Amoxicillin Obat Apa?

Amoxicillin adalah obat dari golongan obat antibiotik Penisilin. Obat ini termasuk ke dalam jenis obat Penisilin spektrum luas. Obat-obatan Penisilin berasal dari bentuk jamur yang disebut jamur Penicillium.

Obat ini bekerja melawan bakteri dengan cara menghentikan bakteri tumbuh. Obat ini mencegah bakteri membentuk dinding sel, sehingga bakteri mati dan infeksi dapat diatasi.

Manfaat Amoxicillin

Amoxicillin untuk apa? Secara umum kegunaan Amoxicillin adalah untuk mengatasi infeksi bakteri tertentu yang peka terhadap antibiotik ini.

Berikut adalah beberapa kondisi yang umumnya dapat diatasi dengan menggunakan obat ini:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  • Bronkitis
  • Pneumonia
  • Otitis media
  • Gonore
  • Infeksi kulit
  • Radang amandel
  • Infeksi tenggorokan
  • Infeksi saluran kemih
  • Demam tifoid

Obat ini termasuk jenis antibiotik sehingga hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi virus dan jamur.

Penggunaan obat ini pada infeksi yang bukan diakibatkan bakteri dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik dan infeksi lebih lanjut.

Dosis Amoxicillin

Obat ini hadir dalam berbagai bentuk sediaan mulai dari tablet, kapsul, sirup, sirup kering, hingga injeksi. Berikut adalah dosis Amoxicillin yang disarankan:

1. Dosis Oral

Dewasa

  • Abses gigi: 3 gr, ulangi sekali setelah 8 jam.
  • Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi: 3 gr, ulangi sekali setelah 10-12 jam.
  • Gonore tanpa komplikasi: 3 gr, diberikan sebagai dosis tunggal bersama Probenesid 1 gr.
  • Infeksi H.pylori: 750 mg atau 1.000 mg dibagi menjadi 2 dosis atau 500 mg dalam kombinasi dengan Metronidazole atau Clarithromycin dan PPI (Proton Pump Inhibitor).
  • Infeksi saluran pernapasan yang parah atau berulang: 3 gr.
  • Aktinomikosis, infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, gastroenteritis, gonore, infeksi mulut, otitis media, pneumonia, gangguan limpa, demam tifoid dan paratifoid, infeksi saluran kemih: 250-500 mg setiap 8 jam atau 500-875 mg setiap 12 jam.
  • Profilaksis endocarditis: 2 gr sebagai dosis tunggal, 1 jam sebelum prosedur bedah.
  • Faringitis dan tonsilitis: 775 mg setiap hari selama 10 hari.

Anak

  • Aktinomikosis, infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, gastroenteritis, gonore, infeksi mulut, otitis media, pneumonia, gangguan limpa, demam tifoid dan paratifoid, infeksi saluran kemih: berat di bawah 40 kg dosisnya 40-90 mg/kg berat badan setiap hari, terbagi menjadi 2-3 dosis terbagi. Dosis maksimumnya adalah 3 gr per hari.
  • Profilaksis endokarditis: 50 mg/kg dosis tunggal, diminum 1 jam sebelum prosedur pembedahan.

2. Dosis Injeksi

Dewasa:

  • Infeksi yang rentan: 500 mg, 8 jam melalui intramuscular atau injeksi intravena lambat.
  • Infeksi berat: Dosis dapat meningkat hingga 1 gr setiap 6 jam melalui injeksi intravena lambat selama 3-4 menit atau dengan infus selama 30-60 menit.

Anak:

  • Infeksi yang rentan: Berat di bawah 40 kg dosisnya 40-90 mg/kg berat badan setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis maksimumnya 3 gr per hari.

Dosis di atas adalah dosis yang disarankan. Dosis dapat berganti menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Amoxicillin

Penggunaan antibiotik Amoxicillin sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya untuk mendapatkan khasiat Amoxicillin yang maksimal.

Berikut adalah petunjuk penggunaan dan aturan minum Amoxicillin:

  • Gunakan antibiotik ini sesuai dengan sediaannya.
  • Gunakan antibiotik ini sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.
  • Apabila dosis terlewat, segera konsumsi obat ini saat ingat atau ambil dosis selanjutnya apabila waktunya sudah terlalu dekat dengan dosis selanjutnya.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Obat ini termasuk antibiotik sehingga semua obat yang telah diresepkan harus dihabiskan meskipun gejala sudah membaik. Jangan hentikan penggunaan obat tanpa izin dari dokter.

Petunjuk Penyimpanan Amoxicillin

Simpan obat Amoxicillin sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu antara 25-30°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Amoxicillin

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah berbagai efek samping Amoxicillin yang mungkin timbul:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Ruam
  • Infeksi jamur vagina
  • Kerusakan hati
  • Reaksi alergi

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat ini dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Amoxicillin

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan Amoxicillin:

  • Antikoagulan
  • Probenecid
  • Allopurinol
  • Kloramfenikol
  • Makrolida
  • Sulfonamide
  • Tetracycline
  • Methotrexate
  • Obat pelemas otot
  • Vaksin typhoid oral
  • Obat kontrasepsi

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan Amoxicillin masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Amoxicillin untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Amoxicillin

Amoxicillin termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Amoxicillin:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Amoxicillin dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik lainnya.
  • Amoxicillin efektif untuk mengobati infeksi tertentu, tapi penggunaan secara berulang dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki kondisi seperti asma, demam, penyakit ginjal, mononucleosis, diabetes, dan phenylketonuria.
  • Obat ini termasuk ke dalam kategori B menurut FDA, yang artinya penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, namun belum cukup dilakukan penelitian pada wanita hamil untuk menunjukkan risiko obat ini. Obat ini hanya boleh digunakan pada kehamilan apabila jelas dibutuhkan.
  • Antibiotik Amoxicillin dapat masuk melalui ASI. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini jika Anda sedang dalam masa menyusui.

 

  1. Durbin, Kaci. 2018. Amoxicillin. https://www.drugs.com/amoxicillin.html. (Diakses 18 Desember 2019).
  2. McIntosh, James. 2017. Everything you need to know about amoxicillin. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158481.php. (Diakses 18 Desember 2019).
  3. MIMS. Amoxicillin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin?mtype=generic. (Diakses 18 Desember 2019).
  4. PIONAS BPOM. AMOKSISILIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/amoksisilin. (Diakses 18 Desember 2019).
  5. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2019. Amoxicillin, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/amoxicillin-oral-tablet. (Diakses 18 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi