5 Mitos Tentang Susu yang Banyak Dipercaya Orang

minum-susu-doktersehat
Photo Source: Flickr/Marco Verch Professional Photographer and Speaker

DokterSehat.Com– Salah satu minuman yang dianggap paling baik bagi kesehatan adalah susu. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan nutrisi di dalamnya. Sebagai contoh, jika mengonsumsi 250 ml susu atau sekitar satu gelas, kita sudah bisa mendapatkan 10 persen kebutuhan kalori harian. Selain itu, di dalam susu juga tinggi kandungan sehat lainnya seperti protein, lemak, dan berbagai macam vitamin dan mineral.

Berbagai mitos yang terkait dengan susu

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali mitos yang terkait dengan susu yang sayangnya belum tentu sesuai dengan fakta. Masalahnya adalah mitos-mitos ini sudah terlanjur dipercaya oleh banyak orang.

Berikut dalah berbagai mitos tentang susu yang belum tentu benar tersebut.

  1. Susu hanya diperuntukkan bagi anak-anak

Banyak orang yang menganggap susu hanya bisa memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Setelah memasuki usia dewasa, mereka kemudian malas untuk mengonsumsinya. Padahal, dalam realitanya susu bisa memberikan banyak sekali manfaat kesehatan bagi siapa saja, tanpa mengenal usia.

Memang, susu bisa menyediakan banyak sekali nutrisi sehat yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, namun bagi orang dewasa, susu bisa menyediakan berbagai macam nutrisi yang bisa mendukung kesehatan tubuh.

Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan asupan vitamin, protein, mineral, dan kalsium di dalam susu yang tentu akan mendukung sistem kekebalan tubuh, berbagai fungsi tubuh, dan kekuatan tulang.

  1. Susu hanya memberikan manfaat bagi kesehatan tulang

Susu bagi orang dewasa seringkali dianggap hanya bermanfaat bagi kesehatan tulang. Padahal, dalam realitanya, susu bisa memberikan manfaat jauh lebih banyak.

Sebagai contoh, penelitian yang diunggah hasilnya dalam Journal of the American College of Nutrition pada tahun 2009 menghasilkan fakta bahwa minum susu bisa membantu menurunkan tekanan darah, risiko terkena kanker usus, dan mencegah datangnya demensia atau pikun yang bisa menyerang mereka yang berusia lanjut.

  1. Susu bisa membuat gemuk

Banyak orang yang mengaku takut untuk minum susu karena menganggapnya bisa membuat gemuk. Hal ini membuat mereka yang menjalani program diet memilih untuk menghindarinya. Padahal, dalam realitanya, susu justru bisa membantu menurunkan berat badan. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam International Journal of Obesity yang terbit pada 2004 silam.

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa kebiasaan minum susu bisa membuat asupan kalsium meningkat. Hal inilah yang kemudian bisa mempengaruhi penurunan berat badan.

Hanya saja, kondisi ini tidak berlaku jika kita mengonsumsi susu kental manis yang cenderung tinggi kalori dan gula yang tidak sehat.

  1. Susu bisa menyebabkan diare

Sebenarnya, mitos ini bisa dianggap benar dan bisa dianggap tidak. Benar karena ada sebagian orang yang mengalami intoleransi laktosa yang akan mengalami gejala mual-mual, kembung, dan diare setelah minum susu, namun secara umum, mereka yang tidak mengalami kondisi intoleransi laktosa tidak akan mengalami efek samping diare setelah mengonsumsinya.

  1. Susu full cream sebaiknya dihindari

Banyak orang yang memilih untuk menghindari susu full cream karena menganggapnya memiliki kandungan lemak atau kalori yang tinggi sehingga bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Padahal, dalam realitanya, susu full cream juga bisa memberikan manfaat kesehatan, lho.

Banyak orang yang merasakan kenyang setelah minum susu full cream sehingga akhirnya tidak tertarik untuk makan dengan porsi berlebihan atau ngemil camilan yang tidak sehat. Hal ini tentu akan membantu program penurunan berat badan, bukan?

Hanya saja, bagi mereka yang sudah mengalami masalah obesitas, konsumsi susu full cream memang bisa membuat berat badan sulit untuk diturunkan.