8 Tips Mudik Bersama Lansia (No. 4 Paling Penting)

mudik-bersama-lansia-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu momentum yang ditunggu-tunggu di akhir bulan Ramadan adalah tradisi lebaran. Lebaran adalah ajang silahturahmi pada tetangga, sahabat atau keluarga-keluarga yang ada di daerah. Khusus untuk silahturahmi yang ditempuh dengan jarak yang cukup jauh dan membutuhkan waktu yang lama, Anda harus mempersiapkannya dengan baik, khususnya mudik bersama lansia.

Persiapan Mudik Bersama Lansia

Mudik adalah momen paling menyenangkan yang dilakukan oleh banyak orang di seluruh Indonesia. Tua dan muda antusias untuk pergi ke kampung halaman dan berkumpul dengan banyak saudara.

Jika Anda mudik dengan orang-orang yang masih muda atau yang masih kuat secara fisik, apa pun kendaraan atau moda transportasi yang digunakan, perjalanan akan berjalan dengan aman dan lancar. Namun, jika Anda melakukan perjalanan mudik bersama lansia, maka perjalanan harus dilakukan banyak penyesuaian.

Berikut ini adalah tips lancar dan aman mudik bersama lansia yang bisa Anda lakukan, di antaranya: 

1. Menggunakan moda transportasi yang tepat

Jika Anda berencana menggunakan transportasi umum untuk melakukan mudik bersama lansia, maka pilihan moda transportasi harus diperhatikan dengan baik.

Sebisa mungkin jangan naik moda transportasi umum yang membuat lansia kesusahan naik atau harus berebutan naik dengan orang lain seperti bus umum. Persiapkan moda transportasi yang cocok dan memberikan kenyamanan seperti kereta api dan pesawat terbang.

Sementara itu, apabila Anda memiliki kendaraan pribadi, Anda bisa menggunakan kendaraan tersebut untuk mudik bersama lansia asal mampu melakukan perjalanan jauh dan memperhatikan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

2. Banyak beristirahat

Tidak seperti saat Anda masih muda dan aktif bergerak, mudik bersama lansia harus memperhatikan dengan baik waktu istirahat. Istirahat selama perjalanan sangat dibutuhkan untuk menghemat tenaga dan membuat tubuh selalu kuat dari awal hingga akhir.

Jika Anda menggunakan kendaraan umum seperti kereta api atau pesawat terbang, lansia bisa langsung tidur di kursi. Sementara itu, jika Anda menggunakan kendaraan pribadi cobalah untuk berhenti di rest area setiap 3-4 jam sekali.

Berhenti di rest area dilakukan untuk memberi kesempatan pada lansia untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Selain itu, istirahat juga bisa menghindari nyeri pada pinggang yang umum terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia.

3. Penuhi kebutuhan makan dan minum

Selain menghemat tenaga dengan banyak tidur selama perjalanan, mudik bersama lansia juga harus memperhatikan asupan makanan dan minumannya. Lansia yang masih kuat puasa diwajibkan sahur dan berbuka dengan makanan yang bergizi dan bisa memberikan energi instan.

Jika lansia tidak bisa berpuasa, selama perjalanan Anda harus makan sebanyak tiga kali sehari. Oleh karena itu, membawa bekal yang banyak dan bergizi sangat diwajibkan untuk membuat lansia tetap bisa kuat selama perjalanan.

Perlu Anda ketahui bawah lansia rentan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, Anda harus menjaga asupan cairan selama perjalanan. Kebutuhan minum lansia dalam sehari yaitu 1,5 liter.

Meski asupan cairan adalah sesuatu yang penting, akan tetapi Anda harus membatasi konsumsi minuman pada lansia. Terlalu banyak minum bisa membuat lansia mengalami hiponatremia, kondisi saat kadar natrium dalam darah terlalu rendah.

4. Melakukan cek kesehatan

Mudik bersama lansia adalah sesuatu yang rawan. Capai dan sakit adalah masalah yang bisa terjadi saat perjalanan mudik. Oleh karena itu, pengecekan kesehatan harus dilakukan sebelum melakukan perjalanan.

Jika kondisi tubuh sedang baik, perjalanan bisa dilakukan dengan baik. Namun, jika kondisinya buruk, lebih baik menunda untuk mudik terlebih dahulu.

Konsultasikan dengan dokter mengenai perjalanan mudik yang akan Anda lakukan. Biasanya dokter akan memberi tahu pantangan dan anjuran mengenai asupan selama perjalanan.

5. Tidak memaksakan diri

Jika perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi, maka Anda jangan memaksakan diri untuk cepat sampai. Perjalanan harus dilakukan dengan santai. Masalah kesehatan lansia adalah hal penting yang harus diperhatikan dari perjalanan mudik. Apabila lansia sakit di tengah perjalanan, pasti Anda akan kesulitan mencari rumah sakit untuk melakukan perawatan.

6. Membawa obat yang sesuai

Hal penting yang tidak boleh dilewatkan saat mudik bersama lansia adalah membawa obat-obat yang biasa dikonsumsi. Teliti dan buatlah daftar obat beserta dosis dan waktu minumnya.

Hal ini dilakukan agar Anda tidak kelupaan membawa obat. Dampak kesehatan akibat lupa membawa obat bisa berdampak serius, terutama jika obat yang dikonsumsi termasuk yang perlu diminum tepat waktu.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan apakah obat-obatan perlu ditaruh di suhu ruangan atau justru di lemari pendingin untuk menjaga kualitasnya. Jika membutuhkan suhu yang dingin, sepertinya Anda harus mempersiapkan pendingin portabel.

7. Jangan duduk terlalu lama

Duduk terlalu lama saat perjalanan mudik dapat meningkatkan risiko timbulnya gumpalan di dalam pembuluh darah balik (deep vein thrombosis). Oleh karena itu, atur waktu secara berkala untuk menggerakan sendi pergelangan kaki dan berjalan setiap beberapa jam agar sirkulasi darah tetap lancar. Jangan lupa dampingi lansia saat melakukan peregangan tubuh.

8. Melakukan pijatan

Tips mudik bersama lansia yang terakhir adalah melakukan pemijatan di bawah lutut, tepatnya di tepi luar tulang kering. Selain itu, pijatan juga bisa dilakukan di atas mata kaki bagian dalam. Pijatan ini dilakukan dengan posisi kaki disilangkan ke atas paha.

Jika Anda mengalami mual dan muntah, pijatan bisa dilakukan di garis tengah tubuh depan yang berada di pertengahan ujung bawah tulang dada dengan pusar. Area tubuh lainnya adalah pijatan di area punggung tangan jika Anda mengalami sakit kepala.

Nah, itulah beberapa tips mudik bersama lansia yang harus Anda persiapkan.