10 Tips Mudik bagi Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman

mudik-saat-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Mudik Lebaran adalah tradisi tahunan untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Perjalanan yang membutuhkan waktu berjam-jam akan sangat melelahkan ditambah masih menjalankan puasa. Ada banyak kondisi yang dimiliki oleh pemudik, ada yang sehat, mengalami gangguan kesehatan, dan mudik saat hamil.

Pada ibu hamil, mudik tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, mudik cukup berisiko karena bisa membuat kandungan mengalami gangguan dan mengancam janin dalam kandungan. Lantas bagaimana agar ibu hamil tetap mudik dengan aman? Selengkapnya simak tips di bawah ini.

Tips Mudik Saat Hamil agar Janin Aman

Bila Bunda ingin mudik dengan aman dalam kondisi hamil, coba lakukan beberapa hal di bawah ini dengan baik:

1. Pilih tujuan domestik

Mudik saat hamil ke kampung halaman yang berada di luar negeri cukup berisiko. Tetapi jika Anda ingin mudik ke luar kota atau domestik, Anda mungkin akan menghadapi ketidaknyaman dalam perjalanan.

Mudik yang lebih dekat akan mengurangi beberapa risiko, terutama kekhawatiran makanan dalam perjalanan yang terkontaminasi, air minum yang tidak aman dan perawatan medis asing (bila mengalami gangguna kehgamilan).

Selain itu, sebaiknya Bunda jauhi kota-kota dengan ketinggian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan bahwa wanita hamil (terutama yang memiliki kehamilan rumit atau berisiko) jangan tidur di ketinggian lebih dari 12.000 kaki. Yang lebih penting daripada kemana Anda pergi adalah apa yang Anda lakukan ketika Anda sampai di kampung halaman.

Wanita hamil disarankan tetap aktif saat jauh dari rumah. Maksimalkanlah waktu Anda di kampung halaman dengan berjalan cepat, berenang yang berisiko rendah, atau yoga.

Namun, langkah yang terbaik adalah berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mudik.

2. Perhatikan umur kandungan

Sebelum melakukan mudik saat hamil, perhatikan kondisi dari kandungan sebelum memutuskan untuk berangkat. Mudik saat kehamilan atau melakukan perjalanan jauh kalau usia kandungan mencapai trimester kedua atau menginjak bulan ke-4 hingga ke-6.

Pada trimester kedua, ibu hamil tidak akan mengalami mual dan gangguan morning sick lainnya. Sementara itu pada wanita yang sudah memasuki trimester ketiga atau saat menginjak minggu ke-32, kandungan akan rawan sekali mengalami kontraksi sehingga mudik tidak disarankan kecuali diizinkan oleh dokter yang menangani.

3. Pilih moda tranportasi yang benar

Pilih moda transportasi yang benar sebelum memutuskan untuk mudik saat hamil. Kalau Anda memiliki kandungan yang kuat dan tidak berisiko mengalami keguguran, angkutan umum yang nyaman seperti bus malam dan kereta api cukup disarankan karena bisa membuat Anda tidak perlu kerepotan.

Tips ibu hamil saat mudik selanjutnya adalah kalau Anda ingin segera sampai ke rumah dengan selamat, bisa menggunakan pesawat terbang. Saat naik pesawat terbang, bawa surat izin jalan dari dokter kandungan agar bisa melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman agar bisa sampai kampung halaman dengan selamat.

4. Penuhi kebutuhan nutrisi

Ibu hamil tidak boleh telat makan atau mendapatkan nutrisi yang tidak seimbang. Ibu hamil harus memenuhi semua kebutuhan nutrisi harian karena tidak hanya ibu saja yang akan makan, tapi janin yang ada di dalam kandungan juga membutuhkan makanan untuk tumbuh dan berkembang.

Saat sedang mudik, selalu bawa bekal yang cukup mulai dari karbohidrat, protein, dan lemak. Makanan ini akan memberikan energi yang cukup sehingga ibu hamil tidak akan mengalami sakit atau kekurangan energi yang membuat mereka lemas selama melakukan mudik.

5. Membawa obat atau suplemen

Ibu hamil memiliki kondisi kesehatan tertentu mulai dari adanya sakit hingga gangguan berupa kurangnya nutrisi yang masuk. Dokter atau bidan bisanya memberikan obat untuk membuat para ibu hamil ini tetap sehat hingga akhirnya bisa melahirkan dengan lancar tepat pada bulan ke-9.

Mudik saat hamil, selalu bawa obat-obatan yang lengkap. Dengan membawa obat-obatan ini Anda tidak akan mengalami gangguan selama perjalanan. Bila obat dan suplemen diminum dengan lancar, perjalanan mudik yang Anda lakukan akan berjalan dengan aman dan lancar tanpa ada gangguan.

6. Beristirahat dengan cukup

Tips ibu hamil saat mudik selanjutnya adalah memerhatikan kualitas tidur selama melakukan mudik Lebaran. Kalau Anda sudah merasa lelah, beristirahatlah di dalam kendaraan untuk tidur atau hanya memejamkan mata tanpa melakukan apa-apa. Intinya jangan terlalu banyak bergerak agar tubuh tidak mengalami sakit dan kelelahan.

Kalau Anda memiliki masalah di punggung akibat kandungan yang besar, tips ibu hamil saat mudik adalah membawa bantal tambahan untuk menganjal. Buat tubuh senyaman mungkin agar bisa sampai kampung halaman dalam kondisi bugar.

Hamil memang bukan halangan untuk mudik Lebaran. Tapi, kita juga tidak boleh terlalu memaksakan diri untuk melakukannya. Kalau memang tidak dalam kondisi terbaik, tunda mudik tahun ini agar tidak ada gangguan pada ibu dan janin.

7. Melakukan peregangan saat perjalanan

Saat dalam perjalanan Bunda harus tetap terhidrasi, tapi minum banyak air berarti cukup sering Anda ke toilet.

Kursi yang berdekatan dengan lorong tidak hanya memberi Anda akses yang lebih mudah ke toilet, tetapi juga memastikan bahwa Anda memiliki banyak ruang untuk meregangkan kaki dan sering berjalan-jalan di lorong pesawat untuk mencegah pembekuan darah.

Wanita hamil berisiko mengalami hiperkoagulabel, yang membuat ibu hamil lebih rentan terhadap pembekuan, dan kondisi ini lebih mungkin memburuk ketika duduk untuk waktu yang lama.

Selain berjalan dan melakukan peregangan, tips ibu hamil saat mudik perlu anda dengan mempertimbangkan untuk tidak mengenakan celana ketat atau kaus kaki ketat agar darah Anda tetap lancar. Dan ketika Anda menggunakan alas kaki, gunakanlah sepasang sepatu yang longgar agar kaki terasa nyaman jika terjadi pembengkakan dalam penerbangan.

8. Tetap terhidrasi dan bawalah cemilan sehat

Udara kabin resirkulasi pesawat tentu tidak membuat Anda merasa terhidrasi. Penuhi kebutuhan kehamilan, dan kemungkinan Anda akan cepat dehidrasi di ketinggian 30.000 kaki. Meskipun sangat penting untuk minum banyak air setiap saat selama kehamilan, itu sangat penting selama perjalanan.

Menurut American Pregnancy Association, wanita hamil harus minum delapan hingga 12 gelas air per hari untuk memastikan bahwa cairan ketuban diperbarui dan untuk melancarkan produksi ASI.

Selain caira, Anda juga bisa membawa sedikit camilan sehat, seperti granola gandum utuh, kismis, dan camilan sehat lainnya. Hindarilah makanan asin yang dapat menyebabkan retensi cairan dan dapat menyebabkan pembengkakan menjadi lebih buruk.

9. Bawalah salinan catatan pralahir Anda

Ke mana pun mudik, selalu bawa salinan catatan prenatal dan catatan medis Anda. Dan saat merencanakan perjalanan, pastikan menentukan di mana rumah sakit atau fasilitas medis terdekat berada.

Jika memerlukan perawatan dari dokter setempat selama perjalanan, catatan Anda akan memberikan titik awal yang penting bagi seorang profesional medis untuk memahami keadaan kehamilan Anda.

Jika Anda memiliki asuransi kesehatan, bawa bukti asuransi setiap saat; namun, biaya medis yang dikeluarkan di luar negeri kemungkinan besar akan berarti biaya yang dikeluarkan sendiri.

Jika Anda menerima perawatan medis asing, pastikan Anda memiliki salinan semua tanda terima perawatan kesehatan Anda sebelum pulang. Untuk calon ibu yang ekstra hati-hati, beberapa polis asuransi perjalanan dapat dibeli untuk menutupi biaya medis saat berada di luar negeri.

10. Atur waktu perjalanan Anda dengan baik

Bagi kebanyakan wanita, kehamilan mungkin akan merasa mual, ketidaknyamanan, dan kelelahan. Tetapi kabar baiknya adalah ketiga gejala biasanya tidak akan mencapai sembilan bulan penuh.

Manfaatkanlah trimester kedua saat Anda kemungkinan sudah mengatasi mual di pagi hari, tetapi belum merasakan timbulnya kelelahan yang meningkat. Jika memungkinkan, sebaiknya jadwalkan perjalanan Anda antara tanda 20 dan 30 minggu, menurut Dr. Aron Schuftan, OB-GYN yang berbasis di California

Terlepas dari apakah Anda dapat menjadwalkan perjalanan yang tidak bergejala, cobalah untuk tidak bepergian setelah 36 hingga 38 minggu kehamilan. Dan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum berangkat – wanita dengan kehamilan berisiko tinggi dapat berkecil hati untuk bepergian.