Minum Kopi Panas Bisa Picu Kanker?

minum-kopi-doktersehat.jpg
Photo Source: Flickr/bradleypjohnson

DokterSehat.Com– Kebanyakan orang menganggap kopi panas sebagai minuman yang jauh lebih nikmat dibandingkan dengan kopi yang berada dalam suhu yang lebih dingin. Dengan menikmatinya saat masih panas, kita bisa menikmati cita rasanya dengan maksimal. Sayangnya, Organisasi Kesehatan Dunia PBB justru menyebut kopi panas atau teh panas bisa menyebabkan datangnya kanker.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh IARC, disebutkan bahwa minuman yang dipanaskan hingga suhu lebih dari 65 derajat Celcius cenderung mampu menyebabkan peningkatan risiko kanker esophagus. Masalahnya adalah, kanker esophagus sangat mematikan dan tidak memberikan gejala yang jelas hingga kondisinya sudah terlanjur sangat parah dan sulit untuk diobati.

Direktur IARC, dr. Christopher Wild menyebutkan bahwa hasil penelitian yang ia lakukan telah membuktikan bahwa minuman yang masih berada dalam kondisi panas memang bisa menyebabkan kanker esophagus. Dr. Wild juga menekankan bahwa efek ini lebih dipengaruhi oleh faktor suhu minuman, bukannya jenis minuman yang dikonsumsi. Hal ini berarti, bukan kopi atau teh yang mendatangkan kanker, melainkan suhu dari minuman tersebut.

Dr. Wild juga membantah keras sebuah pendapat yang muncul pada 1991 silam tentang kopi yang dituding menjadi pemicu kanker kandung kemih. Menurut dr. Wild, tidak ada bukti yang jelas bahwa kopi memiliki efek karsinogenik. Bahkan, kopi justru bisa menurunkan risiko kanker payudara pada kaum hawa dan kanker prostat pada kaum pria. Meskipun begitu, kopi yang diminum sebaiknya sudah dalam suhu yang lebih rendah, yakni hangat atau dijadikan minuman dingin agar lebih aman.

Pakar kesehatan lainnya, Dana Loomis juga mengungkap fakta yang serupa. Menurut ahli kanker ini, minuman panas yang dikonsumsi secara teratur memang bisa memberikan efek yang jauh lebih buruk dari yang kita duga.

“Hal ini sama sekali tidak bergantung pada jenis minuman yang dikonsumsi. Suhu yang lebih menentukan risiko kanker,” ungkap Loomis.

Sementara itu, dr. Rachel Thompson dari World Cancer Research Fund menyebutkan bahwa hal ini tidak berarti kita tak lagi bisa menikmati minuman panas. Asalkan kita menunggunya beberapa menit setelah diseduh sehingga suhunya menjadi lebih hangat dan nyaman untuk bibir atau lidah, minuman ini sudah aman untuk dikonsumsi.