Terbit: 26 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Masih banyak orang yang menganggap nasi sisa kemarin sebagai makanan yang sehat. Bahkan, ada yang menyebut rutin mengonsumsinya bisa menurunkan risiko terkena diabetes. Hanya saja, ada juga yang menyebut makan nasi sisa berpotensi menyebabkan datangnya keracunan. Mana dari kedua hal ini yang sebenarnya sesuai dengan fakta medis?

Makan Nasi Sisa, Bikin Sehat atau Memicu Keracunan?

Dampak Makan Nasi Sisa

Sebenarnya, alasan utama mengapa kita makan nasi sisa adalah sayang untuk membuangnya. Biasanya, kita akan menghangatkannya kembali sebelum mengonsumsinya sebagai sarapan pagi, baik itu tetap dalam kondisi nasi putih atau menjadi nasi goreng.

Hanya saja, pada 23 Desember 2019 lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia mengunggah saran di media sosial Facebook dan Twitter yang isinya adalah tidak merekomendasikan siapa saja untuk menghangatkan kembali nasi sisa dan mengonsumsinya. Alasan utama dari larangan ini adalah adanya kemungkinan hal ini bisa memicu keracunan makanan.

Meskipun begitu, pakar kesehatan menyebut risiko keracunan makanan nasi sisa ini tidak terkait dengan proses pemanasan kembali nasi, melainkan karena proses penyimpanan nasi sisa tersebut yang bisa jadi kurang baik. Jika kita menempatkannya di suhu ruangan selama lebih dari empat jam, maka spora bakteri di dalam nasi akan aktif dan bisa membuat bakteri berkembang dengan pesat.

Masalahnya adalah bakteri ini bisa bertahan meski terpapar suhu tinggi. Hal ini berarti, jika sampai kita mengonsumsi nasi yang sudah memiliki bakteri-bakteri tersebut, risiko untuk terkena keracunan makanan dengan gejala seperti mual-mual, diare, dan sakit perut akan meningkat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

National Health Service menyarankan kita untuk segera menempatkan nasi sisa di dalam lemari es dan memanaskannya kembali jika ingin mengonsumsinya di lain waktu.

Tanda Nasi Sudah Tidak Layak Dikonsumsi

Pakar kesehatan menyebut ada tanda yang menunjukkan bahwa nasi sudah tidak layak untuk dikonsumsi sehingga sebaiknya dibuang saja.

Berikut adalah tanda-tanda tersebut.

  1. Teksturnya Cenderung Sangat Keras dan Kering

Biasanya, di dalam rice cooker nasi yang posisinya ada di dekat pemanas akan menjadi lebih kering dan keras. Tak hanya tidak enak, nasi ini sebenarnya sudah tidak layak dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh kelembapan di dalam nasi yang sudah benar-benar hilang sehingga nasi ini tidak bisa lagi dicerna.

  1. Tekstur Nasi Sangat Lembek dan Terlihat Berair

Jika nasi sudah terlihat berair, lembek, dan lengket, besar kemungkinan nasi ini sudah basi dan tak layak lagi untuk dikonsumsi. Tak hanya karena proses penyimpanannya yang tidak benar, seringkali hal ini disebabkan oleh cara memasak yang tidak baik.

  1. Warnanya Berubah

Nasi yang sudah berubah warna menjadi kekuningan dan kusam menandakan bahwa kualitas nasi ini sudah berkurang drastis akibat disimpan terlalu lama. Sebaiknya kita tak lagi mengonsumsinya.

  1. Aroma Tidak Sedap

Salah satu ciri khas nasi yang sudah basi dan tak layak lagi dikonsumsi adalah aromanya yang tidak sedap dan bisa membuat kita merasa mual atau jijik. Biasanya, nasi ini juga sudah mengalami perubahan tekstur atau rasa.

Tips Agar Nasi Tidak Mudah Basi

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk segera mengaduk-aduk nasi yang baru saja masak di rice cooker. Jika tidak diaduk, maka kemungkinan nasi untuk basi dengan lebih cepat akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya uap air yang bisa dikeluarkan akibat proses ini.

Selain itu, kita juga bisa menempatkan kain di antara tutup rice cooker dengan bagian atas wadah nasi demi menyerap uap air dan kelembapan sehingga mencegah nasi mudah basi.

 

Sumber:

  1. Cheung, Rainer. 2019. Consuming leftover rice could give you food poisoning, according to Malaysia’s Ministry of. asiaone.com/lifestyle/consuming-leftover-rice-could-give-you-food-poisoning-according-malaysias-ministry-health. (Diakses pada 26 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi