Terbit: 7 Mei 2018 | Diperbarui: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat hamil, ada kalanya ibu merasa sering buang air kecil atau berkemih. Kadang hal ini membuat para ibu merasa risih atau tidak nyaman karena harus sering mondari-mandir ke toilet. Apakah hal ini adalah hal yang normal?

Normalkah Sering Buang Air Kecil Saat Hamil?

Penyebab ibu hamil sering buang air kecil

Ada beberapa penyebab mengapa ibu hamil sering buang air kecil, di antaranya:

1. Perubahan hormon

Salah satu hormon yang meningkat di saat hamil adalah hormon hCG. Hormon ini merupakan penyebab utama sering buang air kecil di saat hamil. Perubahan hormon ini dapat meningkatkan aliran darah menuju panggul dan ginjal sehingga membuat ibu sering buang air kecil.

2. Tekanan pada kandung kemih meningkat

Seiring dengan usia kehamilan dan ukuran janin yang semakin besar, maka rahim mulai berkembang, bergerak ke arah kandung kemih dan menekannya. Tekanan pada kandung kemih membuat kandung kemih menyempi sehingga tidak dapat menampung urine dalam jumlah banyak. Akibatnya, kandung kemih akan mengirim sinyal untuk mengosongkannya sesegera mungkin.

3. Meningkatnya volume darah selama kehamilan

Saat hamil, volume darah di tubuh ibu hamil meningkat. Hal ini menyebabkan semakin banyak cairan tubuh yang perlu diproses oleh ginjal hingga akhirnya dikeluarkan ke kandung kemih.

Sebagian ibu hamil mungkin merasakan keinginan untuk buang air kecil berbeda-beda di tiap trimesternya. Pada trimester pertama, buang air kecil menjadi lebih sering karena perubahan hormonal, disertai pembesaran rahim. Kondisi ini mungkin akan berkurang di trimester kedua, karena rahim sudah mulai stabil dan ukuran rahim menjauhi kandung kemih. Pada trimester ketiga, keinginan untuk buang air kecil akan kembali meningkat seiring posisi janin yang berada di bawah panggul yang menekan kandung kemih.

Kondisi ini adalah hal yang normal. Namun jika kondisi ini mengganggu Anda, maka sebaiknya hindari minum minuman yang bersifat diuretik seperti kafein atau soda. Tetapi jangan lupa untuk tetap minum air sebanyak 8-12 gelas sehari untuk mencegah dehidrasi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi