Banyak yang Percaya, 3 Hal Tentang Gula Ini Ternyata Cuma Mitos!

doktersehat makanan manis
Photo credit: Pexels by Ash

DokterSehat.Com– Saat mendengar kata gula, Anda tentu terbayang dengan makanan manis yang membuat berbagai jenis makanan menjadi super nikmat, ya.

Akan tetapi, sudah menjadi hal yang umum bahwa gula adalah salah satu bahan makanan yang harus dibatasi konsumsinya.

Hal ini, tentu wajar mengingat asupan gula yang berlebihan, telah berkontribusi pada berbagai jenis penyakit yang belakangan ini menjadi penyakit dengan tingkat kejadian yang cukup besar, yaitu diabetes dan obesitas.

gula-doktersehat
Photo Credit: flickr/ Gunilla G

Kondisi ini, selanjutnya membuat gula menjadi salah satu bahan makanan yang bisa dianggap menakutkan oleh sebagian besar orang.

Tak ayal, muncul pula berbagai kepercayaan yang salah, satau mitos, tentang gula yang justru salah kaprah. Kepercayaan yang keliru tersebut, justru bisa lebih menyesatkan jika diterapkan cukup sering dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas, apa saja kepercayaan tentang gula yang sebaiknya tidak perlu dipercayai?

Beberapa mitos tentang gula yang keliru adalah kepercayaan yang salah pada gula, terkait jenisnya dan manfaat atau efek gula pada kesehatan tubuh.

Untuk lebih jelasnya, yuk sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini!

1. Semua jenis gula berbahaya dan harus dihindari

Bahaya dari asupan gula, sangat wajar jika membuat sebagian besar orang merasa ketakutan. Hal ini lantas membuat banyak orang beranggapan bahwa gula adalah bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi sama sekali.

doktersehat-gula-perman-diabetes
Photo Credit: Gunilla G

Padahal, tidak semua jenis gula menjadi berbahaya dan sama sekali tidak boleh dikonsumsi, lho.

Tubuh kita boleh mengonsumsi gula dalam porsi yang cukup serta jenis yang tepat.

Porsi yang tepat adalah tidak lebih dari 5-6 sendok makan setiap hari dan jenis yang tepat adalah gula alami dari buah atau bahan makanan alami, misalnya gula dari buah yang manis, misalnya mangga masak, kurma, atau bubuk kayu manis.
doktersehat-gula-buahSelama Anda mematuhi porsi dan jenis gula yang tepat tersebut, maka Anda bisa mengonsumsi makanan manis setiap hari, kok.

2. Mengurangi gula bisa efektif menurunkan berat badan

Ya, gula memang merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan berat badan. Akan tetapi, hanya mengurangi gula bukan berarti Anda langsung sukses menurunkan berat badan, lho.

Asupan gula yang berlebihan akan berkontribusi pada peningkatan kalori dalam tubuh, namun bukan berarti Anda jadi harus hanya membatasi asupan kalori dari gula saja, ya.
doktersehat-cokelat-diet-berat-badan-1024Saat menurunkan berat badan, Anda juga perlu membatasi asupan kalori dari zat gizi lain, yaitu lemak, protein dan karbohidrat yang memang memiliki kandungan kalori yang tinggi dari gula pasir.

Mengurangi gula bisa Anda lakukan untuk mengontrol craving akan makanan manis, yang bisa berisiko meningkatkan asupan kalori dari konsumsi makanan yang berlebihan.

3. Gula dari pemanis buatan tidak bikin gemuk

Gula olahan, baik gula pasir, gula cokelat, atau gula merah, kerap dianggap berbahya. Hal ini lantas membuat popularitas gula buatan, yang diklaim rendah kalori membuat gula buatan, seperti gula aspartam dan sakarin, menjadi banyak dipilih dengan klaim bebas kalori.

doktersehat-dampak-konsumsi-gula-berlebih
Photo Credit: Pexels.com/
rawpixel.com

Padahal penggunaan gula buatan justru akan meningkatkan kadar produksi lemak dalam tubuh.

Selain itu, asupan gula buatan juga tetap berefek meningkatkan nafsu makan atau membuat tubuh makin craving akan makanan manis.

Jadi, risiko peningkatan berat badan justru semakin besar dengan penggunaan gula buatan, bukan?

Untuk itu, tetap hindari penggunaan gula buatan saat sedang diet, usahakan penggunaan gula dari bahan makanan dengan kandungan gula alami yaitu buah, sari buah manis, sari kurma, tebu, atau kayu manis ya.

Selain tetap manis, penggunaan gula alami tersebut mampu memberikan asupan vitamin dan antioksidan yang baik untuk tubuh.