Terbit: 15 Mei 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Amadiab adalah obat dengan kandungan bahan aktif Glimepiride.Obat ini merupakan salah satu obat dari golongan antidiabetik oral dari jenis sulfonylurea. Obat ini digunakan untuk pengobatan diabetes tipe 2. Kenali lebih jauh tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini.

Amadiab: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Rangkuman Informasi Obat Amadiab

Nama Obat Amadiab
Kandungan Obat Glimepiride
Kelas Terapi Obat Antidiabetik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Menurunkan kadar gula darah
Dikonsumsi oleh Dewasa
Sediaan Obat Tablet

Amadiab Obat Apa?

Amadiab adalah obat dengan kandungan bahan aktif Glimepiride. Obat ini termasuk ke dalam obat antidiabetik oral dari jenis sulfonylurea.

Obat dari jenis sulfonylurea bekerja meningkatkan sekresi insulin dengan cara menstimulasi sel-sel beta di pulau langerhans pankreas (daerah pada pankreas yang mengandung sel-sel endokrin). Obat ini juga bekerja meningkatkan efisiensi kerja insulin.

Manfaat Amadiab

Berdasarkan cara kerjanya, manfaat obat ini secara umum adalah untuk menurunkan kadar gula darah. Amadiab digunakan untuk kondisi hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi pada pasien yang mengalami diabetes melitus tipe 2.

Biasanya obat jenis sulfonylurea digunakan untuk mengontrol gula darah ketika diet, olahraga, dan penurunan berat badan tidak cukup efektif untuk mengontrol gula darah tanpa menggunakan obat-obatan.

Penggunaan obat bukan untuk menggantikan diet dan aktivitas fisik untuk mengontrol gula darah, tapi harus dilakukan secara bersamaan.

Dosis Amadiab

Obat ini hadir dalam bentuk tablet sediaan 1 mg, 2 mg, 3 mg, dan 4 mg. Dosis Amadiab pada dasarnya diatur oleh kadar gula yang diinginkan. Dosis bersifat individual dan ditentukan berdasarkan respons dan toleransi pasien.

Pemeriksaan glukosa dalam darah dan urine harus dilakukan secara rutin untuk melihat respons tubuh terhadap obat dan dosis efektif minimum dari obat ini.

Berikut adalah aturan pemberian dosis yang lazim dilakukan:

  • Dosis awal yang umum diberikan adalah 1 mg, diberikan 1 kali sehari.
  • Jika diperlukan, dosis harian dapat ditingkatkan. Peningkatan dosis ini harus didasarkan pada pemantauan gula darah secara teratur.
  • Peningkatan dosis harus dilakukan bertahap, yaitu pada interval 1 hingga 2 minggu, dan dilakukan bertahap sebagai berikut: 1 mg-2 mg-3 mg-4 mg, dan dapat mencapai 8 mg dalam kasus pengecualian.
  • Kisaran dosis pada pasien diabetes terkontrol dengan baik dalam 1-4 mg setiap hari.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis harus selalu berdasarkan saran dokter dan meninjau hasil dari pemeriksaan gula darah. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Amadiab

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum Amadiab dan penggunaannya yang benar:

  • Obat ini sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Obat dikonsumsi dengan cara langsung ditelan bersama dengan segelas air.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Amadiab

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Amadiab yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Amadiab

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah beberapa efek samping Amadiab yang mungkin muncul:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Konstipasi
  • Gangguan fungsi hati
  • Reaksi alergi
  • Hipoglikemia

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Amadiab

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan obat Amadiab:

  • Obat diabetes lainnya
  • Olanzapine
  • Clozapine
  • Thiazides
  • Kortikosteroid
  • Estrogen

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, hingga herbal. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Amadiab

Amadiab termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Ikuti petunjuk penggunaan obat ini dengan seksama untuk menjaga keamanannya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Amadiab:

  • Jangan gunakan obat Amadiab pada pasien yang hipersensitif pada Glimepiride dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Waspada jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat sejenis.
  • Jangan berikan obat ini dengan pasien yang memiliki kondisi diabetes melitus tipe 1, ketoasidosis, infeksi parah, trauma, porfiria, koma atau pra-koma diabetes, gangguan hati berat, gangguan ginjal berat, hamil, menyusui.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien lanjut usia, lemah atau mengalami kurang gizi, dan mengalami insufisiensi adrenal atau hipofisis.
  • Penggunaan Amadiab jangan panjang atau dosis berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia. Pasien diharuskan untuk mengontrol kadar gula darah secara berkala untuk mengetahui efektivitas obat.

 

  1. Caporuscio, Jessica. 2019. What to know about glimepiride. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326145.php#interactions.(Diakses 15 Desember 2019).
  2. Generic Drugs. Amadiab Uses. https://www.ndrugs.com/?s=amadiab. (Diakses 15 Desember 2019).
  3. PIONAS BPOM. GLIMEPIRID. http://pionas.pom.go.id/monografi/glimepirid. (Diakses 15 Desember 2019).
  4. PIONAS BPOM. Amadiab. http://pionas.pom.go.id/obat/amadiab. (Diakses 15 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi