Nasi Jagung Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes?

nasi-jagung-doktersehat
Photo Source: tatikprihatini.wordpress.com

DokterSehat.Com– Sebagian masyarakat dari beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur atau Jawa Timur masih mengonsumsi nasi jagung. Ada anggapan yang menyebutkan bahwa nasi jagung lebih sehat untuk dikonsumsi, khususnya bagi penderita diabetes. Apakah hal ini benar secara medis?

Pakar kesehatan menyebut nasi jagung sebagai bahan makanan yang diolah murni dari bahan jagung, bukannya nasi yang dicampur dengan jagung. Hanya saja, bagi sebagian orang yang belum terbiasa dengan rasa nasi jagung, mencampur nasi putih dengan jagung memang biasa dilakukan. Untuk anggapan yang menyebutkan bahwa nasi jagung lebih aman dikonsumsi penderita diabetes. Hal ini ternyata sesuai dengan fakta medis. Nasi ini memang mampu membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik dibandingkan dengan nasi putih.

Di dalam nasi jagung terdapat banyak kandungan menyehatkan seperti serat, vitamin A, B1,B2,B3, asam folat, fosfor, magnesium, selenium, serta mangan. Kandungan serat di dalamnya yang cukup tinggi mampu membuat proses pelepasan glukosa secara perlahan sehingga kadar gula darah di dalam tubuh tidak akan naik dengan cepat. Selain itu, nilai indeks glikemik nasi jagung juga cenderung lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Padahal, penderita diabetes diminta untuk memilih makanan dengan kadar indeks glikemik yang lebih rendah.

Kadar kalori di dalam nasi jagung juga lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Di dalam 100 gram jagung kita hanya akan mendapatkan 140 kalori, sementara itu, di dalam nasi putih dengan jumlah yang sama kita bisa mendapatkan 175 kalori. Hal ini berarti, penderita diabetes bisa menjaga asupan kalori harian tidak berlebihan dengan mengonsumsi nasi jagung. Hal ini tentu akan berimbas positif bagi kadar gula darah dan berat badannya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Artemio Salazar dari University of Philippines, dihasilkan fakta bahwa kandungan amilosa di dalam nasi jagung lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di dalam nasi putih. Hal ini membuat jagung dicerna dengan lebih lambat oleh perut sehingga kadar gula darah tidak akan muah naik dengan cepat.