Penyebab Perut Terasa Mual Setelah Mengonsumsi Makanan Berminyak

minyak-yang-diserap-oleh-gorengan-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/infobdg

DokterSehat.Com– Makanan berminyak memang memiliki rasa yang sangat nikmat. Bahkan, kita bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat banyak. Hanya saja, jika dicermati, setelah mengonsumsinya kita akan merasakan sensasi mual. Sebenarnya, apa sih penyebab dari hal ini?

Penyebab mual setelah makan makanan berminyak

Pakar kesehatan menyebut makanan berminyak seperti gorengan, makanan cepat saji, hingga hidangan bersantan cenderung tinggi kandungan lemak. Mengonsumsinya akan membuat laju saluran pencernaan menjadi lebih lambat. Hal ini akan berimbas pada proses pengosongan lambung yang juga akan berjalan jauh lebih lama.

Proses pencernaan berjalan dengan lambat karena lemak harus benar-benar dipecah terlebih dahulu menjadi partikel yang jauh lebih kecil sehingga bisa memasuki usus halus. Jika proses ini tidak berjalan dengan baik, dikhawatirkan keberadaan lemak dengan ukuran yang lebih besar akan mengganggu fungsi dan kondisi usus.

Masalahnya adalah karena proses pengosongan lambung menjadi lebih lambat, maka asam lambung juga akan diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini akan berimbas pada perut yang terasa jauh lebih penuh dan kita pun akhirnya merasakan sensasi mual.

Pakar kesehatan menyebut sensasi mual ini bisa muncul beberapa saat hingga satu jam setelah mengonsumsi makanan berminyak, namun jika kita mulai mengalami mual-mual dalam kurun waktu satu hingga delapan jam setelah mengonsumsinya, bisa jadi kita mengalami gejala alergi atau bahkan keracunan makanan.

Kita juga harus mewaspadai gejala lain seperti mual yang akhirnya membuat kita muntah hingga berkali-kali, munculnya diare, tubuh yang pucat dan munculnya keringat dingin, serta peningkatan suhu tubuh. Jika hal ini terjadi, sebaiknya kita segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Mengatasi mual-mual setelah mengonsumsi makanan berminyak

Normalnya, sensasi mual setelah mengonsumsi makanan berminyak ini akan hilang dengan sendirinya setelah perut selesai mengolahnya di dalam lambung dan dipindahkan ke bagian usus, namun jika kita merasakan sensasi tidak nyaman pada tubuh akibat sensasi mual ini, tak ada salahnya untuk mengonsumsi air perasan lemon hangat. Selain itu, kita juga bisa mengonsumsi jahe hangat yang memang dikenal luas efektif untuk mengatasi rasa mual.

Jangan berlebihan mengonsumsi makanan berminyak

Meski rasanya enak, makanan berminyak termasuk dalam makanan yang tidak baik bagi kesehatan jika terlalu sering atau terlalu banyak dikonsumsi.

Berikut adalah berbagai dampak yang akan dialami jika kita terlalu banyak mengonsumsinya.

  1. Bisa mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus

Pakar kesehatan menyebut terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak seperti gorengan terbukti mampu membuat keseimbangan bakteri di dalam usus terganggu. Padahal, jika sampai hal ini terjadi, maka risiko untuk mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akan semakin meningkat. Kita pun akan lebih mudah untuk jatuh sakit akibat hal ini.

  1. Bisa memicu obesitas

Makanan berminyak cenderung tinggi kandungan kalori. Hal ini berarti, terlalu sering mengonsumsinya bisa memicu peningkatan berat badan atau risiko terkena obesitas. Padahal, kondisi ini bisa memicu datangnya berbagai penyakit kronis.

  1. Bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

Penelitian yang dilakukan di Harvard T.H. Chan School of Public Health menghasilkan fakta bahwa hobi makan gorengan hingga lebih dari 4 kali sudah mampu meningkatkan risiko terkena penyakit jantung hingga 39 persen. Bahkan, risiko untuk terkena diabetes juga akan meningkat hingga 55 persen!

  1. Bisa meningkatkan risiko kanker

Penelitian yang dilakukan di National Cancer Institute membuktikan bahwa hobi mengonsumsi gorengan bisa memicu peningkatan risiko terkena kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi makanan berminyak demi menjaga kesehatan tubuh.