Benarkah Nasi Putih Bikin Gemuk dan Picu Diabetes?

Nasi-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/stu_spivack

DokterSehat.Com– Nasi putih dikenal luas sebagai makanan pokok di Indonesia. Bahkan, ada orang yang merasa belum makan kalau belum benar-benar makan nasi. Hanya saja, belakangan ini semakin banyak orang yang mulai membiasakan tidak makan nasi karena menganggapnya bisa memicu kegemukan dan diabetes. Sebenarnya, apakah nasi putih memang bisa menyebabkan masalah kesehatan ini?

Kaitan antara nasi dengan kegemukan dan diabetes

Selain menurunkan atau bahkan benar-benar menghindari nasi putih, ada orang yang menggantikannya dengan nasi merah atau nasi hitam yang dianggap lebih sehat.

Dalam realitanya, di dalam nasi putih terdapat kandungan kalori yang cukup tinggi. Sebagai contoh, jika kita memasaknya satu cangkir atau 158 gram saja, sudah terdapat kandungan kalori sebanyak 205 kkal. Selain itu, terdapat kandungan gula sebanyak 0,08 gram.

Meski kandungan kalori dan gulanya tergolong normal, nasi putih termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, apalagi jika kondisinya masih panas atau hangat. Hal ini berarti, setelah mengonsumsinya, kadar gula darah bisa naik dengan drastis. Jika tubuh tidak segera mengolahnya sebagai sumber energi dan kita tidak menggunakannya dengan baik, bisa jadi akan memicu datangnya diabetes.

Sementara itu, di dalam secangkir nasi putih terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, yakni sekitar 44,5 gram.  Mengonsumsinya dalam jumlah atau frekuensi yang wajar sebenarnya masih aman bagi tubuh, namun jika kita terbiasa makan nasi dalam jumlah yang banyak, maka hal ini akan memicu penumpukan lemak di dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

Melihat fakta ini, pakar kesehatan menyebut nasi putih memang terkait dengan kenaikan berat badan dan diabetes. Hanya saja, bukan berarti kita harus benar-benar menghindarinya. Asalkan dikonsumsi dengan porsi dan frekuensi yang tepat, nasi bisa dijadikan sumber energi yang baik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Hanya saja, jika kita ingin mengombinasikannya dengan nasi jenis lain seperti nasi merah dan nasi hitam, atau bahkan mengonsumsi sumber karbohidrat tinggi serat seperti roti gandum, hal ini tentu akan jauh lebih baik bagi kondisi berat badan, risiko diabetes, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Seberapa banyak porsi nasi yang aman untuk dikonsumsi setiap hari?

Pakar kesehatan menyebut kebutuhan kalori harian kita sekitar 2.000 kcal setiap hari. Jika kita terbiasa mengonsumsi nasi putih sebagai sumber utama karbohidrat, maka jumlah ini bisa dibagi menjadi tiga atau empat piring setiap hari.

Hanya saja, sebaiknya kita mengonsumsinya lebih banyak di waktu siang dibandingkan di waktu pagi atau malam hari karena di saat inilah tubuh membutuhkan energi lebih banyak sekaligus membakar kalori dengan lebih efektif.

Sebagian pakar diet menyarankan kita untuk mengonsumsi nasi dalam jumlah sekitar 500 gram setiap hari demi memenuhi kebutuhan kalori ini. Sebagai informasi, seratus gram nasi ini ukurannya hampir setara dengan sekepalan tangan orang dewasa. Hal ini berarti, dalam sehari kita membutuhkan nasi sekitar lima kepalan tangan orang dewasa yang dibagi menjadi tiga atau dua kali makan.

Pastikan untuk memperbanyak sayur dan buah

Menurunkan asupan nasi agar tidak berlebihan baik bagi kesehatan namun bisa membuat banyak orang mudah merasa lapar. Demi menyiasatinya, kita bisa menambah asupan sayur dan buah sebanyak 400 hingga 600 gram setiap hari. Keberadaan serat di dalam bahan makanan sehat ini akan membantu tubuh menjadi lebih kenyang dalam waktu yang lama sehingga kita pun tidak mudah tertarik untuk makan berlebihan atau mengonsumsi camilan yang tidak sehat.