Terbit: 17 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Nistagmus adalah suatu kondisi di mana mata bergerak dengan cepat dan tidak terkendali. Seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya perlu memiringkan kepala untuk melihat suatu objek dengan jelas. Simak penjelasan selengkapnya mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Nistagmus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Nistagmus?

Nistagmus adalah suatu kondisi yang menyebabkan salah satu atau kedua mata bergerak cepat tanpa disadari. Gerakan mata bisa ke atas, ke bawah, atau berputar. Kondisi yang sering disebut sebagai ‘dancing eyes’ ini biasanya membuat penglihatan buram atau kabur.

Gejala Nistagmus

Gejala kondisi ini dapat bervariasi berdasarkan penyebab dan jenisnya, tetapi satu gejala yang akan selalu ada yaitu gerakan mata yang tidak bisa dikendalikan. Meski hal tersebut adalah satu-satunya gejala yang khas, akan tetapi terdapat gejala sekunder yang juga bisa terjadi, antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Masalah keseimbangan
  • Pusing
  • Sensitivitas cahaya meningkat
  • Penglihatan malam berkurang
  • Sering mengubah posisi kepala untuk melihat sesuatu
  • Mengalami oscillopsia, yaitu di mana objek tampak goyang atau bergetar padahal objek tersebut diam

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter ?

Jika Anda atau anak mengalami gerakan mata yang tidak teratur, konsultasi dengan dokter diperlukan. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter Spesialis Mata untuk melakukan tes dan merencanakan perawatan.

Penyebab Nistagmus

Pada dasarnya mata akan bergerak secara otomatis untuk menyesuaikan kondisi saat menggerakkan kepala. Hal ini berguna untuk menstabilkan objek yang sedang dilihat agar terlihat lebih tajam. Seseorang yang memiliki kondisi ini, area otak yang yang mengontrol gerakan mata tidak berfungsi dengan baik.

Dalam beberapa kasus, tidak jelas mengapa seseorang menderita kondisi ini. Dalam kasus lain, kondisi ini dapat dikaitkan dengan:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini
  • Albinisme (kekurangan melanin di dalam tubuh)
  • Masalah mata pada bayi/anak-anak, termasuk katarak, strabismus, dan masalah fokus
  • Masalah telinga bagian dalam, seperti penyakit Meniere
  • Mutliple sclerosis
  • Stroke (penyebab umum nistagmus pada orang tua)
  • Cedera kepala
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti lithium atau obat antikejang
  • Penggunaan alkohol atau narkoba

Faktor Risiko Nistagmus

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini, antara lain:

  • Kecenderungan genetik
  • Penyakit mata atau masalah penglihatan selama masa bayi, seperti bilateral optic nerve hypoplasia atau katarak kongenital
  • Gangguan mata, seperti degenerasi saraf optik, astigmatisme atau rabun jauh yang parah
  • Kondisi kesehatan, seperti penyakit spasmus nutans atau stroke
  • Cedera di kepala atau melibatkan sistem motorik tubuh
  • Penyalahgunaan alkohol atau menggunakan narkoba
  • Masalah telinga bagian dalam seperti infeksi, iritasi, atau vertigo posisi paroksismal jinak
  • Kekurangan tiamin atau vitamin B12
  • Kondisi yang mempengaruhi otak, misalnya tumor

Diagnosis Nistagmus

Diagnosis biasanya dilakukan oleh seorang ophthalmologist. Dokter medis yang khusus menangani perawatan mata dan penglihatan ini akan menanyakan tentang riwayat kesehatan untuk menentukan apakah ada masalah kesehatan yang mendasari, pengobatan, atau kondisi lingkungan yang mungkin berkontribusi pada masalah penglihatan.

Pemeriksaan nistagmus lainnya yang mungkin dilakukan oleh dokter adalah:

  • Mengukur penglihatan untuk menentukan jenis masalah penglihatan yang dialami
  • Melakukan tes ketajaman penglihatan (uji refraksi) untuk menentukan kekuatan lensa
  • Menguji bagaimana fokus dan gerakan mata, hal ini diperlukan untuk mencari masalah yang memengaruhi kontrol gerakan mata atau kondisi yang mempersulit penggunaan kedua mata secara bersamaan

Jika dokter tidak dapat menentukan penyebab kondisi ini setelah melakukan serangkaian tes di atas, tes lain yang mungkin diperlukan, antara lain:

  • Rekaman gerakan mata (untuk memastikan jenis dan melihat detail gerakan mata)
  • Pemeriksaan telinga
  • Pemeriksaan neurologis
  • Tes untuk mendapatkan gambar otak, termasuk CT scan dan magnetic resonance imaging (MRI)

Pengobatan Nistagmus

Perawatan untuk kondisi ini tergantung pada apakah gangguan terjadi karena bawaan atau akibat dari kondisi tertentu. Jika hal ini terjadi akibat kondisi bawaan maka pengobatan tidak diperlukan, akan tetapi berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu meningkatkan penglihatan:

  • Menggunakan kacamata
  • Menggunakan lensa kontak
  • Meningkatkan pencahayaan

Terkadang, gejala dari kondisi bawaan selama masa anak-anak bisa berkurang tanpa pengobatan. Jika anak memiliki kasus yang sangat parah, dokter mungkin menyarankan operasi yang disebut tenotomy untuk mengubah posisi otot yang mengontrol gerakan mata.

Operasi ini tidak dapat menyembuhkan nistagmus, tetapi dapat mengurangi sejauh mana anak Anda perlu menoleh untuk meningkatkan penglihatannya.

Sedangkan jika Anda terkena kondisi ini saat dewasa, pengobatan akan difokuskan pada penyebab yang mendasari. Beberapa pengobatan yang umum dilakukan:

  • Mengganti obat
  • Mengatasi kekurangan vitamin dengan suplemen dan penyesuaian pola makan
  • Obat tetes untuk mengatasi infeksi mata
  • Antibiotik untuk infeksi telinga bagian dalam
  • Botulinum toxin untuk mengobati gangguan penglihatan yang parah yang disebabkan oleh gerakan mata
  • Lensa kacamata khusus yang disebut prism
  • Operasi otak untuk gangguan sistem saraf pusat atau penyakit otak

Sementara seseorang yang mengalami rabun jauh parah, prosedur LASIK atau Visian ICL dapat membantu meningkatkan penglihatan.

Baca Juga: Kacamata Terapi: Jenis, Manfaat, dll

Komplikasi Nistagmus

Komplikasi yang bisa terjadi adalah berkurangnya ketajaman penglihatan dan gangguan koordinasi. Namun, kondisi ini juga bisa merupakan tanda dari kondisi medis atau penyakit serius yang mendasari, seperti trauma kepala, stroke, dan keracunan obat, kondisi yang dapat mengakibatkan komplikasi serius dan kerusakan permanen.

Pencegahan Nistagmus

Meski kondisi dapat membaik seiring waktu dengan atau tanpa pengobatan, perlu dipahami bahwa gangguan pada mata ini tidak bisa hilang sepenuhnya. Lantas, adakah pencegahan yang bisa dilakukan? Hingga kini tidak ada pedoman yang bisa digunakan untuk mencegah kondisi ini.

 

  1. Anonim. Nystagmus. https://www.webmd.com/eye-health/nystagmus#1. (Diakses pada 17 September 2020).
  2. Anonim. What Is Nystagmus?. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-nystagmus. (Diakses pada 17 September 2020).
  3. Anonim. Nystagmus. https://www.healthgrades.com/right-care/eye-health/nystagmus. (Diakses pada 17 September 2020).
  4. Anonim. Nystagmus. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=100682#:~:text=Risk%20Factors,nerve%20hypoplasia%20or%20congenital%20cataracts. (Diakses pada 17 September 2020).
  5. Debrowski, Adam. What is nystagmus? Understanding involuntary eye movements. https://www.allaboutvision.com/conditions/nystagmus.htm. (Diakses pada 17 September 2020).
  6. Gabbey, Amber Erickson. 2019. Causes of Uncontrolled Eye Movements and When to Seek Help. https://www.healthline.com/health/nystagmus#TOC_TITLE_HDR_1. (Diakses pada 17 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi