Terbit: 29 Agustus 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Nadolol adalah obat golongan beta-blocker yang bekerja memengaruhi jantung dan sirkulasi darah. Obat ini digunakan untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dan angina. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini.

Nadolol: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Nadolol

 Nama Obat  Nadolol
 Kandungan Obat  Nadolol
 Kelas Terapi Obat  Beta-blocker
 Kategori  Obat keras
 Tingkat Keamanan Menurut FDA  C (hanya boleh digunakan bila manfaat lebih besar dari risiko efek sampingnya)
 Fungsi Obat  Mengatasi angina dan hipertensi
 Dikonsumsi oleh  Dewasa
 Kontraindikasi ·         Alergi atau hipersensitif.

·         Asma.

·         Memiliki kondisi jantung serius seperti gagal jantung parah atau AV block (atrioventricular block) derajat 2 atau 3.

·         Jantung tidak memompa darah dengan baik.

 Sediaan Obat  Tablet

 

Nadolol Obat Apa?

Nadolol adalah dari golongan beta-blocker. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat detak jantung dan melemaskan pembuluh darah sehingga aliran darah meningkat dan tekanan darah menurun. Umumnya obat ini digunakan untuk mengatasi hipertensi dan angina (nyeri dada). Penggunaan obat beta-blocker tidak umum untuk anak-anak.

Merek Dagang Nadolol

Di Indonesia, nadolol dijual dengan merek dagang Farmagard. Obat ini dapat dijual dengan merek dagang yang berbeda-beda di setiap negara.

Fungsi Obat Nadolol

Fungsi obat ini yang paling umum adalah untuk mengatasi kondisi seperti:

  • Angina (nyeri dada)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Aritmia (detak jantung tidak teratur)
  • Pencegahan migrain
  • Tremor yang disebabkan oleh penyakit Parkinson

Selain untuk mengobati kondisi yang disebutkan di atas, obat ini juga mungkin digunakan untuk tujuan lain yang tidak tertera pada kemasan obat.

Peringatan dan Perhatian Nadolol

Nadolol termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Ikuti petunjuk dokter dengan seksama demi keamanan penggunaan obat ini. Berikut adalah kontraindikasi dan hal-hal lain yang harus diperhatikan.

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Alergi atau hipersensitif terhadap nadolol atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Memiliki kondisi jantung serius seperti gagal jantung parah atau AV block (atrioventricular block) derajat 2 atau 3.
  • Jantung tidak memompa darah dengan baik.

Perhatian Obat

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat nadolol:

  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif, gangguan tiroid, penyakit ginjal, diabetes, dan riwayat alergi.
  • Tidak diketahui apakah obat ini dapat membahayakan bayi yang belum lahir. Masalah jantung dan paru-paru dapat terjadi pada bayi apabila ibu mengonsumsi obat ini selama kehamilan. Wanita yang hamil dan berencana hamil harus memberitahu dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Obat ini dapat masuk ke dalam ASI dan berpotensi membahayakan bayi. Beritahu dokter apabila Anda sedang dalam masa menyusui.
  • Detak jantung dan tekanan darah harus senantiasa dipantau selama terapi obat ini dilakukan.
  • Jika menggunakan obat ini untuk terapi hipertensi, jangan lupa untuk tetap menjaga diet, olahraga, dan menjaga berat badan sebagai langkah untuk mengontrol tekanan darah.

Interaksi Obat Nadolol

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan obat Nadolol:

  • Isoproterenol
  • Diuretik
  • Phenothiazines
  • Reserpine
  • Cardiac glycoside
  • Calcium channel blocker
  • Neuromuscular blocker
  • Obat antiinflamasi nonsteroid

Daftar jenis obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Efek Samping Nadolol

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Segera dapatkan bantuan medis atau hubungi dokter apabila mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan)
  • Pusing
  • Detak jantung lambat
  • Sesak napas
  • Pembengkakan
  • Penambahan berat badan cepat
  • Bronkospasme (mengi, dada sesak, kesulitan bernapas)

Selain efek samping di atas, terdapat juga efek samping yang lebih umum seperti:

  • Lelah
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Masalah penglihatan
  • Mati rasa atau rasa dingin di tangan atau kaki
  • Perubahan mood, kebingungan, dan masalah memori

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Nadolol

Obat ini hadir dalam sediaan tablet. Berikut adalah dosis obat yang disarankan:

1. Dosis untuk Aritmia Jantung dan Pencegahan Migrain

  • Dewasa: 40-160 mg, 1 kali sehari.

2. Dosis untuk Angina Pektoris

  • Dewasa: Dosis awal 40 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan tiap minggu hingga 160 mg per hari. Dosis maksimumnya 240 mg per hari.

3. Dosis untuk Hipertiroidisme

  • Dewasa: 80-160 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan, bergantung pada respons pasien.

4. Dosis untuk Hipertensi

  • Dewasa: Dosis awal 40-80 mg, 1 kali sehari. Dosis ditingkatkan tiap minggu hingga dosis maksimal 240 mg per hari, sesuaikan dengan respons pasien.
  • Lansia: Dosis awal 20 mg per hari. Tingkatkan sesuai respons pasien.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Nadolol

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaan nadolol oral yang benar:

  • Obat ini dapat dikonsumsi bersama atau tidak bersama dengan makanan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat ini tiba-tiba dan tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat memperburuk kondisi Anda.

Petunjuk Penyimpanan Nadolol

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 20°-25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan.

 

  1. Anonim. 2.3.4 Beta Bloker. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler-0/23-antihipertensi/234-beta-bloker. (Diakses 29 Agustus 2020).
  2. Anonim. Nadolol. mims.com/indonesia/drug/info/nadolol?mtype=generic. (Diakses 29 Agustus 2020).
  3. Anonim. 2017. Nadolol. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682666.html#:~:text=Nadolol%20is%20used%20alone%20or,flow%20and%20decrease%20blood%20pressure. (Diakses 29 Agustus 2020).
  4. Cerner Multum. 2020. Nadolol. https://www.drugs.com/mtm/nadolol.html. (Diakses 29 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi