Memberi Makan Bayi dengan Metode Responsive Feeding

doktersehat responsive feeding
Designed by Freepik

DokterSehat.Com– Mom, pernah mendengar metode memberi makan si kecil responsive feeding? Metode responsive feeding juga ikut membantu keberhasilan MPASI pada si kecil. Apa yang dimaksud dengan responsive feeding?

Apa itu responsive feeding?

Metode responsive feeding merupakan salah satu metode memberi makan pada si kecil dengan memperhatikan respon atau reaksi anak ketika makan. Metode ini termasuk metode memberikan MPASI yang direkomendasikan oleh WHO dan IDAI. Beberapa prinsip dasari responsive feeding antara lain:

1. Membantu bayi makan secara langsung/menyuapi

Pada metode ini ibu bisa membantu menyuapi bayi secara langsung jika bayi belum bisa makan sendiri. Sedangkan jika bayi dirasa sudah memiliki koordinasi yang baik untuk makan, Anda bisa membantunya untuk makan sendiri.

Saat memberi makan, ibu harus peka pada tanda anak merasa lapar atau kenyang. Jika anak tampak sudah kenyang, maka hentikan pemberian makan pada anak.

2. Sesuaikan tesktsur makanan dengan usia bayi

Sistem pencernaan bayi umumnya terbiasa dengan konsumsi ASI yang bersifat cairan. Saat pertama kali memberi MPASI, Anda bisa mengawalinya dengan memberikan makanan bertekstur cair atau sedikit kental. Seiring dengan perkembangan usianya, Anda bisa meningkatkan tekstur makanan bayi menjadi kasar.

3. Lakukan kontak mata saat makan

Saat makan, beri perhatian anak dengan cara lakukan kontak mata saat makan. Anda bisa menjelaskan makanan apa yang sedang dihidangkan dan beri sugesti pada anak bahwa makanan ini memberi manfaat baik baginya. Dengan demikian, anak akan lebih menikmati makanan yang Anda berikan dan lebih menghargai makanan.

4. Minimalisir distraksi saat makan

Bantu anak untuk fokus pada makanan yang ia santap. Sebaiknya matikan televisi dan gangguan lain yang dapat mengalihkan perhatian anak saat makan.

5. Beri makan bayi dengan sabar

Memberi makan bayi kadang harus berhadapan dengan mood dan fokus bayi pada hal lainnya. Untuk itu berikan makanan bayi dengan sabar, tunggu hingga ia selesai mengunyah satu suap makanan baru suapi dengan sendok berikutnya. Hindari menyuapi bayi dengan terburu-buru karena dapat membuatnya tersedak dan merasa suasana makan menjadi tidak menyenangkan.

6. Tak usah kahwatir anak menolak makanan

Wajar jika anak menolak makanan yang diberikan. Hal ini bisa disebabkan karena anak masih asing dengan makanan tersebut atau makanan tersebut tidak menarik perhatian si kecil. Coba ubah tekstur dan kombinasi makanan dengan bahan lain agar lebih menarik. Yang terpenting, bahan makanan anak harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak.