Terbit: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apa minuman pagi hari favorit Anda? Biasanya, teh tentu menjadi favorit, ya. Selain cukup mudah dibuat, teh juga memiliki rasa yang nikmat dan bisa membuat tubuh rileks di pagi hari.

Benarkah Minum Teh saat Perut Kosong Berbahaya?

Akan tetapi, ada banyak informasi yang beredar jika mengonsumsi teh di pagi hari, utamanya saat perut masih kosong, cenderung berbahaya bagi tubuh, benarkah demikian?

Bahaya minum teh saat perut sedang kosong

doktersehat-manfaat-teh-darjeeling

Photo Credit: Pexels.com

Berikut beberapa bahaya yang akan dirasakan tubuh jika langsung mengonsumsi teh saat perut sedang kosong:

  • Menganggu sistem metabolisme tubuh, disebabkan karena teh memiliki sifat asam basa yang kurang netral. Kondisi ini menyebabkan beberapa gangguan seperti memperberat kerja beberapa organ tubuh, misalnya ginjal dan jantung.
  • Membuat perut kembung hingga mual, disebabkan perut benar-benar kosong dan langsung mengonsumsi teh yang cenderung memengaruhi sistem kerja lambung. Hal ini juga dipengaruhi oleh sifat asam basa teh yang kurang netral.
  • Dehidrasi, disebabkan teh memiliki sifat mengikat cairan dalam tubuh
  • Mengganggu penyerapan zat besi, utamanya jika kita langsung mengonsumsi makan pagi atau camilan pagi yang tinggi akan zat besi
  • Merusak email gigi, hal ini juga disebabkan kadar asam basa teh yang kurang netral. Langsung mengonsumsi teh saat baru bangun tidur dan perut sedang kosong, jika dilakukan dalam jangka panjang, akan menyebabkan email gigi berada pada kadar keasaman yang kurang tepat dan merusak email gigi.

Lantas, apakah kita sama sekali tidak boleh mengonsumsi teh di pagi hari?

teh-rosella-doktersehat-1

Photo Credit: Pexels.com

Melihat bahaya di atas, maka tentu kita akan berpikir kembali sebelum memilih teh sebagai minuman saat pagi hari, ya.

Bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari konsumsi teh di pagi hari di atas, memang benar adanya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Akan tetapi, memilih teh sebagai minuman di pagi hari, juga bukan merupakan pilihan yang sepenuhnya salah, asalkan dilakukan dengan beberapa hal di bawah ini:

1. Bangun tidur lebih awal

Untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan dari konsumsi teh di pagi hari, sediakan waktu lebih pagi untuk mengonsumsi teh.

Hal ini sangat baik untuk memberi jeda waktu sehingga konsumsi teh tidak akan mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh pasca menyantap menu sarapan nantinya.

2. Konsumsi air putih 1-2 gelas saat baru bangun

doktersehat-minum-air-putih-sehat-1024
Hal ini harus Anda lakukan untuk menghindari terjadinya dehidrasi setelah minum teh. Biasakan hal ini Anda lakukan jika berencana mengonsumsi teh ½ – 1 jam setelah bangun tidur.

3. Pilih jenis teh dengan kandungan kafein yang rendah

doktersehat-batas-minum-teh-hijau

Photo Credit: Flickr.com/sk

Utamakan memilih jenis teh dengan kandungan kafein rendah dan antioksidan tinggi, untuk menekan risiko yang bisa ditimbulkan dari konsumsi teh. Teh hijau atau matcha bisa jadi pilihan yang tepat.

4. Hindari menambahkan banyak gula dan jangan buat teh terlalu kental

doktersehat-dampak-konsumsi-gula-berlebih

Photo Credit: Pexels.com/
rawpixel.com

Untuk menghindari gangguan yang bisa ditimbulkan dari konsumsi teh di pagi hari, jangan menambahkan banyak gula atau pemanis buatan, hal ini akan membuat pencernaan terganggu.

Hindari pula membuat teh terlalu kental dan konsumsi teh secukupnya saja, yaitu paling banyak 250-300 ml dalam satu kali minum.

5. Konsumsi teh bersamaan dengan camilan

biskuit_doktersehat_2

Photo Source: Flickr/j-k-mitchell

Mengonsumsi teh dengan camilan yang tepat dapat memberikan manfaat berupa membuat pencernaan terisi makanan dan juga mengurangi kadar keasaman teh di rongga mulut dan email gigi.

Hindari memilih camilan yang tinggi zat besi, pilihan camilan yang bisa Anda konsumsi dengan teh adalah camilan tinggi serat, misalnya biskuit gandum, roti gandum utuh, atau buah-buahan yang tidak asam.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi