Hobi Makan Lele Bisa Picu Kanker, Mitos atau Fakta?

kandungan-gizi-lele-doktersehat
Photo Source: Albert Dezetter from Pixabay

DokterSehat.Com– Salah satu jenis ikan air tawar yang paling sering kita konsumsi adalah ikan lele. Ikan ini cocok untuk dijadikan makanan yang diolah bersamaan dengan sambal pedas. Selain itu, ada banyak olahan lain dari ikan ini yang tak kalah lezatnya. Hanya saja, masyarakat Indonesia cenderung percaya jika kebiasaan makan ikan lele bisa memicu datangnya kanker.

Kaitan antara makan lele dengan risiko kanker

Pakar kesehatan menyebut lele termasuk dalam ikan air tawar dengan kadar nutrisi yang sangat tinggi. Sebagai contoh, kita bisa menemukan protein, vitamin B kompleks, dan asam lemak omega 3 dalam jumlah yang tinggi di dalamnya.

Khusus untuk kandungan yang bisa menyebabkan datangnya kanker, pakar kesehatan menyebut kandungan ini sebenarnya tidak ditemukan di dalam lele. Hanya saja, dalam beberapa kasus, lele yang tidak dipelihara di lingkungan yang baik memang bisa saja memiliki zat karsinogenik penyebab kanker.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Pittsburgh School of Health Sciences, Amerika Serikat menghasilkan fakta bahwa ikan lele yang dipelihara di perairan yang tidak bersih atau sudah dicemari oleh berbagai macam polutan karena berposisi di dekat pembuangan industri bisa jadi memang memiliki kandungan penyebab kanker.

Para peneliti mengekstrak ikan-ikan lele yang memang ditemukan di perairan yang tercemar tersebut. Setelahnya, ekstrak dari ikan lele ini dicampurkan pada sel-sel kanker payudara yang ditempatkan di dalam laboratorium. Hasilnya adalah, sel-sel kanker ini mampu berkembang dengan pesat.

Ikan-ikan lele yang sudah memiliki zat karsinogen ini ternyata memiliki bahan kimia yang memiliki sifat layaknya hormon estrogen. Sebenarnya, hormon ini jika berada dalam kondisi normal bisa memberikan banyak manfaat kesehatan, namun jika hormon ini tidak seimbang, maka akan menyebabkan kenaikan risiko kanker payudara.

Apakah sebaiknya tidak makan lele demi mencegah kanker?

Para peneliti menyebut hasil penelitian yang mereka lakukan sebenarnya mirip dengan kasus merkuri yang bisa ditemukan di dalam berbagai macam ikan laut. Kita tentu masih bisa makan ikan laut dengan tenang, bukan?

Hal ini berarti, kita masih bisa mengonsumsi ikan lele asalkan memastikan bahwa ikan-ikan tersebut dibudidayakan di perairan yang masih dalam kondisi baik. Biasanya peternak lele sudah mengondisikan perairan di peternakannya agar bisa berada dalam kondisi yang baik sehingga lele bisa tumbuh dengan sehat.

Lele-lele ini juga aman untuk dikonsumsi. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia ternyata sudah membuat standar sendiri tentang peternakan lele yang harus dipatuhi masyarakat demi memastikan bahwa lele-lele yang dikonsumsi masyarakat bebas dari bahan kimia berbahaya.

Makan lele tidak boleh berlebihan

Meskipun bisa dipastikan bahwa lele-lele yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi, pakar kesehatan menyebut kita tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsinya. Sebaiknya kita membatasi konsumsinya maksimal dua atau tiga kali saja dalam sepekan.

Manfaat makan lele untuk kesehatan

Terdapat beberapa manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan jika makan lele secara teratur.

Berikut adalah beberapa manfaat makan lele:

  1. Menyediakan protein

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan makan lele akan membantu kita mencukupi kebutuhan protein. Bahkan, kadar protein di dalam lele disebut-sebut lebih baik dari yang ada di dalam susu sapi.

  1. Menyediakan fosfor

Di setiap 100 gram ikan lele terdapat 168 mg fosfor yang bisa membuat tubuh lebih berenergi dan membantu sistem metabolisme tubuh.

  1. Baik bagi kesehatan organ kardiovaskular

Di dalam ikan lele tinggi kandungan potasium yang akan membuat jantung dan pembuluh darah menjadi lebih sehat. Risiko terkena penyakti kardiovaskular pun bisa ditekan dengan signifikan.