7 Mitos Tentang Kanker Payudara yang Sering Dipercaya Banyak Wanita

mitos-kanker-payudara-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling sering membunuh wanita. Sayangnya, tidak semua wanita sadar pada risiko kanker payudara yang dimilikinya. Alih-alih melakukan pengecekan rutin pada payudaranya untuk menemukan masalah, beberapa wanita malah mempercayai mitos yang beredar di sekitarnya.

Nah, kalau Anda tidak mau mengalami masalah dengan kanker payudara dan lebih memahami penyakit ini, luruskan semua mitos yang terlanjur dipercaya. Berikut beberapa jenis mitos terkait dengan kanker payudara yang dipercaya oleh banyak wanita.

Mitos tentang kanker payudara

Mitos tentang kanker payudara banyak sekali menyebar di sekitar kita. Sayangnya, mitos ini lebih banyak menyesatkan sehingga kita harus bisa mewaspadainya. Berikut beberapa jenis mitos yang harus kita luruskan.

  1. Tidak akan kena kanker kalau tidak ada riwayat keluarga

Salah satu mitos yang salah kaprah dan sering menyesatkan adalah masalah kanker dan riwayat keluarga. Beberapa orang meyakini kalau kanker hanya akan mengenai mereka yang memiliki riwayat penyakit dari keluarga misal ibu atau nenek. Jadi, mereka yang tidak memiliki riwayat itu lebih aman dari kanker.

Faktanya semua orang yang memiliki kelenjar payudara baik pria dan wanita sama-sama berisiko alami kanker payudara. Selama risikonya dinaikkan, kanker bisa saja terjadi tanpa harus ada keturunan terlebih dahulu. Jadi, kalau Anda tidak memiliki riwayat kanker, sikap kewaspadaan harus tetap dilakukan.

  1. Diagnosis kanker payudara sama dengan kematian

Perkembangan dunia kedokteran sudah berjalan jika dibandingkan 20 tahun silam. Saat ini, wanita dengan kanker payudara bisa sembuh dengan rasio sekitar 80 persen. Angka kesembuhan kanker cukup tinggi karena penyakit tidak mengalami metastasis atau menyebar ke organ lain yang ada di sekitarnya.

Asal wanita bisa menjaga kesehatannya dengan baik dan mengatur pola hidupnya, kanker akan benar-benar hilang. Namun, kalau gaya hidup yang buruk tetap dilakukan, kemungkinan besar akan

  1. Pil KB sebabkan kanker payudara

Di masa lalu mungkin pil KB yang mengandung banyak hormon bisa menyebabkan kanker payudara pada wanita. Namun, saat ini pil KB yang banyak beredar di luaran sana mengandung hormon yang lebih rendah dari sebelumnya sehingga aman untuk tubuh wanita untuk penggunaan selama bertahun-tahun.

  1. Kanker payudara hanya mengenai wanita tua

Kanker payudara memiliki perkembangan yang lambat dan sering tidak terdeteksi. Itulah kenapa beberapa kasus kanker payudara, wanita sering mengalami kanker stadium lanjut saat berusia lanjut. Nah, sebenarnya kanker payudara ini bisa terjadi pada wanita mudah dengan usia sekitar 39 tahun. Sayangnya pada tahap ini kanker belum terlihat dan dirasakan dengan jelas.

Itulah kenapa wanita disarankan untuk melakukan pengecekan rutin pada payudaranya setiap hari. Kalau ada benjolan abnormal bisa segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah itu kanker atau bukan.

  1. Diet tinggi lemak sebabkan kanker payudara

Diet tinggi lemak tidak serta-merta tidak bisa langsung dikaitkan dengan kanker payudara. Meski kelebihan lemak bisa meningkatkan produksi estrogen, lemak masih dibutuhkan oleh tubuh. Itulah kenapa lemak yang sehat seperti lemak nabati masih direkomendasikan dibandingkan dengan lemak jenuh lainnya.

  1. Menyusui pasti mencegah kanker payudara

Memang benar, memiliki dua anak sebelum usia 30 tahun dan memberikan ASI eksklusif bisa menurunkan risiko kanker payudara pada wanita. Namun, balik lagi ke gaya hidup wanita. Turunnya risiko itu tidak 100 persen. Selama wanita memiliki gaya hidup yang buruk, kanker akan tetap terjadi.

Kalau wanita ingin mengalami penurunan risiko kanker payudara, selain menyusui merek juga harus berolahraga secara rutin. Minimal dalam satu hari bisa jalan kaki atau jogging ringan selama 15-30 menit.

  1. Operasi menyebarkan kanker payudara ke seluruh tubuh

Operasi tidak menyebabkan kanker menyebar ke seluruh tubuh. Selama kanker belum pada stadium akhir dan mengalami metastasis, pengangkatan bisa dilakukan. Jadi, salah kalau takut menjalani operasi karena maskah ini, Justru operasi bisa membantu penyembuhan.

Menurunkan risiko kanker payudara pada wanita

Semua wanita berisiko mengalami kanker payudara, bahkan pria pun juga bisa mengalaminya. Namun, risiko kanker bisa diturunkan kalau melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Berusaha menjaga berat badan setiap harinya. Wanita yang mengalami obesitas cenderung mudah terkena kanker payudara daripada mereka yang rutin menjaga berat badan dan berusaha mencegah munculnya lemak berlebihan di dalam tubuh.
  • Melakukan latihan rutin setiap hari atau minimal seminggu 3 kali. Dengan latihan rutin, Dalam satu minggu usahakan ada total sekitar 150 menit olahraga dengan intensitas rendah ke sedang.
  • Batasi waktu untuk duduk di atas kursi kalau Anda bekerja di kantor. Risiko mengalami kanker payudara bisa naik hingga 10 persen kalau dilakukan selama 6 jam lebih. Kalau Anda tidak bisa menghindari duduk, setiap 2-3 jam sekali lakukan relaksasi.
  • Batasi konsumsi alkohol setiap harinya. Wanita yang mengonsumsi sekitar 2-3 porsi alkohol per harinya memiliki risiko kanker payudara sekitar 20 persen lebih besar dari orang biasa.
  • Batasi rokok kalau Anda memang melakukannya. Lebih baik lagi kalau aktivitas ini dihentikan untuk mencegah sel karsinogenik muncul dan akhirnya tumbuh.
  • Hindari terapi penggantian hormon jika sudah mengalami menopause. Lebih baik bertahan dengan gejalanya yang mengganggu daripada risiko terkena kanker payudara semakin tinggi.

Demikian ulasan tentang mitos kanker payudara yang banyak dipercaya oleh kaum hawa. Nah, dari beberapa mitos yang tersaji di atas, mana saja yang awalnya Anda percayai sebagai fakta? Semoga setelah mendapatkan informasi di atas, kita jadi lebih memahami apa itu kanker payudara dan risikonya.