5 Mitos Tentang Minum Teh Ini Jangan Lagi Dipercaya

teh-mitos-doktersehat
Photo Source: Flickr/cityfoodsters

DokterSehat.Com– Selain kopi, teh juga dikenal sebagai salah satu minuman yang paling digemari oleh siapa saja. Rasanya yang nikmat cocok untuk diminum dalam kondisi hangat atau dingin. Sayangnya, ada banyak sekali mitos terkait dengan minuman ini yang sayangnya masih dipercaya oleh banyak orang.

Berbagai Mitos Tentang Minum Teh

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa mitos yang terkait dengan kebiasaan minum teh. Sayangnya, mitos-mitos ini belum tentu sesuai dengan fakta kesehatan.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

  1. Teh Herbal Tidak Memiliki Kafein

Teh herbal berbeda dari teh biasa. Minuman ini terbuat dari bahan-bahan seperti dari bunga, biji-bijin, akar, jamur, kulit pohon, dan lain-lain. Banyak orang yang berpikir jika teh herbal ini tidak memiliki kandungan kafein sebagaimana teh biasa. Padahal, hal ini belum tentu benar.

Memang, ada teh herbal yang sama sekali tidak mengandung kafein, namuan beberapa jenis teh herbal seperti teh guarana memiliki kandungan ini. Jika kita diminta untuk membatasi asupan kafein karena memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya memang lebih cermat dalam memilih minuman yang akan dikonsumsi demi mencegah datangnya beberapa efek buruk.

  1. Teh yang Dikemas Dalam Kantong Sama Sehatnya dengan Teh Tubruk

Teh kemasan kantong lebih digemari banyak orang karena praktis dan tidak akan membuat kita kerepotan dengan serbuk teh yang mengambang atau tenggelam di dalam minuman ini. Masalahnya adalah teh ini ternyata tidak sesehat teh tubruk. Pakar kesehatan menyebut aroma, minyak esensial, serta beberapa kandungan lain di dalam teh tubruk mengalami penurunan jumlah saat dijadikan teh kemasan kantong.

  1. Teh Hijau Jauh Lebih Sehat dari Jenis Teh Lainnya

Teh hijau tak hanya nikmat dan bisa menghilangkan stres, banyak orang yang menyebutnya memiliki manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan dengan teh jenis lainnya. Padahal, pakar kesehatan menyebut semua jenis teh memiliki manfaatnya masing-masing.

Sebagai contoh, teh hijau dan teh hitam sama-sama memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Di dalam teh hijau terdapat katekin dan polifenol. Sementara itu, di dalam teh hitam terdapat kandungan theaflavin yang sama-sama bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dan manfaat kesehatan lainnya.

  1. Menambahkan Susu ke Teh Membuatnya Lebih bernutrisi

Logikanya, teh tinggi nutrisi sehat, susu juga tinggi kandungan yang bermanfaat. Menggabungkan keduanya dalam satu minuman akan membuatnya tak hanya nikmat, namun bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan. Sayangnya, hal ini tidak benar.

Penelitian yang diunggah hasilnya dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry justru menghasilkan fakta mengejutkan bahwa kombinasi susu dan teh tidak akan memberikan perubahan yang berarti. Bahkan, kadar kalorinya bisa jadi akan meningkat sehingga jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa membuat berat badan naik.

  1. Teh Hijau Cocok Untuk Diet

Kita tentu sering melihat iklan yang menunjukkan bahwa teh hijau jika dikonsumsi secara teratur bisa menurunkan berat badan. Memang, teh hijau memiliki kandungan yang bisa membuat sistem metabolisme meningkat dan akhirnya berimbas pada penurunan berat badan, namun efeknya tidak begitu besar. Hal ini berarti, jika kita tidak mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan hanya mengandalkan teh hijau, berat badan tentu tidak akan mudah turun.

Hanya saja, jika kita menerapkan program diet demi menurunkan berat badan dan mengombinasikannya dengan minum teh hijau secara teratur, maka kandungan di dalam minuman ini memang bisa membantu menurunkan berat badan dengan signifikan.

 

Sumber:

  1. 2019. 5 health myths about tea you should stop believing. timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/5-health-myths-about-tea-you-should-stop-believing/photostory/71688648.cms. (Diakses pada 23 Oktober 2019).