Terbit: 28 April 2018 | Diperbarui: 29 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini kita sering percaya kalau masturbasi bisa menyebabkan kemandulan pada pria. Bahkan ada yang mengatakan kalau masturbasi bisa membuat pria tidak kuat di ranjang. Beberapa mitos yang menyebar di kalangan masyarakat itu ada yang benar dan ada juga yang sebagian benar.

Mitos Sering Masturbasi Memicu Munculnya Jerawat, Benarkah?

Selain masalah kemandulan, masturbasi yang dilakukan oleh pria dan wanita juga menyebabkan kulit wajah mereka berjerawat. Benarkah demikian atau hanya sekadar mitos yang menyebar secara luas?

Penyebab jerawat muncul pada wajah

Ada banyak faktor yang menyebabkan jerawat muncul pada wajah pria atau wanita. Penyebab utama yang sering muncul adalah kotornya kulit wajah. Kalau kulit di area ini tidak dicuci dengan bersih, peluang terjadi jerawat menjadi besar. Kotoran yang mengandung bakteri bisa menginfeksi kulit sehingga bisul bisa muncul.

Penyebab kedua adalah hormon. Saat puber, hormon pada pria atau wanita bisa menyebabkan muncul jerawat pada wajah dan juga punggung, Seiring dengan berjalannya waktu, jerawat biasanya hilang dengan sendirinya.

Nah, berkaitan dengan masturbasi, jerawat sama sekali tidak disebabkan oleh aktivitas ini Selama aktivitas masturbasi dilakukan dengan sehat dan tidak berlebihan, tubuh tidak akan mengalami efek sampingnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Masturbasi menyebabkan kulit jadi sehat

Secara umum masturbasi memang tidak memberikan dampak buruk pada kulit di mana pun letaknya. Meski demikian, orgasme yang dihasilkan dari masturbasi bisa meningkatkan adrenalin. Kondisi ini menyebabkan tubuh mengeluarkan cukup banyak keringat di area wajah.

Keringat yang keluar ini akan mengeluarkan kotoran dari pori-pori kulit Dampaknya, kulit di sekitar wajah dari lebih lembap dan juga sehat. Jadi, tidak menyebabkan jerawat kecuali kulit wajah yang berkeringat tidak segera dibersihkan.

Nah, jangan mudah percaya dengan mitos yang ada di masyarakat ya. Lebih baik mencari fakta agar tidak terjerumus.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi