Terbit: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebagian besar masyarakat di Indonesia kini menggunakan rice cooker untuk memasak sekaligus menghangatkan nasi. Nasi di dalam rice cooker ini bisa terus bertahan dalam kondisi hangat dalam waktu yang lama. Dengan nasi yang hangat, kita pun akan lebih menikmati makanan yang sedang dikonsumsi. Sayangnya, belakangan ini beredar pesan di aplikasi percakapan ponsel yang menyebutkan bahwa nasi yang terus dihangatkan di rice cooker bisa menyebabkan diabetes dan kanker. Apakah pesan ini sesuai dengan fakta medis?

Nasi Hangat Penyebab Diabetes?

Dilansir dari Antara, Pakar kesehatan dari FK Universitas Indonesia Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc menyebutkan bahwa nasi memiliki indeks glikemik tinggi sehingga bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Selain itu menghangatkan nasi dalam waktu yang lama seperti menempatkannya di dalam rice cooker juga bisa memicu peningkatan indeks glikemik pada nasi dengan signifikan.

“Jika dihangatkan dalam waktu yang lama di dalam rice cooker, nasi akan mengalami gelatinisasi. Hal ini akan menurunkan kadar serat sekaligus meningkatkan indeks glikemik nasi,” ucap dr. Saptawati.

Jika kita terlalu sering mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, maka dalam jangka panjang kita juga akan meningkatkan risiko terkena diabetes. Beberapa penyakit lainnya yang terkait dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah obesitas, penyakit jantung, dan beberapa jenis dari kanker yang berbahaya.

Dr. Saptawati pun menyarankan siapa saja untuk tidak menghangatkan nasi dalam waktu yang lama. Ia lebih menyarankan nasi untuk segera dikonsumsi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

“Proses pendinginan nasi bisa menghentikan gelatinisasi dan membuatnya tidak mengalami peningkatan indeks glikemik,” ungkap dr. Saptawati.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi