7 Mitos Sperma yang Salah Kaprah tapi Masih Dipercaya

mitos-sperma-yang-salah-kaprah-doktersehat

DokterSehat.Com – Sperma dan masalah kesuburan adalah hal susah sekali dipahami oleh masyarakat awam. Mereka lebih percaya dengan mitos yang ada di masyarakat meski tidak sepenuhnya benar. Beberapa mitos malah menyesatkan dan sama sekali tidak bisa dibuktikan atau dijelaskan dengan sains.

Nah, agar kita lebih paham tentang sperma dan hal-hal yang ada di sekelilingnya, coba simak beberapa ulasan di bawah ini. Anda bisa membaca beberapa mitos yang ada di masyarakat berserta penjelasannya yang lebih logis.

  1. Sperma berenang cepat dengan gerakan lurus

Selama ini kita hanya tahu kalau sperma tidak ubahnya atlet renang yang bergerak lurus menuju sel telur. Faktanya, pergerakan sperma atau sering disebut motilitas ini tidak selalu lurus. Sperma yang sehat mungkin akan bergerak lurus atau membentuk lingkaran besar. Namun, sperma yang tidak sehat akan bergerak ke segala arah atau diam sama sekali.

Pergerakan sperma ke tuba falopi juga tidak berjalan begitu saja dengan energinya. Cairan pelumas atau mucus yang ada di vagina juga membantu pergerakan sel kelamin jantan ini.

  1. Semakin kental air mani, sperma semakin banyak

Air mani yang terlalu kental justru mengandung banyak sperma yang tidak sehat. Bentuk sperma harus lancip ke depan yang membantunya melakukan pergerakan. Saat sampai di depan leher rahim atau serviks, cairan pelumas atau mucus di sana akan menyelesai sperma sehat saja. Sperma yang tidak sehat akan ditolak masuk ke rahim.

  1. Sperma langsung mati saat terpapar udara atau suhu tertentu

Tidak sepenuhnya benar. Sperma bisa hidup hingga 3-5 hari kalau berada di lingkungan dengan tingkat keasaman yang tepat. Kalau sperma terpapar udara bebas atau suhu tertentu di luar vagina, sel akan mati maksimal 30 menit. Tanda kematian sperma terlihat dari semakin beningnya cairan mani.

  1. Sperma langsung membuahi sel telur saat pria ejakulasi

Sperma yang masuk ke dalam rahim akan bergerak ke tuba falopi. Saat berada di sana, sel tidak akan langsung membuahi. Sperma akan bertahan selama 3-5 hari sebelum akhirnya mati. Saat ada sel telur keluar ketika ovulasi, barulah sperma langsung menyerbu untuk membuahi.

  1. Sperma yang dihasilkan pria selalu berkualitas

Tidak semua sperma yang dihasilkan ketika ejakulasi semuanya berkualitas. Kalau Anda memiliki sperma sehat fertil sekitar 60 persen ke atas, peluang pembuahan akan besar. Namun, kalau kurang dari itu fertilitas pria akan dianggap turun. Sperma akan susah menjangkau sel telur karena sebagian besar mati di perjalanan.

  1. Semua sperma yang dihasilkan sehat

Sama seperti poin sebelumnya, sperma ada juga yang mengalami gangguan seperti bentuk atau susunan DNA di dalamnya. Semakin tua pria, gangguan pada sperma akan semakin besar, bahkan pria bisa mengalami penurunan kesuburan hingga membuatnya susah membuahi pasangan.

  1. Cairan praejakulasi tidak mengandung sperma

Saat terangsang dengan intens, pria akan menghasilkan cairan praejakulasi atau precum. Cairan ini biasanya berfungsi sebagai pelumas. Cairan ini sering dianggap tidak memiliki kandungan sperma dan tidak ada kemungkinan sebabkan pembuahan. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan, sampel precum masih mengandung sperma yang sehat.

Kemungkinan untuk pembuahan mungkin cukup kecil. Namun, kemungkinan masih ada sehingga kalau mengendalikan kehamilan, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi.

Inilah tujuh mitos tentang sperma yang sering salah kaprah, tapi masih dipercaya oleh banyak orang. Nah, dari tujuh hal di atas, mana yang sebelumnya Anda percaya?