4 Mitos Seputar Ngompol pada Anak

doktersehat-jam-tidur-anak-berpengaruh-obesitas

DokterSehat.Com– Orangtua seringkali dipusingkan pada anak yang masih mengompol. Banyak yang beranggapan bahwa semakin dewasa seharusnya anak bisa dengan mudah untuk berhenti mengompol, namun kenyataannya tidak demikian. Apa saja yang perlu diketahui orang tua tentang kebiasaan mengompol pada anak?

Fakta tentang anak yang mengompol

Banyak pemahaman yang salah mengenai kebiasaan anak mengompol yang perlu diluruskan agar memudahkan orang tua untuk melatih anaknya agar tidak mengompol. Dilansir dari laman Parents, beberapa fakta tentang mengompol antara lain:

1. Mengompol banyak dialami oleh anak-anak
Banyak orang tua beranggapan bahwa mengompol hanya dialami oleh sebagian anak-anak saja. Faktanya, 20 persen dari anak-anak usia 5 tahun masih sering mengalami ngompol. Jadi Anda tidak perlu terlalu menuntut anak untuk berhenti mengompol pada usia 5 tahun. Namun, jika anak masih mengompol pada usia 6-7 tahun, sebaiknya periksakan ke dokter.

2. Anak ngompol memiliki kandung kemih yang lebih kecil
Anak-anak sering mengompol sering dianggap memiliki kandung kemih yang kecil dibandingkan teman seusianya. Namun, sebenarnya permasalahannya bukan pada ukuran kandung kemih anak melainkan bagiamana anak mudah bangun dari tidur ketika muncul keinginan untuk berkemih.

3. Mengompol adalah masalah perilaku, bukan masalah medis
Sering mengompol bisa jadi gejala sejumlah kondisi kesehatan seperti infeksi saluran kemih dan penyakit pada ginjal dan sistem endokrin seperti diabetes. Selain itu sering mengompol juga bsia jadi terkait dengan masalah fisik seperti perlekatan labial, refluks vesicoureteral, dan bahkan kelainan saluran ureter yang tehubung pada vagina.

4. Mengompol harus dihentikan sejak dini
Faktanya, anak yang masih mengompol di usia 6 tahun masih dianggap normal. Memang akan lebih baik bagi anak dan lebih mudah bagi orang tua jika anak-anak sudah tidak mengompol sejak usia dini, namun perlu diingat bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda.

Jika anak Anda masih sering mengompol saat malam hari, Anda bisa melatihnya untuk berkemih sebelum tidur dan membatasi asupan kafein pada anak sejak sore hari.