Mythomania, Penyakit Orang yang Suka Berbohong

DokterSehat.Com – Mythomania adalah penyakit kompulsif dimana orang akan mudah untuk berbohong ini bisa jadi berbahaya untuk kelanjutan hidup seseoran. Hampir semua orang pernah melakukan kebohongan, yang biasanya dilakukan dengan cara menceritakan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta pada orang lain.

Kebohongan bisa jadi dilakukan untuk melindungi sesuatu atau memang diniati untuk menipu seseorang. Hanya saja, kebiasaan buruk untuk tidak jujur ini bagi beberapa orang adalah hal yang sulit sekali dilakukan dan menjadi sebuah candu.

Banyak orang yang suka berbohong bahkan sering melakukan kebohongan tanpa disadari dan baru disesali setelah terlanjur dipercaya banyak orang.

Mythomania sendiri bisa dijabarkan sebagai kondisi dimana seseorang ingin sekali mendapatkan perhatian besar dari orang lain, namun, karena keinginan yang sangat kuat ini, Anda pun rela untuk menceritakan sebuah cerita bohong agar dipercaya dan diperhatikan oleh orang lain.

Baca juga: Sering Berbohong Bisa Merusak Otak

Mythomania Ringan dan Akut

Penderita penyakit mythomania sendiri bisa dibagi menjadi mereka yang masih dalam tahap ringan, dan hanya menceritakan beberapa cerita karangan yang tidak berdampak besar bagi orang lain dan hanya untuk mendapatkan perhatian.

Semenbtara mereka yang memang sudah mengalami permasalahan mental akut, dimana kepribadiannya sudah cenderung memanipulasi segala hal, sangat narsis dan memerhatikan penampilan, serta cenderung mudah berinteraksi sosial dengan cara membual.

Faktor Penyakit Mythomania

Biasanya, orang yang memiliki penyakit mythomania memiliki banyak faktor kegagalan dalam hidupnya, khususnya masalah keluarga dimana semua orang tentu mengharapkan keluarga yang harmonis. Kegagalan dalam hal pertemanan, percintaan, studi, atau bahkan masalah pekerjaan juga bisa memicu seseorang mencoba mengelak dari berbagai masalah ini sehingga menjadi pembohong untuk melarikan diri dari apa yang Ia alami selama ini. Dengan membuat orang lain percaya dengan kebohongannya, Ia merasa lebih mudah untuk lari dari semua masalah ini.

Mengobati Penyakit Mythomania

Untuk mengobati penyakit suka berbohong, penderita penyakit mythomania tentu harus menyadari diri-sendiri bahwa kebohongan-kebohongan yang Ia alami tidaklah baik karena justru bisa membuat masalah yang lebih besar ke depannya.

Penderita penyakit mythomania bisa mendatangi psikolog dan melakukan konseling dengan metode konvensional psikoterapi. Untungnya, kini banyak psikolog yang bisa memakai hypnotherapy yang bisa mengatasi masalah berbohong ini dengan lebih efektif.

Menemukan Kebohongan

Paul Ekman, psikolog Amerika yang mengkhususkan diri dalam mempelajari emosi dan hubungannya dengan ekspresi wajah, dan penulis buku berjudul ‘Telling Lies’, mengatakan bahwa mendeteksi kebohongan tidaklah sederhana.

“Mendeteksi kebohongan itu tidak mudah. Salah satu masalah adalah banyaknya informasi – ada terlalu banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada saat yang sama, terlalu banyak sumber informasi – kata-kata, jeda, bunyi, ekspresi, gerakan kepala, gerak tubuh, bernapas, memerah, berkeringat… ” Kata Ekman dalam bukunya.

Baca juga: Begini Cara Mendeteksi Apakah Seseorang Berbohong atau Tidak

Setelah terdeteksi, hal terbaik yang dapat dilakukan oleh penyakit mythomania adalah berkonsultasi dengan spesialis. Meskipun sulit untuk berbicara tentang perawatan untuk suatu kondisi yang dianggap sebagai gejala, ini tampaknya menjadi satu-satunya bentuk bantuan. Psikolog akan dapat membantu dengan mengenal pasien – sejarah mereka, latar belakang, kurangnya harga diri, dan ketidakamanan.

Jika ada gejala lain, kadang-kadang perawatan dapat dilengkapi dengan sedatif dan / atau anti-depresan.

Bagaimanapun juga, ketika kita keluar dan tentang esok hari dan seseorang bertanya kepada kita bagaimana keadaan kita kemarin, kita harus menanggapi dengan tulus dan tidak menabur benih “pohon kebohongan”. Pohon yang bisa memiliki jumlah cabang yang tak terbatas.

Demikian penjelasan apa itu penyakit mythomania atau penyakit suka berbohong. Semoga bermanfaat ya, Teman Sehat!