Terbit: 7 Januari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Nyeri dada umum terjadi dan biasanya dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda penyakit tertentu. Ketahui apa penyebab nyeri dada, gejala, dan cara mengatasinya lengkap dalam pembahasan ini. 

Nyeri Dada: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Nyeri Dada?

Nyeri dada adalah gejala nyeri pada dada mulai dari intensitas rendah hingga tinggi tergantung pada penyebabnya. Gejala sesak dada mungkin berupa rasa sakit yang sangat menusuk di dada, nyeri terbakar, terasa tumpul, berlangsung lama, atau hanya sebentar. 

Sebagian besar gejala nyeri dada diakibatkan oleh masalah pada paru-paru, jantung, kerongkongan, tulang rusuk, saraf, atau otot. Sebagian gejalanya mungkin tidak berbahaya, namun beberapa kondisi lainnya dianggap mengancam jiwa.

Gejala Nyeri Dada

Gejalanya bervariasi, Anda mungkin mengalami nyeri dada sebelah kiri atau kanan, atau mungkin keduanya. Sakit dada terkait penyakit jantung akan menyebabkan gejala berupa: 

  • Dada terasa sesak atau tertekan. 
  • Nyeri punggung. 
  • Kelelahan. 
  • Sesak napas. 
  • Nyeri lengan.
  • Sakit kepala.  
  • Nyeri pada rahang. 
  • Mual. 
  • Sakit saat melakukan aktivitas berat. 
  • Nyeri dengan sensasi terbakar. 
  • Rasa nyeri yang menjalar ke leher, bahu, dan kedua tangan. 
  • Rasa nyeri hilang dan datang kembali, lalu gejala semakin buruk atau bervariasi. 

Gejala sakit dada yang tidak terkait masalah jantung, sebagai berikut: 

  • Gejala nyeri akan mereda atau hilang saat merubah posisi tubuh. 
  • Nyeri hanya terasa saat batuk atau menarik napas dalam. 
  • Sulit menelan. 
  • Nyeri muncul cukup lama, hingga beberapa jam. 
  • Demam atau panas dingin. 
  • Sakit dada disertai rasa asam atau sensasi ingin memuntahkan makanan. 
  • Batuk dan pilek. 
  • Nyeri menjalar hingga ke tulang belakang dan perut.
  • Berasal dari nyeri punggung yang menjalar ke dada. 

Sakit dada bisa berarti banyak hal dengan gejala berbeda. Terkadang sulit membedakan apakah gejala hanya berupa sakit dada biasa atau terkait masalah jantung. Tidak ada cara mudah untuk mengidentifikasinya selain dengan konsultasi ke dokter. 

Baca Juga: 7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Kapan Harus ke Dokter? 

Segera konsultasi ke dokter bila Anda mengalami sakit dada yang tidak dapat dijelaskan. Bila gejala datang dan pergi atau rasa nyeri yang tak tertahankan, segera hubungi bantuan medis.

Penyebab Nyeri Dada

Sakit atau sesak dada adalah gejala umum dari berbagai kondisi medis, mungkin terkait penyakit jantung, masalah pencernaan, nyeri otot biasa, dan sebagainya. Berikut ini beberapa kondisi medis yang menyebabkan sakit dada:

1. Masalah Jantung

Ciri umum penyakit jantung adalah sakit dada. Berikut ini masalah jantung yang menyebabkan sakit dada: 

  • Penyakit Arteri Koroner. Penyumbatan pada pembuluh darah jantung akan mengurangi aliran darah penuh oksigen ke otot jantung dan hasilnya Anda akan merasakan sensasi nyeri atau sesak. 
  • Serangan Jantung. Gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke otot jantung, kemudian menyebabkan serangan jantung karena jantung tidak mendapat aliran oksigen yang cukup. 
  • Angina. Angina adalah istilah untuk sakit dada akibat masalah aliran darah ke jantung. 
  • Perikarditis. Peradangan pada kantung yang mengelilingi jantung, akan menyebabkan nyeri tajam dan sesak napas. 
  • Diseksi Aorta. Pembuluh darah aorta yang robek atau pecah. 

Baca Juga: Penyakit Jantung Bawaan: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

2. Masalah Paru-Paru 

Berikut ini beberapa masalah paru-paru umum yang menyebabkan gejala chest pain:

  • Pneumonia. Infeksi atau peradangan pada kantung udara paru-paru. 
  • Bronkitis Virus. Infeksi saluran pernapasan akibat paparan virus rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV), virus influenza, dan coxsackievirus.
  • Emboli Paru. Gumpalan darah yang menyumbat arteri paru-paru. 
  • Paru-Paru Robek. Sakit dada akibat kerusakan paru-paru secara tiba-tiba atau sudah berlangsung beberapa jam, gejala lainnya berupa sesak napas. 
  • Pleuritis. Peradangan pada selaput pelapis paru-paru. 
  • Hipertensi Paru. Tekanan darah tinggi yang juga memengaruhi tekanan darah ke paru-paru.

3. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan bisa menyebabkan nyeri ada juga, termasuk: 

  • Masalah saat menelan akibat gangguan pada esofagus (kerongkongan). 
  • Penyakit batu empedu akan menyebabkan sakit perut yang menjalar ke dada. 
  • Kenaikan asam lambung juga menyebabkan sakit perut dan sensasi sakit pada dada. 

4. Nyeri Otot dan Gangguan Tulang 

Cedera, nyeri otot, atau masalah struktur pada dinding dada akan menyebabkan sakit dada. Berikut ini beberapa kondisinya:

  • Sakit otot kronis seperti fibromyalgia akan menyebabkan nyeri otot persisten dan menjalar ke dada. 
  • Kostokondritis, masalah pada tulang rawan bagian tulang rusuk, terutama peradangan tulang rusuk ke tulang dada akan menyebabkan sesak dada. 

Itulah penyebab sakit dada yang paling umum yang patut diwaspadai. Kondisi tersebut bisa menyebabkan nyeri dada sebelah kiri atau kanan.

Diagnosis Nyeri Dada

Jangan melakukan self-diagnosis atau diagnosis sendiri. Bila Anda merasa sering mengalami sesak dada yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter. Dokter akan bertanya seputar riwayat kesehatan, gejala yang Anda rasakan, dan obat-obatan apa yang sedang Anda konsumsi. 

Bila Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau risiko penyakit jantung dan dokter mencurigai gejala sesak dada terkait penyakit jantung, maka dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan, termasuk: 

  • Elektrodiagram (EKG) untuk memeriksa aktivitas listrik jantung.
  • Ekokardiogram untuk memeriksa kondisi jantung melalui gelombang suara yang akan diproyeksikan dalam gambar jantung bergerak. 
  • Tes MRI untuk mendeteksi bila ada kerusakan jantung. 
  • Rontgen dada untuk memeriksa kondisi semua organ dalam termasuk paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.
  • Tes angiogram untuk mendeteksi bila ada penyumbatan arteri. 
  • Tomografi terkomputerisasi atau CT scan untuk mendeteksi apakah ada penyumbatan arteri, jantung, paru-paru, atau masalah kesehatan lainnya.

Selanjutnya, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain yang sesuai dengan gejala, riwayat penyakit, dan kondisi kesehatan Anda saat ini.

Baca Juga: 6 Penyebab Sesak Dada Saat Batuk, Perlu Waspada?

Cara Mengatasi Nyeri Dada 

Cara mengatasi nyeri dada sebelah kiri tergantung pada penyebabnya. Dokter mungkin memberikan obat-obatan, saran pengobatan noninvasif, atau pembedahan untuk kondisi yang lebih serius. 

Berikut ini cara mengatasi nyeri dada sebelah kanan atau kiri: 

1. Obat Nyeri Dada

Obat-obatan untuk mengatasi gejala sakit dada secara umum, termasuk: 

  • Aspirin. Jika sakit dada berhubungan dengan masalah jantung. 
  • Obat Pengencer Darah. Jika sakit dada berhubungan dengan pembekuan arteri atau pembekuan darah yang menyumbat arteri.
  • Obat Penekan Asam Lambung (Antasida). Jika sakit dada berkaitan dengan kenaikan asam lambung ke kerongkongan. 
  • Obat Trombolitik. Jika sakit dada berkaitan dengan serangan jantung. 
  • Antidepresan. Bila sakit pada dada berkaitan dengan serangan panik atau kondisi psikologis lainnya. 

2. Prosedur Bedah dan Perawatan Lainnya 

Dokter mungkin akan menyarankan metode perawatan lain, termasuk: 

  • Reflasi Paru-Paru. Metode pengobatan untuk kerusakan paru-paru atau paru-paru kolaps dengan selang yang dimasukkan ke dada untuk mengisi paru-paru. 
  • Operasi Bypass. Operasi untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah arteri koroner. 

Dokter akan memberikan saran pengobatan lain, terutama bila gejala sesak dan sakit dada berkaitan dengan penyakit jantung. Dokter mungkin akan memberikan kombinasi obat nyeri dada dan prosedur lain sesuai kebutuhan perawatan Anda. 

Cara Mencegah Nyeri Dada

Nyeri dada sebelah kanan atau kiri mungkin tidak dapat dicegah, namun Anda dapat mengontrolnya dengan mengidentefikasi penyebabnya lebih awal. Bila memiliki riwayat medis seperti refluk asam, asma, gangguan kecemasan, atau gangguan terkait lainnya maka Anda harus menangani penyebab tersebut. 

Bila sesak pada dada berkaitan dengan penyakit jantung atau kondisi lain yang mengancam jiwa, silakan segera cari perawatan medis.

 

  1. Mayo Clinic. 2017. Chest pain. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chest-pain/diagnosis-treatment/drc-20370842. (Diakses pada 7 Januari 2021). 
  2. Moores, Danielle. 2019. Why Am I Having Chest Pain?. https://www.healthline.com/health/chest-pain. (Diakses pada 7 Januari 2021). 
  3. NHS. 2020. Chest pain. https://www.nhs.uk/conditions/chest-pain/. 
  4. WebMD. 2019. What’s Causing My Chest Pain?. https://www.webmd.com/pain-management/guide/whats-causing-my-chest-pain#1. (Diakses pada 7 Januari 2021). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi