Amoxan: Manfaat, Dosis, Efek Samping

amoxan-doktersehat

DokterSehat.Com – Amoxan obat apa? Amoxsan atau Amoxan adalah merek obat antibiotik dengan kandungan zat aktif Amoxicillin. Zat aktif Amoxicillin merupakan antibiotik yang termasuk ke dalam golongan penisilin yang merupakan jenis antibiotik beta laktam. Amoxicillin biasa digunakan untuk mengobati berbagai gangguan akibat infeksi bakteri sekaligus dapat menurunkan risiko infeksi jamur.

Amoxan atau Amoxsan yang mengandung Amoxicillin memberikan efek bakterisidal yang mampu untuk bekerja pada bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri yang membuat perkembangan sel terhambat sehingga sel tidak berkembang dan rusak hingga akhirnya mati.

Manfaat Amoxan

Manfaat amoxan secara umum adalah mengatasi berbagai penyakit yang berkaitan dengan infeksi bakteri dan infeksi jamur. Berdasarkan cara kerja dari bahan aktif Amoxicillin yang ada di dalamnya, berikut adalah beberapa manfaat Amoxan:

  • Infeksi saluran pernapasan atas maupun bawah meliputi peradangan pada faring, amandel, radang tenggorokan, hingga radang paryu-paru yang disebabkan oleh berbagai bakteri seperti H. influenzae, Streptococcus spp., S. pneumoniae, atau Staphylococcus spp.
  • Infeksi saluran kemih yang ditandai dengan nyeri di daerah bahah pusar, dan anyang-anyangan. Infeksi saluran kemih biasanya disebabkan oleh beberapa jenis bakteri seperti E. coli, Enterococcus faecalis, dan Proteus mirabilis
  • Mengatasi tukak lambung atau tukak duodenum yang disebabkan oleh barkteri Helicobacter pylori. Umumnya pengobatan untuk tukak lambung dan tukak usus dua belas jari dibarengi dengan penggunaan obat lainnya seperti Lansoprazole dan Klaritromisin
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak yang menyebabkan abses dan pyoderma yang disebabkan oleh bakteri
  • Otitis media atau infeksi pada bagian tengah telinga
  • Infeksi saluran bilier yang bisa menyababkan saluran empedu.

Dosis Amoxan

Amoxan atau Amoxsan tersedia dalam berbagai macam bentuk dan dosis di pasaran seperti berikut ini:

  • Amoxan kapsul 250 mg dan 500 gr
  • Amoxan tablet dispersibel 250 mg
  • Amoxan sirup dengan kandungan 125 mg Amoxicillin untuk setiap satu sendok takar (5 ml)
  • Amoxan sirup forte dengan kandungan 250 mg Amoxicillin untuk setiap satu sendok takar.
  • Amoxan pediatric drops dengan komposisi Amoxicillin 100 mg/ml.

Pemberian dosis Amoxan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien dan harus melalui resep dokter. Berikut adalah dosis Amoxan yang umum diberikan untuk kondisi tertentu:

  • Infeksi ringan hingga sedang
    • Dewasa atau anak-anak dengan berat >20 kg: 250-500 mg diberikan setiap 8 jam sekali.
    • Anak dengan berat di bawah 20 kg: 20-40 mg/kg berat badan diberikan setiap 8 jam sekali.
    • Anak dengan berat di bawah 6 kg: 0.50 ml – 1.0 ml diberikan setiap 8 jam sekali, gunakan pediatric drops.

Tidak ditemukan aturan dosis untuk jenis infeksi lainnya. Dosis bisa ditingkatkan jika infeksi yang dialami juga lebih parah. Sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai dosis Amoxan yang tepat untuk gangguan yang Anda alami. Jangan mengubah dosis tanpa konsultasi lebih dulu dengan dokter atau apoteker.

Efek Samping Amoxan

Sama seperti obat lain pada umumnya, penggunaan Amoxan juga bisa menimbulkan beberapa efek samping yang perlu Anda waspadai seperti berikut ini:

  • Gangguan pencernaan seperti nyeri perut, mual, muntah, dan diare
  • Sakit kepala ringan
  • Reaksi alergi seperti ruam merah, gatal, pembengkakan, hingga kesulitan bernapas
  • Rasa gatal atau keluar cairan dari vagina
  • Lidah bengkak atau berwarna kehitaman
  • Diare berdarah
  • Gangguan pada mulut seperti gusi bengkak, sakit tenggorokan, sariawan.
  • Gejala flu dan batuk
  • Nyeri sendi, kesemutan, mati rasa
  • Muncul bintik merah pada kulit atau terjadi pendarahan yang tidak biasa.

Jika Anda mengalami efek samping yang disebutkan di atas, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter untuk ditangani.

Perhatian dan Peringatan

Sebelum menggunakan Amoxan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal di bawah ini yang bisa menjadi perhatian dan peringatan bagi Anda:

  • Pengunaan Amoxan sebaiknya dihindari oleh pasien yang hipersensitif terhadap amoxicillin dan penisilin, juga antibiotik jenis beta-laktam lainnya.
  • Penggunaan Amoxan jangka panjang tidak disarankan untuk pasie dengan gangguang fungsi ginjal dan hati.
  • Amoxicillin diklaim boleh digunakan oleh wanita hamil dan menyusui, namun penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dulu pada dokter.
  • Interaksi obat perlu diwaspadai jika obat digunakan bersama dengan probenesid, allopurinol, antibiotik golongan kloramfenikol, sulfonamid, tetrasiklin, dan makrolid, karena bisa menyebabkan kinerja obat menurun atau meningkatkan risiko timbulnya efek samping.