Terbit: 29 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Belakangan ini di media sosial sedang viral tren minum boba tea atau bubble tea sebanyak 5 liter. Bahkan, hal ini seperti menjadi tantangan tersendiri karena tentu minum minuman dengan rasa yang manis ini dalam satu waktu sulit untuk dilakukan. Masalahnya adalah meskipun rasa dari boba tea ini cukup nikmat, mengonsumsinya sebanyak 5 liter dalam satu waktu bisa memberikan dampak kesehatan tersendiri.

Bahaya Trend Minum 5 Liter Boba Challenge bagi Kesehatan

Bahaya Minum Boba Tea 5 Liter

Beberapa Youtuber atau Influencer sudah mengunggah video yang menunjukkan bahwa mereka mengikuti tantangan meminum 5 liter boba tea ini. Ada sebagian warganet yang tertarik untuk mengikuti trend ini, namun banyak pula yang menganggap tindakan ini cukup konyol. Dalam realitanya, ternyata masih ada banyak warganet yang menyebut tantangan ini bisa membahayakan kesehatan.

Pakar kesehatan yang juga merupakan selebtwit dr. Gia Pratama di akun @GiaPratamaMD menyebut kebiasaan minum boba tea dalam jumlah banyak atau terlalu sering bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalori dan gula di dalamnya yang sangat tinggi.

Gia menyebut darah di dalam tubuh manusia hanya sekitar 5 liter. Wajarnya, di dalam darah sebanyak ini hanya memiliki kandungan gula darah sebanyak 5 gram. Jika kita kemudian mengonsumsi boba tea yang tinggi kandungan gula ini sebanyak 5 liter, maka tentu akan membuat kadar gula darah naik drastis. Hal inilah yang dikhawatirkan bisa memicu diabetes.

Jika kita tetap nekat mengonsumsinya, maka pankreas akan bekerja dengan sangat keras demi memproduksi insulin, hormon yang mengolah gula darah menjadi energi. Masalahnya adalah pankreas yang bekerja terlalu keras akan mudah rusak. Hal ini tentu akan membuat produksi insulin berkurang dan akhirnya bisa berimbas pada kadar gula darah yang terus tinggi. Dampaknya juga akan sama saja, yakni menyebabkan diabetes.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Selain itu, konsumsi minuman manis tinggi gula juga terbukti bisa memicu peningkatan berat badan atau membuat bakteri berkembang biak dengan lebih cepat. Jika hal ini terjadi, maka kita pun akan lebih rentan mengalami peningkatan berat badan hingga risiko terkena gagal ginjal atau penyakit jantung.

Gia pun sama sekali tidak menyarankan kita untuk minum boba tea sebanyak 5 liter. Bahkan, sebaiknya kita membatasi konsumsi minuman ini demi menjaga kondisi kesehatan tubuh.

Bahaya Minuman Manis bagi Kesehatan

Selain bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan risiko diabetes, pakar kesehatan menyebut ada bahaya lain dari kebiasaan minum boba tea.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Meningkatkan Risiko Terkena Serangan Jantung

Penelitian di Harvard University membuktikan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi sekaleng minuman manis setiap hari mengalami peningkatan risiko terkena serangan jantung hingga 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang jarang meminumnya.

  1. Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas

Penelitian yang dilakukan di 2010 di University of Minnesota menghasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi minuman manis dua kali saja dalam sepekan sudah cukup untuk meningkatkan risiko terkena kanker pankreas hingga dua kali lebih besar.

  1. Memicu Asam Urat

Tak hanya makanan tinggi purin, rutin mengonsumsi minuman manis sekaleng saja per hari sudah bisa meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat hngga 75 persen.

  1. Merusak Gigi

Sudah menjadi rahasia umum jika sering mengonsumsi minuman tinggi gula akan membuat perkembangan bakteri di dalam mulut meningkat. Dampaknya bisa memicu masalah gigi berlubang atau keropos.

  1. Membuat Otot Lemah

Remaja yang hobi mengonsumsi minuman manis cenderung lebih rentan mengalami masalah otot lemah atau kerusakan dan patah tulang.

 

Sumber

  1. Adreena, Iylia. 2019. The Alley Is Running A 5-Litre Boba Tea Challenge So You Can Get Diabetes Faster. https://www.rojakdaily.com/lifestyle/article/7918/the-alley-is-running-a-5-litre-boba-tea-challenge-so-you-can-get-diabetes-faster (Diakses pada 29 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi