Terbit: 25 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Terkadang, saat badan terasa tidak nyaman, kita akan mengalami sensasi mual atau muntah. Sebagai contoh, saat kita sedang masuk angin atau mengalami mabuk perjalanan, maka kita akan dengan mudah terkena kondisi ini. Masalahnya adalah terkadang muntah-muntah yang kita alami sangatlah berat sehingga membuat kita mengeluarkan cairan berwarna kekuningan atau kehijauan dengan rasa yang sangat pahit. Sebenarnya, apa penyebab dari muntahnya cairan yang sangat tidak biasa ini?

Muntah Berwarna Kekuningan, Ini Penyebabnya

Penyebab muntah cairan berwarna kekuningan

Muntah disebabkan oleh tubuh yang memaksa mengeluarkan isi lambung lewat mulut. Biasanya, sebelum muntah, kita akan mengalami mual-mual atau gejala tidak nyaman pada perut.

Berikut adalah penyebab kita bisa muntah dengan cairan berwarna kekuningan.

  1. Refluks empedu

Cairan empedu adalah zat yang biasa diproduksi oleh saluran pencernaan kita. Cairan ini dikeluarkan bersama dengan enzim pankreas menuju usus dua belas jari. Sayangnya, cairan empedu ini justru dialirkan kembali pada lambung dan akhirnya naik ke bagian kerongkongan. Cairan inilah yang membuat warna muntahan kita kekuningan atau kehijauan dengan sensasi sangat pahit dan getir.

Pakar kesehatan menyebut kondisi ini cenderung sering terjadi pada orang-orang dengan kondisi GERD. Selain itu, jika kita mengalami keracunan makanan atau mengonsumsi minuman beralkohol dengan berlebihan juga bisa menjadi penyebabnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  1. Obstruksi saluran pencernaan

Obstruksi atau penyumbatan pada saluran pencernaan terjadi akibat usus yang mengalami penyumbatan sehingga membuat gerakan peristaltik makanan dan cairan terganggu. Sayangnya, hal ini akan membuat makanan terus menumpuk dan membuat tekanan di dalam saluran pencernaan terus meningkat. Kondisi inilah yang akhirnya membuat perut tidak nyaman, mual, dan akhirnya memicu muntah cairan berwarna kekuningan atau kehijauan.

  1. Kehamilan

Ibu hamil yang mengalami morning sickness rentan mengalami gejala mual dan muntah di fase-fase awal kehamilan. Jika sampai frekuensi mual dan muntah ini semakin sering, maka akan terjadi hyperemesis gravidarum yang membuat ibu hamil muntah meski tidak ada makanan yang dikonsumsi. Cairan yang dimuntahkan adalah cairan empedu dengan warna kekuningan.

  1. Peradangan usus buntu

Peradangan usus buntu tidak hanya menyebabkan sensasi nyeri di bagian perut kanan bawah. Dalam banyak kasus, hal ini juga akan menyebabkan sensasi mual yang akhirnya menyebabkan muntah cairan dengan warna kekuningan.

  1. Cyclic Vomiting Syndrome

Sindrom muntah berulang hingga saat ini masih belum benar-benar diketahui penyebabnya. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut hal ini sepertinya terkait dengan alergi, gangguan kecemasan, radang pada sinus, kelelahan, dan penyebab lainnya.

  1. Riwayat operasi

Jika seseorang memiliki riwayat operasi lambung, maka risiko untuk mengalami muntah-muntah dengan cairan kekuningan pun akan semakin meningkat. Hal ini sepertinya terkait dengan peradangan pada lambung atau adanya infeksi bakteri seperti h.pylori.

Apakah kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter

Normalnya, muntah cairan kekuningan tidak membutuhkan penanganan yang serius dan akan mereda dengan sendirinya. Hanya saja, bisa jadi muntah yang berat ini juga disertai dengan gejala lainnya. Hal ini perlu diperiksakan karena ada kemungkinan menandakan kondisi kesehatan tertentu yang tidak bisa disepelekan.

Beberapa gejala yang patut untuk diwaspadai adalah sensasi nyeri pada dada atau ulu hati, frekuensi muntah yang cukup sering atau lebih dari dua kali dalam sehari, tubuh yang mengalami sensasi sesak napas, tubuh yang lemas, mengalami dehidrasi, pada muntahan muncul bercak darah, penurunan berat badan yang cukup drastis, demam tinggi, hingga sensasi kaku pada leher.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi