Awas, Minuman Ini Bisa Menyebabkan Asam Urat Tinggi

minuman-beralkohol-doktersehat

DokterSehat.Com– Sering dianggap sebagai kondisi kesehatan yang wajar terjadi pada lansia, dalam realitanya penyakit asam urat bisa membuat penderitanya mengalami gejala seperti sensasi nyeri, pembengkakan, dan sensasi kaku pada persendian. Mengingat serangan ini seringkali muncul di malam hari, penderita asam urat bisa mengalami gangguan tidur yang cukup parah.

Penyebab penyakit asam urat

Pemicu dari masalah asam urat biasanya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi purin. Sebagai contoh, jeroan seperti hati dan usus yang memiliki rasa yang nikmat ternyata tinggi kandungan purin. Selain itu, makanan laut, emping dan beberapa jenis sayuran tertentu ternyata juga tinggi kandungan purin.

Jika kita mengonsumsi purin dengan berlebihan, maka tubuh akan memetabolismenya menjadi kristal asam urat. Penumpukan kristal asam urat pada persendian inilah yang membuat peradangan pada persendian dengan gejala-gejala yang telah kita sebutkan sebelumnya.

Adakah minuman yang juga bisa menyebabkan penyakit asam urat?

Selain makanan, pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis minuman yang bisa menyebabkan penyakit ini. Sebagaimana makanan yang tinggi purin, minuman-minuman ini juga memiliki rasa yang enak dan sering kita konsumsi.

Berikut adalah beberapa minuman tersebut.

  1. Bir

Bir yang sering dianggap sebagai minuman yang bisa menghangatkan tubuh saat suhu udara cukup dingin ini ternyata memiliki kandungan purin yang sangat tinggi. Menurut sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa sering mengonsumsinya akan membuat kita lebih rentan terkena penyakit asam urat.

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa minum bir sebanyak 2,5 liter setiap hari akan meningkatkan risiko terkena serangan asam urat. Karena alasan inilah penderita asam urat diminta untuk tidak lagi mengonsumsi minuman ini demi mencegah serangannya.

  1. Beberapa jenis minuman beralkohol

Bir termasuk dalam minuman beralkohol, namun ada beberapa jenis minuman beralkohol lainnya yang juga bisa menyebabkan datangnya penyakit asam urat, apalagi jika kita juga memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini.

Hobi mengonsumsi minuman beralkohol sebagaimana yang sering dilakukan oleh banyak anak muda akan membebani organ ginjal. Ginjal yang terpapar oleh alkohol dalam jumlah yang berlebihan akhirnya akan memproduksi asam urat dengan lebih banyak sehingga kristalnya pun akan semakin menumpuk di persendian. Hal inilah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan asam urat.

  1. Minuman berkafein

Bukan berarti dengan rutin minum kopi atau teh yang memiliki kandungan kafein kita akan lebih rentan terkena penyakit asam urat, namun jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat, tepatnya mencapai lebih dari 80 persen.

Pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk tidak berlebihan mengonsumsi minuman berkafein seperti teh atau kopi. Jika perlu, mereka bisa berkonsultasi ke dokter untuk memastikan seberapa banyak porsi minuman berkafein yang aman bagi kondisi kesehatan mereka.

  1. Minuman berenergi

Mereka yang bekerja dengan menggunakan tenaga seperti kuli bangunan, supir kendaraan jarak jauh, dan profesi lainnya cenderung sering mengonsumsi minuman berenergi. Tujuan dari mengonsumsi minuman ini tentu saja agar tubuh memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari dan tidak mudah kelelahan. Sayangnya, minuman berenergi dikenal luas memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Padahal, mengonsumsi gula dengan berlebihan juga bisa memicu datangnya penyakit asam urat.

  1. Minuman manis

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, minuman manis memang bisa meningkatkan risiko penyakit asam urat. Sayangnya, rasanya enak dan menyegarkan, apalagi jika disajikan dalam kondisi dingin seperti minuman bersoda atau teh botolan yang bisa dengan mudah ditemukan di minimarket bisa membuat kita ketagihan.

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsi segelas minuman manis saja setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan risiko serangan asam urat.