Terbit: 6 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Memasuki usia 50 tahun, hampir semua wanita mengalami menopause. Kondisi menopause ini ditandai dengan menurunnya jumlah menstruasi. Sel telur di dalam ovarium tidak diproduksi lagi sehingga seks yang dilakukan tanpa pengaman tidak akan menyebabkan terjadinya kehamilan.

5 Mitos Seks Pasca Menopause yang Menyesatkan Wanita

Selain masalah kehamilan, wanita akan mengalami penurunan kemampuan seksualnya. Bahkan beberapa orang mengaku setelah menopause wanita tidak akan bisa berhubungan seks lagi dengan pasangan. Benarkah demikian?

Sebenarnya hal-hal terkait seks saat menopause banyak yang tidak benar. Beberapa mitos yang beredar cukup menyesatkan sehingga Anda harus membuangnya jauh-jauh. Berikut beberapa mitos yang sering sekali muncul.

  1. Libido pasti hilang

Selama ini sebagian besar orang awam selalu percaya kalau libido untuk melakukan seks pada wanita akan menghilang pasca menopause. Padahal tidak semua wanita sama dan masalah libido ini sifatnya individu. Beberapa wanita mungkin ada yang kehilangan libido, tapi yang mengalami penurunan saja juga tidak sedikit.

Libido pada wanita dipengaruhi oleh hormon seks estrogen. Nah, hormon ini akan mengalami penurunan setelah menopause. Namun, penurunan setiap wanita tentu berbeda-beda. Jadi, wanita yang mengalami menopause pun masih bisa menikmati seks dan bergairah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  1. Vagina jadi tidak sehat karena jarang bercinta

Setelah mengalami menopause wanita akan jarang sekali bercinta atau malah tidak melakukannya sama sekali. Nah, karena tidak bercinta, beberapa orang awam selalu berpendapat kalau vagina jadi tidak sehat. Seks selalu dijadikan indikator kesehatan dari vagina padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Kesehatan dari vagina ditentukan oleh banyak hal mulai dari kesehatan saluran kemih. Kalau saluran ini sehat, kemungkinan terjadi infeksi akan menurun. Selanjutnya ada atau tidaknya penyakit menular seksual dan infeksi jamur juga menentukan kesehatan dari vagina. Jadi, sering bercinta tidak serta-merta membuat vagina jadi sehat.

  1. Seks pasti sakit

Saat mengalami menopause, wanita akan mengalami penurunan produksi cairan pelumas di dalam vagina. Beberapa bahkan tidak menghasilkan pelumas sehingga vagina jadi kering dan setiap seks dilakukan akan terasa sangat sakit. Bahkan kemungkinan terjadi perdarahan akan semakin besar.

Seks mungkin menyebabkan sakit, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi dengan berbagai cara. Salah satu cara mengatasi seks yang sakit adalah menggunakan pelumas tambahan saat penetrasi dilakukan. Selain itu, melakukan penetrasi dangkal dan memilih gaya seks yang nyaman juga bisa membuat wanita menikmati permainan.

  1. Tidak bisa mendapatkan orgasme

Beberapa wanita sudah pasrah dengan kondisi fisiknya dan tidak berharap mendapatkan orgasme. Saat menopause, orgasme adalah hal yang mustahil dilakukan. Anggapan itu sebenarnya salah. Orgasme tetap bisa dirasakan oleh wanita kalau seks dilakukan dengan benar.

Wanita masih bisa mendapatkan orgasme dengan penetrasi, seks oral, alat bantu seks, dan gabungan cara sebelumnya. Yang dibutuhkan adalah rasa sabar, santai, dan tidak terburu-buru dengan seks yang dilakukan. Pria harus sadar dengan kondisi dari wanita sehingga lebih memerhatikan mereka.

  1. Intimasi akan hilang

Intimasi dalam hubungan atau rumah tangga selalu diidentikkan dengan seks Kalau pasangan sudah tidak berhubungan seks atau jarang melakukannya, hubungan akan merenggang. Mitos ini sebenarnya tidak benar, intimasi tidak hanya ditentukan oleh seks saja.

Seks memang bisa mendekatkan pasangan, tapi kalau hanya berfokus pada kontak fisik saja rasa bosan akan sering muncul. Jadi jaga komunikasi dengan baik. Lakukan hal-hal menyenangkan berdua agar tetap mesra.

Inilah lima mitos tentang seks pasca menopause yang sering menyesatkan wanita. Semoga bisa kita jadikan referensi di kemudian hari.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi