Bisakah Minyak Esensial Digunakan untuk Mengatasi Demam?

minyak-esensial-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat mengalami demam biasanya kita sering sekali beristirahat cukup banyak dan minum obat untuk meredakan panas tubuh. Namun, menggunakan obat kimia terus-menerus tentu tidak akan baik untuk kesehatan. Kemungkinan terjadi efek samping akan besar di kemudian hari. Lantas menggunakan apa untuk mengatasi demam, jawabannya adalah minyak esensial.

Jenis minyak esensial yang bisa digunakan

Minyak esensial yang bisa digunakan untuk mengatasi demam ada banyak. Anda bisa menggunakan yang mana saja asal mudah didapatkan dan tidak menimbulkan alergi pada kulit kalau dioleskan. Berikut jenis minyak esensial itu selengkapnya.

  1. Minyak kayu manis

Kayu manis tidak hanya bermanfaat untuk bumbu masakan atau digunakan untuk membuat kue saja. Kayu manis juga bisa diekstrak untuk menghasilkan minyak esensial yang bermanfaat untuk tubuh. Dari penelitian yang dilakukan, minyak kayu manis bermanfaat untuk mengatasi masalah infeksi bakteri yang memicu demam.

Beberapa jenis bakteri yang bisa diatasi oleh minyak kayu manis adalah salmonela yang menyebabkan gangguan pencernaan. Selain itu beberapa jenis bakteri juga mungkin bisa diatasi dengan minyak kayu manis kalau obat standar tidak bisa mengatasi.

  1. Minyak pepermin

Minyak pepermin memiliki rasa mint atau mentol yang sangat kuat. Biasanya minyak ini sering ditambahkan ke jamu atau air lain untuk memberikan rasa hangat setelah diminum. Gejala mual, muntah, pusing, hingga tubuh yang demam juga bisa diatasi dengan mudah.

Selain digunakan untuk minuman, minyak juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah pada tubuh seperti pening. Anda bisa mengoleskannya secara langsung ke kulit untuk mendapatkan efek hangat atau sedikit dingin yang nyaman.

  1. Minyak jahe

Minyak jahe bisa digunakan dengan langsung meminum minyak yang dicampur dengan air atau bahan lainnya. Dengan mengonsumsi minyak jahe, tubuh akan mendapatkan daya tahan yang cukup besar. Bahkan, seseorang akan jarang sekali sakit dan mengalami gangguan dengan alat pencernaannya.

Dengan mengonsumsi minyak jahe inflamasi yang terjadi di saluran cerna akan diatasi atau dicegah. Dampaknya, demam yang sering muncul akibat gangguan pada saluran cerna tidak akan terjadi lagi. Kondisi lain seperti mual, sakit kepala, dan diare juga bisa diatasi.

  1. Tea tree oil

Tea tree oil memiliki sifat yang keras kalau tidak diencerkan dahulu dengan air. Jangan langsung mengaplikasikan pada kulit agar tidak terasa panas. Tea tree oil mengandung komponen anti inflamasi dan anti bakteri. Sangat cocok untuk mengatasi masalah infeksi di kulit yang memicu demam.

  1. Minyak lavender

Minyak lavender bisa digunakan untuk membuat tubuh jadi tenang dan juga mengatasi inflamasi. Dengan menghirup minyak lavender tubuh akan menjadi relaks, tekanan darah bisa turun dan depresi tidak terjadi. Terpenting dari semua minyak ini bisa mengatasi demam.

  1. Minyak kayu putih

Minyak kayu putih banyak digunakan oleh masyarakat. Anda bisa menggunakannya dengan mengoleskan di kening atau tengkuk untuk meredakan pusing dan juga demam yang menyebabkan tubuh tidak nyaman.

  1. Frankincense oil

Frankincense oil mengandung cukup banyak anti bakteri, anti jamur, dan anti inflamasi yang bermanfaat untuk tubuh. Minyak ini mampu mengatasi beberapa masalah flu seperti pilek dan demam serta masalah lain seperti asma, sinus, dan gangguan pada paru-paru seperti bronkitis.

Dari studi yang telah dilakukan, minyak ini mengandung komponen kimia bernama alpha-pinene. Kandungan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu mencegah beberapa jenis kanker yang berbahaya untuk tubuh.

Cara menggunakan minyak esensial yang lain

Minyak esensial dikenal sangat keras kalau bersentuhan langsung dengan tubuh. Oleh karena itu Anda disarankan untuk mengencerkannya terlebih dahulu. Pengenceran dilakukan dengan beberapa minyak nabati seperti minyak zaitun atau minyak kelapa asli. Untuk pengaplikasian pada tubuh, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Menghirup aroma dari minyak esensial langsung dari hidung. Aroma dari minyak esensial bisa memberikan perasaan tenang, nyaman, dan menurunkan tanda-tanda dari demam. Anda bisa menghirup langsung dari botol atau diletakkan di saputangan agar tidak tumpah ke mana-mana.
  • Bisa dimasukkan ke dalam mesin uap yang berisi air. Setelah itu aroma dari minyak esensial bisa langsung dihirup dengan mudah tanpa harus repot menggunakan saputangan.
  • Anda bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam bak mandi lalu mencampur dengan air hangat. Gunakan air itu untuk berenam selama beberapa menit dan mandi seperti biasanya. Aromaterapi dan manfaat dari minyak bisa didapatkan dengan sempurna.
  • Dilarutkan dengan minyak lalu digunakan untuk pijatan di seluruh tubuh atau bagian dari tubuh yang terasa tidak nyaman. Cara ini bisa membuat minyak esensial muda terserap ke dalam tubuh.

Efek samping yang harus diwaspadai

Essential oil adalah salah satu ekstrak dari tanaman tertentu dalam konsentrasi yang tinggi. Biasanya beberapa minyak esensial yang digunakan sering diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kalau tidak diencerkan kemungkinan besar bisa memberikan efek yang buruk pada kulit karena termasuk cairan yang efeknya keras.

Tidak semua orang memiliki kulit yang kuat dan mampu menahan cairan minyak esensial yang dioleskan pada tubuh. Beberapa orang bahkan mengalami alergi dan butuh disembuhkan kulitnya. Jadi, sebelum menggunakan minyak esensial, cari tahu bagaimana cara menggunakannya atau berapa dosis yang diberikan.

Setiap minyak esensial memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Jadi, coba dahulu di tangan dengan jumlah sedikit. Kalau tidak ada masalah berarti aman digunakan. Namun, kalau terasa gatal atau tidak nyaman, kemungkinan besar tidak cocok untuk kulit atau masih terlalu keras.

Inilah beberapa ulasan tentang minyak esensial yang digunakan untuk mengatasi masalah demam. Dari beberapa jenis minyak esensial yang tersaji di atas, adakah yang pernah Anda gunakan sebelumnya? Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai informasi agar saat mengalami demam tidak harus menggunakan obat terus menerus.