Terbit: 29 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Moon face terjadi ketika lemak berlebih menumpuk di wajah. Meski sering dikaitkan dengan obesitas, kondisi ini bisa menjadi gejala sindrom Cushing. Simak gejala, penyebab, dan cara mengatasinya selengkapnya di bawah ini.

Moon Face: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Moon Face?

Moon face adalah pembengkakan yang terjadi pada wajah sehingga membuatnya tampak membulat. Kondisi yang sering disebut Cushingoid ini terjadi akibat paparan hormon kortisol jumlah tinggi dalam waktu yang lama.

Gejala Moon Face

Kondisi ini dapat menyebabkan wajah menjadi bengkak secara bertahap. Wajah bisa menjadi sangat bulat karena penumpukan lemak membuat telinga tidak bisa terlihat dari depan. Perlu diketahui juga, tingkat kortisol tinggi yang disebabkan oleh sindrom Cushing bisa menunjukkan beberapa hal. Beberapa gejala umum yang terkait dengan kondisi ini adalah:

  • Timbunan lemak di bagian tengah tubuh, wajah, atau di antara bahu
  • Stretch mark ungu
  • Penambahan berat badan
  • Luka yang lama sembuh
  • Penipisan kulit

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Berikut ini adalah beberapa keadaan yang mengharuskan Anda melakukan konsultasi dengan dokter, antara lain:

  • Pembengkakan wajah yang tiba-tiba disertai nyeri yang parah
  • Pembengkakan wajah yang berlangsung cukup lama, terutama jika semakin parah dari waktu ke waktu
  • Sulit bernapas
  • Demam atau kulit kemerahan, ini menandakan adanya infeksi

Penyebab Moon Face

Pelepasan hormon yang tinggi, terutama kortisol, merupakan penyebab utama kondisi ini. Namun terdapat beberapa hal lain yang dapat menyebabkan wajah membengkak, di antaranya:

1. Aktinomikosis

Aktinomikosis adalah infeksi bakteri jangka panjang yang langka. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pembengkakan yang parah dan abses pada jaringan lunak tubuh. Aktinomikosis biasanya memengaruhi mulut, hidung, tenggorokan, perut, dan usus.

Dokter biasanya meresepkan antibiotik penisilin dosis tinggi untuk mengobati orang dengan kondisi ini.

2. Konjungtivitis Alergi

Konjungtivitis alergi adalah jenis peradangan mata yang terjadi saat seseorang mengalami reaksi alergi. Pemicunya yang disebut alergen bisa meliputi:

  • Debu
  • Spora jamur
  • Bulu hewan peliharaan
  • Serbuk sari

Kondisi ini menyebabkan mata merah, gatal, berair, dan terbakar. Kulit di sekitar mata mungkin tampak bengkak, terutama saat bangun tidur.

3.Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah terhadap alergen. Ini adalah keadaan darurat medis dan bisa berakibat fatal. Gejala cenderung muncul segera setelah terpapar alergen dan bisa cepat memburuk. Beberapa gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Kesulitan bernapas
  • Diare
  • Pembengkakan wajah
  • Muncul ruam merah, gatal, dan bergelombang
  • Hilang kesadaran
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung cepat
  • Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba

Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda anafilaksis, perawatan medis harus segera dilakukan. Seseorang yang mengalami anafilaksis untuk pertama kali berisiko mengalami lagi di masa mendatang. Oleh karena itu Anda harus menghindari paparan alergen dan membawa epinefrin yang dapat disuntikkan sendiri setiap saat.

4. Angioedema

Angioedema adalah pembengkakan yang terjadi jauh di dalam kulit dan diakibatkan oleh reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, gigitan, atau sengatan serangga. Seiring dengan pembengkakan wajah, gejala angioedema lainnya mungkin termasuk:

  • Gatal-gatal
  • Ruam
  • Kram perut

Seseorang yang memiliki gejala sedang hingga berat mungkin memerlukan epinefrin, antihistamin, dan obat lain.

5. Hidung Patah

Cedera pada wajah bisa menyebabkan tulang di hidung patah. Kondisi ini ternyata juga bisa menyebabkan moon face, memar, mimisan, hingga hidung bengkok. Perawatan untuk hidung patah biasanya terdiri dari pereda nyeri, belat, dan kompres dingin. Beberapa orang mungkin memerlukan pembedahan.

6. Alergi Obat

Reaksi alergi terhadap obat tertentu mungkin merupakan keadaan darurat medis. Seiring dengan pembengkakan wajah, alergi obat dapat menyebabkan:

  • Kesulitan bernapas
  • Demam
  • Gatal-gatal
  • Ruam merah yang gatal
  • Detak jantung cepat
  • Sakit perut

Beberapa obat yang sering menyebabkan alergi adalah:

  • Antibiotik tertentu seperti penisilin
  • Antikonvulsan
  • Obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin dan ibuprofen
  • Obat kemoterapi

7. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon. Hormon ini berfungsi membantu tubuh mengatur penggunaan energinya.

Wajah bengkak adalah satu gejala hipotiroidisme. Gejala lainnya termasuk:

  • Sembelit
  • Depresi
  • Kulit kering
  • Kelelahan
  • Badan terasa dingin
  • Kolesterol tinggi
  • Kelemahan otot
  • Sendi terasa nyeri atau kaku
  • Detak jantung lambat
  • Penambahan berat badan

8. Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi yang terjadi pada kehamilan dan membutuhkan perawatan medis segera. Tanda-tanda awal termasuk tekanan darah tinggi dan tingkat protein yang tinggi dalam urine.

Gejalanya meliputi:

  • Pembengkakan pada wajah dan tangan
  • Sakit perut
  • Sakit kepala yang terus-menerus
  • Kenaikan berat badan tiba-tiba
  • Gangguan penglihatan

Dokter mungkin merekomendasikan persalinan dini untuk mengatasi preeklamsia. Namun, hal ini tergantung pada tahap kehamilan dan tingkat keparahan kondisinya.

9. Infeksi gigi

Abses atau infeksi pada gigi atau gusi dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar garis rahang. Infeksi juga menyebabkan nyeri di daerah yang terkena. Dokter gigi biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi dan mungkin melakukan prosedur mengangkat saraf serta pulpa yang rusak.

10. Sindrom Vena Cava Superior

Superior vena cava (SVC) atau sindrom vena cava superior adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan pembengkakan dan perubahan warna pada wajah dan leher. Vena kava superior adalah vena besar yang membawa darah dari kepala, leher, dan dada bagian atas kembali ke jantung. Sindrom ini terjadi ketika pembuluh darah ini tersumbat.

Penyebab penyumbatan ini sering kali merupakan tumor yang menekan pembuluh darah, kondisi ini sering terjadi pada seseorang dengan kanker paru-paru atau payudara. Namun, ada kemungkinan penyebab lain, termasuk tuberkulosis dan tiroid yang membengkak.

Diagnosis Moon Face

Dikarenakan memiliki berbagai penyebab yang berbeda-beda, sering kali kondisi ini sulit untuk didiagnosis. Beberapa tes yang mungkin dianjurkan untuk membantu diagnosis adalah:

  • 24-hour urinary free cortisol test. Tes ini mengharuskan Anda untuk mengambil sampel urine selama 24 jam untuk dilakukan pengujian kadar kortisol di dalamnya.
  • Salivary cortisol measurement. Tes ini mengukur tingkat kortisol dalam sampel air liur yang dikumpulkan pada larut malam untuk melihat apakah tingkat kortisol terlalu tinggi.
  • Low-dose dexamethasone suppression test. Anda akan diberi dosis deksametason di malam hari. Kemudian darah akan diuji kadar kortisolnya di pagi hari. Biasanya, deksametason menyebabkan kadar kortisol turun. Jika Anda memiliki sindrom Cushing, kadar kortisol tubuh tidak mengalami penurunan.

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bulu di Wajah (Temporer hingga Permanen)

Pengobatan Moon Face

Pada dasarnya perawatan bertujuan untuk menurunkan tingkat kortisol yang tinggi dalam tubuh. Selain itu, perawatan terbaik juga tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Mengurangi Penggunaan Kortikosteroid

Jika penyebab sindrom Cushing adalah penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, dokter mungkin dapat mengendalikan tanda dan gejala sindrom dengan mengurangi dosis obat selama jangka waktu tertentu, sambil tetap menangani asma secara memadai, arthritis, atau kondisi lainnya.

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat nonkortikosteroid yang memungkinkannya mengurangi dosis atau sama sekali menghilangkan penggunaan kortikosteroid. Jangan mengurangi dosis obat atau berhenti meminumnya sendiri. Lakukan hanya di bawah pengawasan dokter.

  • Operasi

Jika penyebab sindrom Cushing adalah tumor, dokter mungkin merekomendasikan operasi pengangkatan lengkap. Setelah operasi, Anda perlu minum obat pengganti kortisol untuk memberi tubuh Anda jumlah kortisol yang tepat. Dalam banyak kasus, produksi hormon adrenal akan kembali normal, sehingga dokter dapat mengurangi penggunaan obat pengganti.

Namun pada kasus yang lain, ada juga seseorang dengan sindrom ini tidak pernah mengalami kembali fungsi adrenal yang normal, sehingga membuatnya membutuhkan terapi seumur hidup.

  • Terapi Radiasi

Jika ahli bedah tidak dapat mengangkat tumor kelenjar hipofisis secara total, ia biasanya akan meresepkan terapi radiasi untuk digunakan bersamaan dengan operasi. Selain itu, radiasi dapat digunakan untuk seseorang yang tidak cocok untuk melakukan operasi.

Radiasi dapat diberikan dalam dosis kecil selama periode enam minggu, atau dengan teknik yang disebut stereotactic radiosurgery. Dalam prosedur terakhir, dosis besar radiasi satu kali dikirim ke tumor, sementara paparan radiasi ke jaringan sekitarnya diminimalkan.

  • Obat-obatan

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengontrol produksi kortisol jika pembedahan dan radiasi tidak berhasil. Pengobatan juga dapat digunakan sebelum operasi pada orang yang sakit parah dengan sindrom Cushing. Dokter mungkin merekomendasikan terapi obat sebelum operasi untuk memperbaiki tanda dan gejala serta meminimalkan risiko operasi.

Obat untuk mengontrol produksi kortisol yang berlebihan di kelenjar adrenal termasuk ketoconazole, mitotane, dan metyrapone. Selain itu, mifepristone sudah disetujui untuk orang dengan sindrom Cushing yang memiliki diabetes tipe 2 atau intoleransi glukosa. Obat ini tidak menurunkan produksi kortisol, tetapi menghalangi efek kortisol pada jaringan.

Pencegahan Moon Face

Sulit untuk mencegah semua kasus pembengkakan wajah. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi pembengkakan, antara lain:

  • Menghindari alergen termasuk makanan dan obat yang menyebabkan masalah.
  • Mempraktikkan kebersihan mulut yang baik dengan menyikat dan membersihkan gigi secara teratur untuk mengurangi risiko infeksi gigi.
  • Konsumsi makanan sehat dan mengurangi stres. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan kekebalan sehingga membantu mencegah beberapa infeksi yang menyebabkan pembengkakan wajah.

 

  1. Anonim. Facial swelling. https://medlineplus.gov/ency/article/003105.htm. (Diakses pada 29 September 2020).
  2. Anonim. Moon Facies. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/moon-facies#1. (Diakses pada 29 September 2020).
  3. Anonim. Cushing syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cushing-syndrome/symptoms-causes/syc-20351310. (Diakses pada 29 September 2020).
  4. Kahn, April. 2020. Everything You Need to Know About Cushing’s Syndrome. https://www.healthline.com/health/cushings-syndrome#diagnosis. (Diakses pada 29 September 2020).
  5. Leonard, Jayne. 2018. What can cause facial swelling?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323342. (Diakses pada 29 September 2020).
  6. Santos-Longhurst, Adrienne. 2018. High Cortisol Symptoms: What Do They Mean?. https://www.healthline.com/health/high-cortisol-symptoms. (Diakses pada 29 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi