Terbit: 1 Januari 2020 | Diperbarui: 2 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tidak semua orang terbiasa untuk mengonsumsi obat batuk dalam bentuk pil. Sebagai contoh, anak-anak akan merasa lebih nyaman unuk minum obat batuk sirup. Sayangnya, di balik keampuhan obat batuk sirup dalam mengatasi masalah kesehatan ini, ada berbagai macam mitos yang dipercaya masyarakat tentang obat ini.

5 Mitos Obat Batuk yang Banyak Dipercaya. Ketahui Faktanya!

Mitos Obat Batuk yang Dipercaya Masyarakat

Ada banyak sekali mitos yang menyertai obat batuk yang sayangnya tidak selalu benar. Berikut adalah mitos obat batuk yang banyak dipercaya:

  1. Obat Batuk Pasti Menyebabkan Kantuk

Banyak orang yang berpikir jika obat batuk pasti akan menyebabkan kantuk. Jika dikonsumsi, kita tidak akan bisa melakukan aktivitas dengan normal karena merasa ngantuk dan ingin tidur saja. Hal ini membuat banyak orang yang akhirnya memilih untuk tidak meminumnya meski batuk sebenarnya sudah sangat mengganggu.

Memang, salah satu efek samping paling mungkin terjadi setelah minum obat batuk adalah munculnya rasa kantuk. Hanya saja, hal ini biasanya terjadi jika kita mengonsumsi obat batuk dengan kandungan antihistamin. Sebagai informasi, kandungan ini memang bisa meredakan gejala batuk, namun hal ini juga bisa mempengaruhi fungsi otak, khususnya dalam hal memicu rasa kantuk dan sulit untuk berkonsentrasi.

Jika batuk sudah cukup parah dan tubuh perlu beristirahat demi memulihkan diri, obat batuk dengan antihistamin bisa menjadi pilihan yang tepat agar kita bisa benar-benar tidur dengan nyenyak, namun jika batuk tidak begitu parah dan kita masih ingin beraktivitas dengan normal, bisa mengonsumsi obat batuk yang tidak memiliki kandungan antihistamin namun memiliki kandungan bromhexine HCI serta guaifenesin.

  1. Obat Batuk Pasti Bisa Menyembuhkan Batuk

Banyak orang yang hanya mengandalkan obat batuk saat batuk melanda, bukannya meminta bantuan dokter. Logikanya, obat batuk yang lebih murah sudah cukup untuk mengatasi masalah kesehatan ini dibandingkan dengan harus ke dokter. Sayangnya, hal ini belum tentu benar.

Jika batuk sudah sangat parah, bisa jadi obat batuk tidak akan benar-benar bisa mengatasinya. Hal ini disebabkan bahwa fungsi utama dari obat ini hanyalah meredakan atau meringankan gejalanya, bukannya benar-benar menyembuhkannya.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jika memang batuk sudah sangat parah dan mengganggu demi mendapatkan obat yang tepat demi mengatasinya.

  1. Sup Hangat Bisa Dijadikan Obat Batuk Alami

Sup hangat memang bisa membuat tenggorokan menjadi lebih nyaman. Hal ini membuat banyak orang berpikir jika makanan ini bisa menjadi obat batuk alami. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut hal ini tidak benar.

Meski bisa mengatasi sensasi gatal pada tenggorokan, dalam realitanya sup hangat hanya akan memberikan efek sementara. Batuk-batuk dan tenggorokan gatal pun akan kembali setelah beberapa saat.

  1. Obat Batuk Sirup Bisa Menyebabkan Ketagihan

Rasa manis, segar, dan hangat setelah minum obat batuk sirup memang bisa memberikan sensasi nyaman pada tenggorokan. Hanya saja, banyak orang yang menyebut obat ini bisa menyebabkan ketagihan. Dalam realitanya, di dalam beberapa jenis obat batuk sirup terdapat kandungan kodein yang jika dikonsumsi dengan berlebihan memang bisa memicu ketagihan.

Hanya saja, kadar kandungan ini biasanya tidak begitu besar dan kini sudah banyak obat batuk yang tidak menggunakan kodein. Hal ini berarti, tidak semua obat batuk bisa menyebabkan efek ini.

  1. Obat Batuk Sirup Aman bagi Anak

Obat batuk sirup ternyata tidak boleh sembarangan dikonsumsi oleh anak-anak dan bayi dengan usia kurang dari enam tahun. Pastikan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum memberikannya ke anak.

 

Sumber:

  1. Gonzales, Sasha. 2014. Hits & Myths: cough syrups. scmp.com/lifestyle/health/article/1513557/hits-myths-cough-syrups. (Diakses pada 1 Januari 2020).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi