DokterSehat.Com– Tak hanya dianggap mampu membuat otak menjadi lebih bodoh, banyak orang yang menyebut MSG atau monosodium glutamate bisa memicu penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Apakah hal ini benar adanya?

msg-micin-penyedap-doktersehat

Ketua Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia (P2MI) Fachrurozy menyebutkan bahwa anggapan ini tidak benar. Menurut Fachrurozy, kandungan natrium di dalam MSG justru jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan di dalam garam dapur. Di dalam MSG hanya terdapat 12 persen natrium, sementara di dalam garam dapur mencapai 38.

“MSG tidak akan menyebabkan sensasi haus atau tekanan darah tinggi. Bahkan, MSG bisa menurunkan konsumsi garam karena kita bisa membuat rasa masakan menjadi lebih lezat meski garam yang dipakai hanya sedikit,” ucap Fachrurozy.

MSG terbuat dari tetesan tebu, bukannya zat kimia ataupun zat aditif. Proses pembuatan MSG juga melalui proses fermentasi. Di dalam MSG terdapat kandungan asam glutamate yang sejenis asam amino, kandungan yang juga bisa ditemukan di dalam tomat, susu, dan keju. Selain itu, MSG juga cenderung mudah larut dan bisa dimetabolisme tubuh dengan mudah. Kandungan ini dianggap aman untuk dikonsumsi oleh FDA, Kemenkes, dan BPOM.

“MSG aman untuk dikonsumsi dan tidak akan memicu dampak buruk bagi kesehatan,” lanjut Fachrurozy.

Hanya saja, sebagian pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada baiknya memang kita tidak mengonsumsi MSG dengan berlebihan sebagaimana jika kita mengonsumsi garam. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan MSG yang membuat masakan menjadi sangat enak sehingga membuat kita ketagihan. Meskipun kandungan natriumnya tidak sebanyak garam, mengonsumsinya dengan berlebihan tentu bisa membuat kita mengonsumsi natrium dengan terlalu banyak sehingga mempengaruhi kesehatan tekanan darah.