Sebanyak Inilah Minyak yang Diserap oleh Gorengan

gorengan-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/infobdg

DokterSehat.Com– Siapa sih yang tidak suka dengan gorengan? Rasanya yang renyah sangat cocok untuk dijadikan camilan saat mengobrol atau saat menonton televisi. Hanya saja, gorengan juga dianggap sebagai salah satu makanan yang paling tidak sehat sehingga sebaiknya tidak kita konsumsi terlalu sering atau berlebihan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan minyak dan lemak di dalamnya.

Seberapa banyak minyak yang diserap oleh gorengan?

Salah satu bahan yang digunakan oleh gorengan adalah tepung. Masalahnya adalah tepung cenderung menyerap minyak dalam jumlah yang banyak, apalagi gorengan memang diolah dengan cara deep fried atau menggunakan minyak dalam jumlah yang banyak. Minyak yang dipanaskan dalam suhu tinggi ini akhirnya membuat gorengan memiliki kandungan lemak jahat yang cukup tinggi sehingga bisa memicu datangnya penyakit degeneratif layaknya penyakit jantung, stroke, diabetes, gagal jantung, aterosklerosis, dan lain-lain. Penyakit-penyakit ini berpotensi mematikan.

Menurut pakar kesehatan, kandungan minyak di dalam gorengan memiliki jumlah sekitar 8 hingga 25 persen dari berat total gorengan tersebut. Jumlah minyak ini bergantung pada jenis gorengan, bentuk gorengan, hingga waktu menggoreng atau suhu yang dipakai untuk memanaskan minyak.

Gorengan juga memiliki kadar kalori yang tinggi

Di dalam gorengan juga terdapat kandungan kalori yang sangat tinggi. Sebagai contoh, jika kita memakan satu potong gorengan, maka kita bisa mendapatkan 250 hingga 400 kalori. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsi gorengan, bisa jadi kita mengonsumsi kalori yang sama dengan nasi sebanyak 2 atau 3 porsi. Karena alasan inilah jika kita sering makan gorengan, maka kita akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.

Penyebab gorengan memiliki kandungan minyak yang tinggi

Selain karena diolah dengan menggunakan minyak, terdapat banyak faktor yang menyebabkan gorengan memiliki kadar minyak yang cukup tinggi. Faktor-faktor ini meliputi bahan atau jenis gorengan hingga teknik pengolahannya.

Berikut adalah faktor-faktor tersebut.

  1. Kadar air dari bahan gorengan

Penelitian menghasilkan fakta yang menarik tentang cara mengolah makanan dengan memakai minyak goreng yang ternyata terkait erat dengan banyaknya kadar air dari sebuah makanan. Jika kadar air dari gorengan ini cukup tinggi, maka kandungan air ini akan digantikan dengan minyak setelah digoreng. Hal inilah yang membuat gorengan cenderung “basah” saat disentuh atau dibiarkan dalam waktu yang lama.

  1. Kepadatan gorengan

Proses bergantinya kadar air menjadi minyak di dalam gorengan ternyata terkait dengan kepadatan, luas permukaan gorengan, hingga bentuk dan struktur dari gorengan tersebut. Sebagai contoh, jika gorengan ini memang cenderung memiliki banyak pori-pori, maka pori-pori ini akan terisi oleh minyak saat kita menggorengnya. Selain itu, gorengan dengan bentuk yang tebal juga cenderung memiliki kadar minyak yang lebih banyak. Sebagai contoh, bakwan memiliki kandungan minyak lebih banyak dari tempe goreng yang diiris tipis, bukan?

  1. Lamanya proses menggoreng

Menurut penelitian, jika kita menggoreng makanan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi justru membuat proses penyerapan minyak jauh lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh penggunaan api yang tidak begitu besar akan membuat proses penggorengan lebih lama dan akhirnya membuat proses pembentukan pori-pori pada makanan menjadi lebih banyak. Hal ini berarti, penggunaan api dengan suhu tinggi bisa membuat proses penyerapan minyak pada gorengan tidak begitu banyak.

Meskipun kita sudah berusaha untuk meminimalisir proses penyerapan minyak di dalam gorengan saat memasaknya, tetap saja di dalam gorengan memiliki kandungan minyak dan lemak yang cukup tinggi. Melihat fakta ini, ada baiknya memang kita tidak lagi mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak atau terlalu sering demi menjaga kesehatan.