Terbit: 24 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Terkadang saat kita sedang berbicara dengan orang lain, tiba-tiba saja kita lupa dengan apa yang ingin kita ucapkan. Meski sudah berusaha untuk mengingatnya kembali, kita tetap tidak bisa melakukannya. Sebenarnya, apa sih penyebab dari hal ini?

Mudah Lupa Saat Mau Ngomong Apa? Ini Penyebabnya

Penyebab Lupa Saat Akan Ngomong Sesuatu

Pakar kesehatan Prof. Gabriel Radvansky dari University of Notre Dame melakukan sebuah penelitian yang mengungkap kebiasaan mudah lupa saat sebenarnya kita sudah ingin membicarakannya. Ia menjelaskan fenomena ini sebagai doorway effect.

Fenonema ini terjadi saat kita sedang berpindah ruangan atau melewati sebuah pintu. Jika kita berbicara dengan orang lain sambil berjalan dan berpindah, kita seperti mengalami pergantian suasana dan akhirnya mempengaruhi fungsi memori otak.

Sebagai informasi, otak sebenarnya cenderung merekam memori dalam satu ruangan dan membuat memori di ruangan lain di ruang yang berbeda. Hal ini membuat kita seperti tiba-tiba kehilangan memori saat akan membicarakan sesuatu.

Dalam penelitian ini, Radvansky meminta mahasiswanya untuk terlibat. Mereka melakukannya di jam-jam kuliah. Caranya adalah dengan meminta mahasiswa untuk menyembunyikan benda di dalam sebuah wadah sembari melewati sebuah ruangan berpintu. Setelahnya, para mahasiswa ini diminta untuk kembali ke ruangan semula dan menemukan benda tersebut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Hasil dari penelitian ini adalah, banyak mahasiswa yang lupa di mana saja mereka menyembunyikan barang-barang tersebut. Hal inilah yang kemudian dianggap Radvansky sebagai doorway effect.

Hal ini ternyata juga bisa terjadi saat kita sedang berbicara. Jika memori kita sedang melakukan penyimpanan akan sesuatu hal, maka bisa jadi akan mempengaruhi daya ingat dan akhirnya membuat kita tiba-tiba saja lupa dengan apa yang ingin kita bicarakan sebelumnya.

Tips agar Tidak Mudah Lupa

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa membuat kita tidak mudah lupa.

Berikut adalah cara-cara yang bisa kita lakukan tersebut.

  1. Tetap Aktif

Salah satu alasan mengapa kita cenderung mudah lupa adalah karena kita kurang aktif dan tidak bugar. Hal ini akan mempengaruhi fungsi otak dengan signifikan. Sebagai contoh, kita sebaiknya rajin berolahraga, sering berjalan kaki, membaca buku, atau mengisi teka-teki silang demi membuat tubuh dan otak menjadi lebih fit dan tidak mudah lupa.

  1. Bersosialisasi

Pakar kesehatan menyebut orang yang rajin bersosialisasi cenderung memiliki daya ingat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang jarang bersosialisasi atau bergaul. Hal ini disebabkan oleh kemampuan bersosialisasi dalam menurunkan stres dan depresi yang bisa berimbas pada membaiknya daya ingat.

  1. Sering Mencatat

Meski terlihat sepele, kebiasaan mencatat hal-hal yang sekiranya penting atau sering kita perlukan bisa melatih daya ingat dan membuat kita tidak mudah lupa. Jika sampai kita lupa pada suatu hal, kita bisa kembali membaca catatan ini dan kembali mengingatnya. Kita juga bisa membuat nota pengingat di meja kerja atau di tempat-tempat yang sering kita lihat.

  1. Tidur Cukup Setiap Malam

Tidur cukup setiap malam bisa membantu daya ingat tetap terjaga. Jika kita kurang tidur, dampaknya bagi fungsi otak juga sangatlah buruk. Sebagai contoh, sebuah penelitian membuktikan bahwa tidak tidur semalaman bisa membuat daya ingat kita menurun drastis. Kita juga akan kesulitan untuk menyerap hal-hal baru.

  1. Sarapan Pagi

Jangan salah, kebiasaan sarapan pagi tak hanya akan membuat perut kenyang, lho. Dalam realitanya hal ini akan memberikan energi bagi otak untuk menjalankan fungsinya, termasuk dalam hal menjalankan fungsi memori sehingga kita pun tidak akan mudah lupa.

 

Sumber:

  1. Radvansky, Gabriel, 2011. Walking through doorways causes forgetting, new research shows. https://news.nd.edu/news/walking-through-doorways-causes-forgetting-new-research-shows/ (Diakses pada 24 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi