Terbit: 15 Januari 2020 | Diperbarui: 15 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Amiloride adalah obat kombinasi yang biasanya digunakan bersama obat lain untuk mencegah hipokalemia, menjaga kadar kalium yang terlalu rendah, dll. Ketahui amiloride obat apa, fungsi obat, dosis obat, efek samping, dll.

Amiloride: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Aturan Pakai, dll

Informasi Umum Obat Amiloride

Berikut ini adalah informasi umum obat amiloride, yaitu:

Nama Obat Amiloride
Kandungan Obat Amiloride
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Obat diuretik untuk mengatasi hipertensi, hipokalemia, mencegah stroke, dan masalah ginjal
Sediaan Obat Tablet oral
Harga Obat Rp2.222/Tablet

Harga obat amiloride mungkin berbeda di setiap apotik. Merek dagang obat ini adalah Midamor, Lorinid Mite Tab 50S, dll

Amiloride Obat Apa?

Amiloride adalah obat diuretik potassium-sparing diuretic (water pill) yang berperan untuk mencegah penyerapan garam terlalu banyak di tubuh Anda. Obat diuretik adalah golongan obat yang membuang garam dan ekstra air sambil mencegah ginjal agar tidak membuang terlalu banyak kalium.

Obat ini umumnya digunakan bersama dengan obat diuretik lainnya yaitu furosemide dan diuretik thiazide seperti hydrochlorothiazide untuk mengobati tekanan darah tinggi, mencegah risiko gagal jantung, dan edema.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Obat ini juga digunakan untuk mencegah hipokalemia yaitu kondisi ketika kadar kalium di tubuh Anda terlalu rendah. Selain itu, obat amiloride mungkin juga digunakan dalam indikasi atau kombinasi obat lainnya yang harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Fungsi Obat Amiloride

Berikut ini adalah fungsi obat amiloride sebagai golongan obat diuretik, yaitu:

  • Mengatasi hipokalemia pada gagal jantung.
  • Mengatasi hipokalemia pada kondisi lainnya.
  • Mengobati gagal jantung kongestif.
  • Mengobati edema, yaitu penimbunan cairan di dalam jaringan tubuh yang mengakibatkan pembengkakan.
  • Mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Mengatasi asites, yaitu cairan pada dinding perut dan organ perut bagian dalam yang terjadi karena penyakit gagal ginjal, liver, atau gagal jantung.

Umumnya, obat ini diberikan bersama dengan obat-obatan lainnya untuk indikasi penyakit tertentu.

Baca Juga: Gagal Jantung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Dosis Obat Amiloride

Berikut ini adalah panduan dosis obat amiloride untuk mengatasi asites pada orang dewasa, yaitu:

  • Dosis Awal: 5 mg oral obat diminum sekali sehari.
  • Dosis Perawatan: 5-10 mg obat diminum sekali sehari.

Panduan dosis obat amiloride untuk mengobati gagal jantung kongestif pada orang dewasa, yaitu:

  • Dosis Awal: 5 mg oral diminum sekali sehari.
  • Dosis Perawatan: 5-10 mg diminum sekali sehari.

Dosis obat amiloride untuk mengobati  edema pada orang dewasa, yaitu:

  • Dosis Awal: 5 mg oral diminum sekali sehari.
  • Dosis Perawatan: 5-10 mg  diminum sekali sehari.

Dosis obat amiloride untuk mengobati hipertensi pada orang dewasa, yaitu:

  • Dosis Awal: 5 mg oral obat diminum sekali sehari.
  • Dosis Perawatan: 5-10 mg obat diminum sekali sehari.

Dosis obat amiloride pada setiap orang mungkin berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi kesehatan pasien dan indikasi penyakit lainnya yang mungkin dialami.

Baca Juga: 8 Dampak Kesehatan Kebanyakan Makan Garam

Interaksi Obat Amiloride

Interaksi obat adalah kondisi dimana dua obat atau lebih, vitamin, suplemen, atau obat herbal lainnya diminum secara bersamaan dan menyebabkan semua kandungan tidak bekerja secara efektif hingga menimbulkan risiko efek samping atau alergi.

Berikut ini adalah risiko interaksi obat amiloride apabila diminum bersamaan dengan obat:

  • Advair Diskus (fluticasone / salmeterol)
  • Aspirin dosis rendah (aspirin)
  • Bumetanide
  • Bystolic (nebivolol)
  • Kalsium 600 D (kalsium / vitamin d)
  • Captopril
  • CoQ10 (ubiquinone)
  • Cymbalta (duloxetine)
  • Diovan (valsartan)
  • Minyak Ikan (asam lemak tak jenuh ganda omega-3)
  • Flonase (fluticasone nasal)
  • Furosemide
  • hidroklorotiazid
  • Lasix (furosemide)
  • Lipitor (atorvastatin)
  • Lisinopril
  • Lithium
  • Losartan
  • Lyrica (pregabalin)
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • Protonix (pantoprazole)
  • Singulair (montelukast)
  • Spironolakton
  • Synthroid (levothyroxine)
  • Triamterene
  • Tylenol (acetaminophen)
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Vitamin D3 (cholecalciferol)

Selain itu, interaksi obat ini juga mungkin terjadi apabila Anda memiliki riwayat penyakit:

  • Asidosis
  • Diabetes
  • Elektrolit / cairan
  • Hiperkalemia

Harap selalu konsultasikan pada dokter Anda tentang semua obat yang sedang Anda gunakan dan riwayat penyakit yang Anda alami untuk mengurangi risiko interaksi obat atau efek samping, serta meningkatkan fungsi obat untuk menyembuhkan penyakit Anda.

Baca Juga: Obat Hipertensi Bisa Sebabkan Kerusakan Ginjal? Begini Faktanya!

Efek Samping Obat Amiloride

Berikut ini adalah risiko efek samping obat mulai dari efek ringan hingga parah, yaitu:

  • Mengantuk
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit punggung
  • Demam
  • Merasa lemah, letih, dan lesu
  • Gugup atau bingung
  • Perubahan suasana hati
  • Kesemutan
  • Halusinasi
  • Gangguan pernapasan
  • Kejang
  • Dada sesak
  • Koma

Apabila Anda mengalami gejala efek samping obat amiloride atau reaksi alergi seperti kulit ruam merah dan gatal, segera hentikan dosis dan hubungi dokter.

Peringatan Obat Amiloride

Penting untuk menggunakan obat sesuai dengan resep dokter atau membaca terlebih dahulu petunjuk penggunaan untuk keefektifan obat dan kesehatan Anda. Berikut ini adalah peringatan obat ini:

  • Sebelum minum ini, beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi obat apapun.
  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes, dehidrasi, atau ketidakseimbangan garam dan mineral yang tidak ditangani dengan baik.
  • Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat ini dengan pemakaian obat-obatan terlarang atau alkohol.
  • Obat ini dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah, jadi Anda harus mengurangi asupan makanan tinggi kalium seperti jus jeruk dan pisang.
  • Konsultasikan pada dokter apabila Anda ingin mengonsumsi obat ini dalam keadaan hamil atau sedang menyusui.

Petunjuk Penyimpanan Amiloride

Menyimpan obat di tempat yang benar akan berpengaruh pada kinerja obat. Berikut ini panduan cara menyimpan obat dengan benar agar tidak rusak:

  • Paparan cahaya, panas, air dan kelembapan dapat merusak kandungan obat.
  • Simpan obat-obatan Anda di tempat yang sejuk dan kering atau di bawah suhu 30°C.
  • Anda dapat menyimpan obat di kotak obat khusus, kotak P3K, atau laci lemari.
  • Jauhi obat dari kompor, wastafel, dan semua peralatan panas.
  • Selalu simpan obat dalam wadah aslinya.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Selalu simpan obat Anda di luar jangkauan dan di luar jangkauan anak-anak.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan spesifik.

Itulah pembahasan tentang amiloride obat apa. Harap selalu konsultasikan pada dokter untuk upaya penyembuhan yang terbaik. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda.

 

  1. Multum, Cerner. 2019. AmilorideDrug. https://www.drugs.com/mtm/amiloride.html. (Diakses pada 14 Desember 2019).
  2. WebMD. 2019. AmilorideHCL. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11481/amiloride-oral/details. (Diakses pada 14 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi