8 Mitos Tidur yang Ternyata Bisa Membahayakan Kesehatan

mitos-tidur-doktersehat

DokterSehat.Com – Tidur adalah salah satu aktivitas vital yang harus dilakukan semua orang dengan benar. Kalau tidur mengalami gangguan entah kualitas atau kuantitasnya, kemungkinan besar tubuh akan mengalami sakit. Oleh karena itu selalu perhatikan kualitas tidur dengan baik dan jangan sesekali mempercayai mitos tidur di bawah ini.

Mitos tidur yang Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Mitos tidak akan berbahaya kalau tidak dilakukan atau diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau Anda percaya dengan mitos tidur ada baiknya hati-hati karena banyak yang menyesatkan dan berbahaya untuk kesehatan. Berikut beberapa mitos tentang tidur yang berbahaya.

  1. Orang dewasa hanya butuh tidur 5 jam sehari

Banyak yang mengira kalau seiring dengan berjalannya waktu, kita tidak butuh tidur terlalu lama. Berbeda dengan anak-anak atau remaja yang dalam satu hari minimal harus tidur 8 jam sehari. Anggapan sebagian besar orang ini sangat salah dan tidak bisa dibenarkan. Pasalnya kita tetap harus tidur selama 7-9 jam sehari untuk bisa sehat.

Kalau sudah pukul 22.00 malam ada baiknya langsung tidur. Jangan sering begadang tengah malam karena bisa mengurangi waktu tidur yang sangat berharga. Jadi, jangan terapkan tidur 5 jam setiap malam sebagai batas minimal. Batas minimal tidur sekitar 6-7 jam. Jadi, perbaiki lagi jam tidur yang sudah Anda lakukan selama ini.

  1. Kita bisa tidur kapan saja

Kita bisa tidur kapan saja asal masih 7-9 jam durasinya. Sebenarnya pernyataan itu tidak sebenarnya benar. Tubuh memiliki siklus circadian sendiri-sendiri. Normalnya kita tidur sebelum tengah malam dan bangun sebelum pukul 06.00 setiap paginya. Kalau siklus diubah, kemungkinan besar akan mengalami gangguan yang cukup besar.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan, seseorang yang banyak tidur siang hari dan bangun atau bekerja di malam hari kerap mengalami gangguan kesehatan. Risiko memiliki penyakit akan lebih besar. Jadi, tidur tidak hanya perkara jumlah jamnya saja, tapi juga memiliki waktu yang tepat untuk menghindari risiko kesehatan.

  1. Melihat TV baik untuk relaksasi sebelum tidur

Sebelum tidur kita selalu membutuhkan relaksasi agar mudah terlelap. Nah, salah satu cara yang sering dilakukan adalah melihat TV. Dengan melihat TV kita akan mudah tidur dengan nyenyak. Yang terjadi justru sebaliknya. Gara-gara sering melihat TV dengan cahaya yang cukup tinggi kita malah susah tidur.

Cahaya yang terlalu lebar menyebabkan kita jadi semakin terjaga. Hal senada juga berlaku kalau Anda sering bermain-main dengan ponsel. Kemungkinan besar, ponsel akan menyebabkan Anda semakin terjaga karena keasyikan atau karena cahaya biru yang dipancarkan oleh layar. Lebih baik segera tutup semua perangkat yang mengeluarkan cahaya terang dan langsung tidur saja.

  1. Mudah tidur di mana saja tanda tubuh sehat

Memejamkan mata dalam kondisi tidak tidur tidak sama dengan tidur. Jadi, kalau semalaman Anda hanya memejamkan mata dan kesadaran masih terjaga dengan baik, manfaat dari tidur tidak akan didapatkan. Jadi, pastikan Anda bisa tidur dengan nyenyak dan tidak dalam kondisi terjaga. Meski memejamkan mata, tapi tubuh masih terjaga, Anda sama saja dengan insomnia dan membuat tubuh jadi mudah sakit.

  1. Bersantai dan menutup mata manfaatnya sama dengan tidur

Banyak dari kita menganggap kalau mudah tidur di mana saja adalah tanda dari tubuh yang sehat. Padahal tidak demikian. Justru tidur yang berlebihan dan dilakukan di mana saja adalah tanda gangguan tidur. Anda melakukan itu karena saat malam hari kekurangan waktu tidur. Akhirnya saat siang hari bisa tidur di mana saja dan kapan saja yang diinginkan.

  1. Mengorok tidak berbahaya

Mengorok adalah hal paling menyebalkan kalau Anda tidur dengan pasangan. Suara mengorok yang sangat besar kerap membuat kita tidak nyaman dan akhir susah tidur. Nah, mengorok sendiri bukanlah hal yang harus dibiarkan. Ada beberapa hal tentang mengorok yang berbahaya untuk kesehatan.

Segera atasi mengorok dengan melakukan olahraga secara rutin. Biasanya kegemukan menyebabkan tubuh mudah sekali mengorok. Selain itu, perbaiki juga posisi tidur dengan baik. Kalau Anda tidak bisa memperbaiki posisi tidur, kemungkinan besar mengorok akan tetap terjadi. Peluang terjadi sleep apnea juga akan besar.

  1. Alkohol bisa membuat tidur lebih nyenyak

Alkohol sering dianggap mampu menurunkan kondisi terjaga dan Anda jadi mudah mengantuk. Akhirnya beberapa orang minum alkohol terlebih dahulu sebelum tidur. Apa yang dilakukan oleh beberapa orang ini sebenarnya tidak benar karena alkohol bisa menyebabkan banyak masalah termasuk kegemukan. Daripada minum alkohol lebih baik minum air putih.

  1. Makan banyak bisa membuat tidur nyenyak

Salah satu kebiasaan yang sering sekali dilakukan oleh banyak orang adalah makan dahulu sebelum tidur. Bahkan ada orang yang tidak bisa tidur karena lapar. Akhirnya muncul anggapan kalau makan hingga kenyang lalu tidur bisa membuat kualitas dari tidur jadi meningkat dan akhirnya nyenyak hingga pagi.

Apa yang diyakini oleh banyak orang ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Tidur dalam kondisi perut yang kekenyangan akan membuat pencernaan jadi lebih lambat. Bahkan, kemungkinan terjadi gangguan tidur akan besar. Kalau Anda ingin tidur, usahakan 2-3 jam setelah makan agar pencernaan berjalan lancar terlebih dahulu dan tidak kembung atau begah.

Dari beberapa mitos tentang tidur di atas, adakah yang sering Anda percaya hingga sekarang? Semoga setelah ini kita tidak mudah percaya dengan hal-hal yang menyesatkan dan membuat tubuh menjadi sakit. Perhatikan mitos di atas dan jangan pernah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari apa pun alasannya.