Terbit: 2 Juni 2019 | Diperbarui: 29 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Alloris obat apa? Alloris adalah obat yang dapat mengobati alergi nasal, rhinitis alergi, rhinitis vasomotor, dan lainnya. Obat Alloris tergolong ke dalam antihistamin oral yang tidak menimbulkan sedasi. Jika ingin membeli Alloris diperlukan resep dokter karena merupakan obat keras.

Alloris – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Penggunaan Alloris harus dilakukan secara hati-hati. Oleh karena itu, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang bentuk sediaan, kandungan, kegunaan, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping Alloris, dan harga obat Alloris.

Rangkuman Informasi Obat Alloris

Nama Alloris
Golongan Obat Antihistamin dan Alergi
Bentuk Sediaan Tablet dan sirup
Kandungan Loratadin
Manfaat Meredakan gejala alergi, mencegah urtikaria, dan lainnya
Indikasi Penggunaan Rhinitis alergi, alergi nasal, dan lainnya
Kontraindikasi Hipersensitivitas, bayi, ibu hamil, dan lainnya
Cara pakai Diminum setelah makan
Dosis 1 tablet sehari, 1-2 sendok takar per hari
Efek samping sakit kepala, mulit kering, retensi urin, dan lainnya
Harga Rp60.000 hingga Rp 70.000/strip (tablet), Rp75.000/botol (sirup)

Bentuk Sediaan Alloris

Alloris yang beredar di pasaran tersedia dalam dua jenis bentuk sediaan oral. Kedua bentuk sediaan obat Alloris adalah tablet dan sirup. Alloris tablet memiliki kekuatan dosis 10 mg per tablet.

Obat Alloris dalam bentuk tablet dijual dalam satuan strip atau dos. Setiap satu dos berisi 10 strip dan pada masing-masing strip berjumlah 10 tablet Alloris. Ada pula Alloris dalam bentuk sediaan sirup.

Kekuatan dosis Alloris sirup adalah 5 mg/5 mL cairan sirup. Sirup Alloris dijual dalam kemasan botol dengan berat bersih sebesar 60 mL per botol. Baik dalam bentuk tablet maupun sirup, Alloris harus disimpan di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak karena merupakan obat keras.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Selain itu, obat Alloris sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari bisa mengubah struktur kimia dan cara kerjanya.

Kandungan Alloris

Kandungan yang ada di dalam Alloris adalah Loratadin. Loratadine termasuk bahan aktif obat yang tergolong antihistamin dari kelompok non sedatif karena tidak menimbulkan sedasi. Cara kerja Alloris dengan mengurangi sekresi nasal dan bersin. Akan tetapi, Alloris kurang efektif untuk kongesti hidung.

Kegunaan Alloris

Sebagai antihistamin, Kegunaan obat Alloris 10 mg dan Alloris sirup adalah untuk meredakan gejala alergi nasal, rhinitis alergika, dan rhinitis vasomotor. Beberapa gejala yang umumnya muncul pada kondisi tersebut di antaranya adalah bersin-bersin, pilek, hidung gatal, hidung tersumbat, sensasi terbakar, dan lainnya.

Alloris juga bermanfaat untuk mencegah urtikaria, alergi obat, serangan serangga, dan reaksi alergi. Anda bisa mendapatkan manfaat Alloris jika menggunakannya sesuai dengan aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.

Indikasi Alloris

Penggunaan obat Alloris memerlukan indikasi agar tujuan pengobatan bisa tercapai dan efek samping Alloris bisa dihindari. Pasalnya, Alloris merupakan obat keras yang memiliki efek samping serius jika digunakan tidak sesuai dengan indikasi.

Orang yang mengalami alergi nasal, rhinitis alergika, dan rhinitis vasomotor, hay fever, urtikaria, alergi obat, serangan serangga, dan reaksi alergi bisa menggunakan obat Alloris. Alloris juga bisa digunakan di luar dari kondisi tersebut.

Kontraindikasi Alloris

Tidak semua pasien yang memiliki indikasi Alloris bisa menggunakan obat alergi ini. Penderita hipersensitivitas terhadap Alloris atau antihistamin lainnya sebaiknya tidak menggunakan Alloris.

Bayi prematur, bayi baru lahir, anak di bawah usia 2 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui tidak bisa menggunakan obat Alloris. Obat Alloris juga dikontraindikasikan terhadap penderita asma akut dan porfiria.

Peringatan Penggunaan Obat Alloris

Penderita hipertrofi prostat, epilepsi, retensi urin, dan obstruksi pyloroduodenal perlu menggunakan obat Alloris dengan hati-hati. Hal yang sama juga berlaku pada orang yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal.

Anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki faktor risiko glaukoma sudut sempit perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat Alloris. Hal ini bertujuan agar terhindar dari efek samping Alloris.

Dosis Alloris

Gunakanlah Alloris sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai resep dokter. Dosis Alloris sirup pastinya tidak sama dengan obat Alloris dalam bentuk sediaan tablet.

Dosis Alloris tablet bagi orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun adalah 1 tablet dalam sehari. Alloris sirup memiliki dosis yang berbeda-beda tergantung usia pasien.

Berikut ini adalah dosis Alloris syrup untuk beberapa golongan usia:

  1. Anak dengan BB < 30 kg                     : 1 sendok takar per hari (5 mL)
  2. Anak 2-12 tahun dengan BB > 30 kg    : 2 sendok takar per hari (10 mL)
  3. Dewasa dan anak > 12 tahun              : 2 sendok takar per hari (10 mL)

Efek Samping Alloris

Sama seperti obat keras pada umumnya, Alloris juga memiliki beberapa efek samping. Efek samping Alloris yang umum terjadi adalah sakit kepala, lemas, mulut kering, gangguan psikomotor, retensi urin, pandangan kabur, dan gangguan saluran cerna.

Selain itu, efek samping Alloris juga dapat menyebabkan kantuk. Oleh karena itu, jika Anda mengendarai kendaraan sendiri atau bekerja dengan alat berat, maka sebaiknya tidak menggunakan obat Alloris.

Pemberian Alloris pada dosis tinggi memiliki efek kantuk yang lebih tinggi. Anak-anak dan lansia yang menggunakan Alloris juga cenderung lebih mudah merasa kantuk daripada golongan usia lain.

Meskipun jarang terjadi, tetapi tidak menutup kemungkinan bila Alloris memiliki efek samping berupa tekanan darah menurun, tremor, palpitasi, glaukoma sudut sempit, konvulsi, aritmia, bingung, depresi, insomnia, kelainan darah, dan disfungsi hepar.

Efek samping Alloris juga dapat memicu terjadinya reaksi alergi pada penderita hipersensitivitas terhadap Loratadin atau antihistamin lain. Beberapa tanda reaksi alergi, yaitu gatal, ruam kulit, pusing, mual, muntah, diare, sakit perut, sesak napas, dan wajah bengkak.

Harga Alloris

Obat Alloris memiliki harga jual yang berbeda-beda tergantung pada lokasi daerah, jenis apotek, dan lainnya. Harga Alloris tablet memiliki kisaran antara Rp60.000 hingga Rp 70.000/strip (10 tablet) atau Rp600.000 hingga Rp700.000/dos. Alloris syrup dibanderol dengan harga berkisar Rp75.000/botol.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Loratadin. http://pionas.pom.go.id/monografi/loratadin [diakses pada 29 Mei 2019]
  2. PIONAS-BPOM: Antihistamin. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-3-sistem-saluran-napas-0/34-antihistamin-hiposensitisasi-dan-kedaruratan-alergi/341 [diakses pada 29 Mei 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi