Terbit: 19 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Abbotic obat apa? Abbotic adalah obat antibakteri atau antibiotik yang bisa mengatasi beberapa jenis infeksi yang memengaruhi kulit dan saluran pernapasan. Anda membutuhkan resep dokter untuk bisa membeli obat abbotic di apotek. Pasalnya, penggunaan antibiotik abbotic harus dilakukan secara hati-hati.

Abbotic – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat abbotic termasuk informasi tentang bentuk sediaan abbotic, kandungan abbotic, harga abbotic, indikasi abbotic, kontraindikasi abbotic, manfaat abbotic, dosis abbotic, dan efek samping abbotic.

Rangkuman Informasi Obat Abbotic

  • Nama                                   : Abbotic
  • Golongan Obat                      : Antibakteri » Makrolida
  • Bentuk Sediaan                     : Tablet, kaptabs, sirup kering, dan cairan injeksi
  • Kandungan                           : Klaritromisin
  • Harga                                   : Rp40.000-60.000/ tablet dan Rp150.000-300.000/ botol
  • Manfaat                                : Mengobati beberapa jenis penyakit infeksi
  • Indikasi Penggunaan              : Faringitis, sinusitis, otitis media, dan lainnya
  • Kontraindikasi                       : Hipersensivitas, penyakit hati, dan lainnya
  • Dosis                                    : 2 kali sehari atau tergantung kondisi infeksi
  • Cara pakai                            : Oral dan injeksi
  • Efek samping                        : Reaksi alergi, dispepsia, dan lainnya

Bentuk Sediaan Abbotic

Obat abbotic yang tersedia memiliki beberapa jenis bentuk sediaan. Bentuk sediaan abbotic bisa oral dan non oral. Abbotic per oral memiliki bentuk sediaan berupa tablet pelepasan lambat, tablet salut selaput, kaptabs, dan sirup kering.

Bentuk sediaan non oral dari obat abbotic yaitu cairan injeksi. Tablet atau kaplet abbotic biasanya mengandung kekuatan dosis 250 per tablet atau 500 mg per tablet.

Sirup kering abbotic tersedia dengan dua  jenis kekuatan dosis, yaitu 125 mg/ 5 mL dan
250mg/ 5mL. Serbuk injeksi abbotic mengandung 500 mg bahan aktif untuk setiap satu vial.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Jadi, sebaiknya Anda memerhatikan kekuatan dosis bahan aktif yang tertera pada kemasan obat abbotic dengan bentuk sediaan tertentu. Ini penting karena bisa mencegah Anda dari kekeliruan dosis yang memicu efek samping tertentu.

Kandungan Abbotic

Obat abbotic mengandung klaritromisin yang merupakan turunan dari bahan aktif eritromisin. Baik eritromisin maupun klaritromisin, keduanya merupakan bahan aktif yang berasal dari antibiotik golongan makrolida. Cara kerja klaritromisin dalam mengobati infeksi adalah menghambat pertumbuhan batkeri.

Klaritromisin memiliki aktvitas yang lebih kuat daripada eritromisin. Namun, efek samping klaritromisin pada saluran pencernaan lebih sedikit dibanding eritromisin. Kandungan obat abbotic ini juga memiliki spektrum antibakteri yang mirip dengan penisilin.

Harga Obat Abbotic

Harga obat abbotic berbeda untuk setiap jenis bentuk sediaan. Pada bentuk sediaan tablet, obat abbotic dibanderol dengan kisaran harga mulai dari Rp40.000 hingga 60.000/ tablet. Abbotic memang merupakan obat antibakteri yang memiliki harga lebih tinggi daripada obat antibakteri lainnya seperti Super Tetra atau lainnya.

Setiap satu blister obat abbotic berisi 2 tablet abbotic, sedangkan setiap satu dos berisi 5 blister atau 10 tablet abbotic. Harga per blister adalah Rp80.000-120.000 dan harga per dos sekitar Rp400.000-600.000.

Obat abbotic dengan bentuk sediaan berupa sirup kering memiliki harga yang dipengaruhi oleh berat bersih. Harga sirup kering abbotic dengan berat bersih sebanyak 30 mL berkisar Rp150.000 per botol, sedangkan netto 50 mL berkisar Rp200.000-300.000 per botol.

Indikasi Abbotic

Abbotic termasuk antibiotik yang tidak boleh digunakan secara sembarangan. Anda harus memiliki indikasi medis jika ingin menggunakan obat abbotic. Hal ini bertujuan agar penggunaan obat abbotic tepat guna dan memberikan manfaat.

Berikut ini adalah beberapa indikasi penggunaan obat abbotic:

  • Pengobatan infeksi saluran pernapasan atas (faringitis, sinusitis akut,
  • Pengobatan infeksi ringan dan sedang pada kulit dan jaringan lunak
  • Pengobatan infeksi telinga (otitis media)
  • Pengobatan infeksi paru-paru (pneumonia)
  • Pengobatan bronkitis
  • Pengobatan bisul yang disebabkan oleh Helicobacter pylori
  • Pengobatan infeksi tenggorokan
  • Pencegahan dan pengobatan infeksi Mycobacterium Avium Complex
  • Terapi tambahan untuk eradikasi Helicobacter pylori pada tukak duodenum
  • Terapi tambahan untuk ulkus duodenum, endokarditis

Gunakanlah obat abbotic hanya jika Anda memiliki indikasi medis yang telah disebutkan di atas atau atas rekomendasi dokter. Jika Anda menggunakan abbotic tanpa adanya indikasi medis, maka manfaat abbotic bisa tidak bekerja.

Kontraindikasi Abbotic

Anda tidak bisa menggunakan abbotic jika memiliki masalah hipersensitivitas terhadap obat abbotic atau obat-obatan yang mengandung klaritromisin atau eritromisin. Pasalnya, penggunaannya dapat menimbulkan reaksi alergi.

Selain itu, pemakaian obat abbotic juga dikontraindikasikan dengan penderita jaundice, penyakit hati dan gangguan fungsi ginjal. Pemakaian obat abbotic tidak bisa dilakukan jika Anda sedang menjalani terapi obat seperti colchicine, pimozide, terfenadin, cisaprid, dan lainnya.

Ada pula beberapa kondisi yang bukan merupakan kontraindikasi tetapi memerlukan perhatian sebelum menggunakan obat abbotic.Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat abbotic, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau menderita porfiria.

Baca Juga: Colchicine – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Manfaat Abbotic

Manfaat obat abbotic adalah untuk mengobati beberapa penyakit infeksi yang terkait dengan kulit dan saluran pernapasan. Obat abbotic bisa mengobati pneumonia, faringitis, sinusitis, otitis media, bronkitis, infeksi kulit, infeksi jaringan lunak, dan infeksi tenggorokan.

Abbotic juga bermanfaat sebagai terapi tambahan pada masalah ulkus duodenum yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Namun, Anda juga perlu tahu bahwa obat Abbotic tidak digunakan untuk mengatasi masalah selesma, flu, atau infeksi virus lainnya.

Dosis Abbotic

Umumnya, dosis abbotic diberikan sebanyak 2 kali dalam sehari dan tidak boleh melebihi 10-1 hari. Namun, dosis abbotic disesuaikan dengan jenis dan tingkat infeksi yang dialami.

Oleh karena itu, Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan jenis dan derajat indikasi medis yang Anda alami. Dengan begitu, dokter bisa memberikan Anda dosis obat abbotic yang tepat sesuai kondisi medis Anda.

Efek Samping Abbotic

Penggunaan obat abbotic bisa menimbulkan beberapa efek samping tertentu. Hal ini bisa dikarenakan kekhususan reaksi tubuh Anda atau kesalahan dalam aturan pakai dan dosis.

Berikut ini adalah beberapa efek samping penggunaan obat abbotic:

  • Reaksi alergi (mual, muntah, pusing, diare, sesak napas, gatal-gatal)
  • Dispepsia
  • Gangguan indra perasa dan penciuman
  • Gigi dan lidah pucat
  • Glossitis
  • Stomatitis
  • Hepatitis
  • Myalgia
  • Arthalgia
  • Tinnitus
  • Pankreatitis
  • Insomnia
  • Ansietas
  • Psikosis
  • Hipoglikemia
  • Gagal ginjal
  • Dan lainnya

Jika Anda mengalami kondisi tersebut, maka hentikanlah penggunaan obat abbotic dan segeral mengunjungi rumah sakit atau klinik terdekat untuk segera mendapatkan bantuan medis.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM. Klaritromisin. http://pionas.pom.go.id/monografi/klaritromisin [diakses pada 18 April 2019]
  2. MedlinePlus: Clarithromycin. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692005.html [diakses pada 18 April 2019]
  3. Drugs: Clarithromycin. https://www.drugs.com/clarithromycin.html [diakses pada 18 April 2019]
  4. DrugInfoSys: Clarithromycin. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=858&type=1 [diakses pada 18 April 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi