Terbit: 12 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering mengonsumsi susu selama bulan Ramadan ini? Susu memang seakan menjadi minuman yang menjadi banyak dipilih saat bulan Ramadan.

Haruskah Minum Susu saat Berbuka dan Sahur?

Hal ini tak lepas dari berbagai manfaat dan kandungan gizi yang ada pada susu yang dinilai super sehat. Lantas, haruskah susu selalu dipilih saat berbuka maupun sahur?

Kandungan zat dan gizi pada susu yang membuatnya unggul

Susu seakan sudah populer sejak berkembangnya pedoman kesehatan yaitu empat sehat lima sempurna, dimana susu diletakkan menjadi salah satu bahan makanan yang menyempurnakan asupan makan sehat.

Nyatanya, dengan adanya perubahan pada pola hidup sehat, kini susu sudah bukan lagi suatu bahan makanan yang menjadi wajib dikonsumsi selama asupa protein hewani dan kalsium tercukupi dari bahan makanan lain.

Susu sebagai makanan cair yang padat gizi

Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa susu memiliki berbagai keunggulan diantaranya adalah konsistensinya yang cair sehingga mudah untuk dikonsumsi namun tetap padat gizi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Selain itu, susu juga memiliki kandungan gizi berupa kalsium, zink, dan vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang.

doktersehat-minum-susu-kemasan

Konsumsi susu saat puasa mendukung pemenuhan gizi pada waktu makan yang terbatas

Sebagai makanan cair yang padat gizi menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian yang sama dengan hari biasa namun waktu makan yang terbatas.

Susu akan mendukung pemenuhan kebutuhan protein, vitamin, mineral dan cairan yang cenderung sulit dipenuhi utamanya pada waktu makan yang terbatas seperti saat bulan puasa.

Susu juga mudah dikonsumsi baik dalam bentuk langsung, maupun menjadi bagian dari makan utama, misalnya sebagai bahan pelengkap konsumsi oatmeal.

Lalu, haruskah susu dikonsumsi saat berbuka dan sahur?

Meskipun susu memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat untuk mendukung lancarnya puasa, namun perlu diingat bahwa konsumsi susu sebaiknya tidak boleh berlebihan. Hal ini mengingat beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

1. Susu memiliki kandungan lemak

Susu seperti halnya makanan protein hewani lainnya juga memiliki kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak yang ada pada susu merupakan kandungan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

susu-doktersehat

Source: Mother Jones

Untuk menghindari hal tersebut, konsumsi susu rendah lemak atau susu nabati bisa jadi alternatif yang cukup baik jika Anda tetap memilih susu saat berbuka dan sahur.

doktersehat-susu-kedelai

2. Susu rentan menyebabkan alergi atau intoleransi

Sudah menjadi rahasia umum jika susu menjadi salah satu makanan berprotein yang kerap menyebabkan terjadinya intoleransi makanan.

Hal ini menjadi harus diperhatikan mengingat bisa jadi konsumsi susu saat puasa menyebabkan berbagai reaksi pada pencernaan, yang lebih sensitif selama bulan puasa, jika dikonsumsi berlebihan.

doktersehat-khasiat-susu-kambing-untuk-kulit

Photo Credit: Pexels.com

Sehingga, konsumsi susu sebaiknya tidak berlebihan. Perlu diingat bahwa konsumsi makanan protein hewani untuk orang dewasa Indonesia adalah sebesar 3-4 porsi dalam sehari, yang termasuk lauk hewani saat mengonsumsi makanan utama, misalnya daging, telur, ikan, atau susu yang Anda konsumsi.

3. Pertimbangkan konsumsi makanan pengganti susu

Selalu disebutkan bahwa pola makan yang sehat adalah pola makan yang seimbang dan bervariasi. Hal inilah yang mendasari perubahan pedoman pola makan sehat Indonesia menjadi gizi seimbang.

Dengan begitu, kita haruslah bisa mengonsumsi berbagai bahan makanan dengan gizi yang seimbang dan konsumsi makanan yang bervariasi. Hal ini juga harus bisa kita terapkan pada konsumsi susu yang bisa divariasikan dengan bahan makanan yang kandungan kalsiumnya sama tinggi yaitu ikan teri, ikan segar dan sayur brokoli.

manfaat-ikan-teri-doktersehat

Photo Credit: flickr/ John Lodder

Dengan konsumsi makanan kaya protein dan kalsium yang beragam, maka asupan gizi dalam tubuh juga lebih beragam ketimbang hanya dari konsumsi susu saja, bukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi