Terbit: 31 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Belakangan ini istilah daya tahan ubuh cukup populer dibahas warganet Tanah Air. Hal ini disebabkan oleh merebaknya virus corona dari Tiongkok yang telah menyebar ke berbagai negara. Daya tahan tubuh yang kuat disebut-sebut bisa mencegah datangnya masalah kesehatan ini. Hanya saja, jika kita sedang sakit atau kurang fit, apakah konsumsi suplemen yang bisa menjaga daya tahan tubuh bisa membuat kita lebih cepat sembuh?

Perlukah Kita Minum Suplemen Saat Sedang Sakit?

Dampak Minum Suplemen Saat Sakit

Kita seringkali baru minum suplemen saat kondisi tubuh mulai menurun atau mulai merasakan gejala seperti akan jatuh sakit. Keberadaan suplemen atau vitamin ini dianggap bisa membantu meningkatkan kembali kekuatan daya tahan tubuh. Diharapkan, hal ini membuat tubuh kembali sehat dan kita pun tidak akan jatuh sakit.

Hanya saja, ada juga orang yang menganggap konsumsi suplemen saat sakit bisa membuat kita lebih cepat sembuh. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa semakin kuat daya tahan tubuh, semakin cepat pula penyakit bisa segera diberantas. Apakah kabar ini memang benar?

Pakar kesehatan menyebut kandungan yang bisa ditemukan di dalam suplemen seperti vitamin C, seng, dan mineral lainnya ternyata bisa memberikan manfaat bagi tubuh kita. Hal ini berarti, ijika kita mengonsumsinya saat sedang sakit, tetap bisa membuat proses pemulihan berlangsung dengan lebih baik. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Cochrane Database of Systematic Reviews pada 2013 lalu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa jika kita sedang sakit seperti flu, maka konsumsi suplemen seperti vitamin C bisa membantu meredakan gejalanya. Memang, vitamin C tidak serta merta menyembuhkan penyakit ini, namun keberadaannya memang bisa membuat sistem kekebalan tubuh menguat sehingga bibit penyakit pun bisa dilawan dan kita pun bisa sembuh dengan lebih cepat.

Penelitian lain yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of the Royal Society of Medicine mengungkap fakta bahwa keberadaan mineral seperti seng di dalam multivitamin juga bisa membantu kita lebih cepat sembuh saat terserang flu. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat gejala masalah kesehatan ini berlangsung dengan lebih singkat.

Haruskah Minum Suplemen atau Multivitamin Setiap Hari?

Meskipun memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan, pakar kesehatan ternyata tidak merekomendasikan konsumsi suplemen setiap hari atau dalam jangka panjang, lho. Jika kita melakukannya, bisa jadi tubuh akan mengalami gejala berupa kekebalan pada antibiotik.

Sebagian besar produk suplemen atau multivitamin yang ada di pasaran tinggi kandungan vitamin A, vitamn C, kalsium, hingga zat besi. Meski bisa memberikan banyak manfaat, dalam realitanya kebiasaan mengonsumsinya dalam jangka panjang atau terlalu banyak bisa memicu gejala seperti kram perut, mual-mual, atau bahan diare. Selain itu jika kita mengonsumsi selenium terlalu banyak, bisa jadi akan memicu gangguan pencernaan, kelelahan, hingga kerontokan rambut.

Penelitian yang dilakukan Johanna Dwyer dari National Institutes of Health’s Office of Dietary juga menghasilkan fakta mengejutkan tentang konsumsi suplemen atau multivitamin dengan berlebihan, khususnya yang memiliki kandungan vitamin D, asam folat, dan kalsium tinggi. Jika kita melakukannya, bisa jadi akan meningkatkan risiko masalah pada jantung.

Multivitamin Sebaiknya Hanya Dikonsumsi Sebagai Pelengkap

Alih-alih menjadikannya sumber nutrisi utama, pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk mengonsumsi multivitamin atau suplemen sebagai pelengkap saja. Kita lebih disarankan mencukupi asupan makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, sumber protein, dan lain-lain. Hal ini jauh lebih aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

 

Sumber

  1. Collins, Clare. 2018. Should I take vitamin C or other supplements for my cold?. https://medicalxpress.com/news/2018-08-vitamin-supplements-cold.html. (Diakses pada 31 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi