Jangan Percaya, 3 Mitos Tentang Nasi Ini Ternyata Tidak Terbukti

doktersehat-nasi-goreng-sehat
Photo Credit: Flickr.com/cipher

DokterSehat.Com– Makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia, tentu saja nasi, ya. Hal ini sudah menjadi kebiasaan dan membuat nasi menjadi salah satu jenis makanan berkarbohidrat yang paling banyak digemari di

Hal ini kemudian membuat nasi, yang hampir setiap hari dikonsumsi oleh orang Indonesia kerap disalahkan menjadi biang berbagai kondisi, misalnya saja kegemukan, berat badan naik, hingga diabetes.

Tak ayal, hal ini menyebabkan munculnya berbagai mitos dan kepercayaan tentang nasi. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tidak semua mitos seputar nasi tersebut terbukti benar adanya?

Untuk tahu lebih lanjut, yuk sama-sama kita simak apa saja mitos tentang nasi yang ternyata tidak terbukti, melalui penjelasan di bawah ini!

1. Nasi menyebabkan berat badan naik hingga kegemukan

Photo Credit: flickr/ Quinn Dombrowski

Kita tentu sering mendengar bahwa salah satu cara yang ampuh untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi makan nasi, ya.

Hal ini memang terbukti keberhasilannya, namun bukan berarti bahwa nasi adalah salah satu makanan yang menyebabkan berat badan jadi naik, lho.

Kebutuhan energi yang tinggi dalam tubuh bisa dengan mudah dipenuhi dengan cara mengonsumsi makanan sumber energi, salah satunya adalah makanan berkarbohidrat.

Sayangnya, makanan berkarbohidrat rentan berlebihan dikonsumsi, sehingga asupannya dalam tubuh juga menjadi tinggi. Hal ini yang kemudian menyebabkan nasi dapat menyebabkan berat badan menjadi naik, karena cadangan atau simpanan energi juga tinggi.

Namun, perlu diingat bahwa hampir semua makanan berkarbohidrat atau berlemak, dapat menjadi penyebab berat badan naik, karena keduanya memiliki kandungan energi yang tinggi.

Tidak hanya nasi, mi, roti, umbi-umbian, atau camilan dan jajanan, yang terbuat dari tepung terigu, jika dikonsumsi berlebihan juga akan menyebabkan berat badan naik.

2. Nasi menyebabkan diabetes karena banyak mengandung gula

Sebagai makanan sumber karbohdirat, nasi memang memiliki banyak kandungan gula.

Berbagai studi menunjukkan bahwa konsumsi nasi, utamanya jenis nasi putih, dalam porsi yang besar dan frekuensi yang sering terbukti mampu meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Akan tetapi, bukan berarti nasi menjadi satu-satunya penyebab diabetes, lho.

Ada beberapa jenis nasi yang justru baik dikonsumsi untuk mengontrol gula darah atau baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, yaitu nasi merah, yang kandungan karbohidratnya sama baiknya namun memiliki nilai indeks glikemik yang jauh lebih rendah daripada nasi putih yang umum dikonsumsi.

Nasi merah juga memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga justru mampu menekan risiko gula darah tinggi pada tubuh, mengontrol kadar lemak dalam tubuh, hingga melancarkan pencernaan.

3. Nasi tidak memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh

Photo Credit : freepik.com

Jika Anda beranggapan bahwa nasi hanya mengandung karbohidrat saja, maka anggapan tersebut salah besar. Nasi memiliki berbagai kandungan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Nasi merupakan sumber vitamin B kompleks, yang merupakan vitamin larut air yang harus dipenuhi setiap hari kebutuhannya, serta mineral zink, selenium dan magnesium, yang baik untuk tubuh.

Hal ini tentu membuat konsumsi nasi tidak hanya sebagai sumber energi saja namun juga memberikan asupan vitamin dan mineral untuk tubuh, ya.

Nah, itu dia 3 mitos yang tidak perlu lagi Anda percayai terkait nasi.

Anda tetap dapat mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok, akan tetapi, selalu batasi porsi konsumsi nasi sesuai kebutuhan, jika perlu, variasikan sumber karbohidrat harian Anda, dengan sesekali mengganti nasi dengan roti, roti gandum, mi, atau umbi-umbian.