Terbit: 15 Juni 2020 | Diperbarui: 18 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Mimisan atau juga disebut epistaxis adalah kondisi yang umum terjadi, setiap orang setidaknya mengalami satu kali. Meski sering kali gejala ringan, namun terkadang bisa menjadi serius. Ketahui informasi lengkap tentang definisi epistaxis, gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahan.

Mimisan (Epistaxis): Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll

Apa Itu Mimisan?

Mimisan adalah pendarahan di bagian dalam hidung yang diakibatkan oleh berbagai sebab. Pendarahan pada hidung biasa terjadi pada orang dewasa dan mimisan pada anak-anak antara usia 3 sampai 10 tahun.

Keberadaan hidung di tengah wajah dan sebagian besar pembuluh darah di dekat dengan permukaan lapisan hidung mudah berdarah yang menjadikannya rentan cedera dan hidung berdarah.

Ciri dan Gejala Mimisan

Sebagian besar hidung berdarah tidak serius dan akan berhenti dengan sendirinya atau dengan melakukan perawatan secara mandiri di rumah.

Berikut ini gejala utama dari mimisan:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
  • Keluar darah dari hidung di satu atau kedua lubang hidung, namun biasanya hanya di satu lubang.
  • Jika sedang berbaring, sensasi cairan terasa mengalir di bagian belakang tenggorokan.
  • Sering merasa ingin menelan.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Gejala mimisan yang tergolong parah harus segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis, di antaranya:

  • Pendarahan berat atau keluar darah yang lebih banyak.
  • Hidung berdarah akibat cedera, seperti kecelakaan kendaraan.
  • Hidung berdarah berlangsung lebih dari 30 menit.
  • Mimisan pada anak di bawah usia 2 tahun.
  • Banyak darah tertelan yang menyebabkan muntah.
  • Hidung berdarah secara teratur.
  • Memiliki gejala anemia, seperti detak jantung yang lebih cepat (jantung berdebar), sesak napas, dan kulit pucat.
  • Minum obat pengencer darah, seperti warfarin.
  • Memiliki kondisi darah yang tidak dapat membeku dengan benar, seperti hemophilia.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Memiliki keluhan hidung tersumbat sejak lama atau merasakan bau busuk pada hidung.

Penyebab Mimisan

Mimisan adalah kondisi yang biasanya disebabkan oleh udara kering, misalnya berada di tempat dengan iklim kering atau berada di ruangan yang menggunakan sistem pemanas yang dapat mengeringkan selaput hidung.

Kekeringan dapat menyebabkan kerak di dalam hidung yang menyebabkan terasa gatal atau teriritasi. Jika hidung dikorek akan menyebabkan selaput berdarah.

Menggunakan antihistamin dan dekongestan untuk alergi, pilek, atau sinus dapat mengeringkan selaput hidung dan menyebabkan hidung berdarah. Hidung yang sering terkena angin juga menjadi penyebab mimisan lainnya.

Faktor Risiko Mimisan

Selain penyebab di atas, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan seseorang mangalami hidung berdarah, di antaranya:

  • Cedera pada hidung
  • Benda asing tersangkut di hidung
  • Membuang ingus terlalu kencang
  • Bersin berulang
  • Reaksi alergi
  • Iritasi kimia
  • Mengupil hidung
  • Udara dingin
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Penggunaan aspirin, warfarin dosis tinggi atau jangka panjang.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Gangguan fungsi pembekuan darah.
  • Kanker pada rongga hidung (angiofibroma, ca sinonasal atau ca nasofaring)

Baca Juga: 9 Penyebab Mimisan saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Diagnosis Mimisan

Awalnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan penyebabnya. Dokter akan memeriksa hidung untuk memastikan apakah ada tanda-tanda benda asing. Dokter juga akan bertanya tentang riwayat medis dan obat-obatan yang sedang digunakan.

Beri tahu dokter jika memiliki gejala mimisan lainnya yang sedang dialami dan cedera baru-baru ini. Tidak ada tes utama untuk menentukan penyebab mimisan. Namun, dokter mungkin akan menggunakan tes diagnostik untuk menemukan penyebabnya.

Berikut beberapa tes untuk mendiagnosis mimisan:

  • Complete blood count (CBC) atau hitung darah lengkap, merupakan tes darah untuk memeriksa gangguan darah.
  • Partial thromboplastin time (PTT), merupakan tes darah yang memeriksa berapa lama darah membeku.
  • Computed tomography (CT) scan hidung.
  • Endoskopi hidung.
  • Rontgen kepala (pada kasus trauma).

Jenis Mimisan

Mimisan terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai anterior atau posterior.

1. Mimisan Anterior

Jenis yang pertama merupakan perdarahan dari sekat atau dinding pemisah kedua lubang hidung (septum). Bagian hidung ini memiliki banyak pembuluh darah halus. Anterior biasanya mimisan pada anak dan bisa dirawat secara mandiri di rumah.

2. Mimisan Posterior

Jenis yang kedua adalah perdarahan berasal jauh ke belakang hidung dan lebih tinggi di mana cabang arteri menyuplai darah ke hidung. Inilah alasan mengapa perdarahan lebih berat.

Posterior sering terjadi pada orang dewasa dan biasanya lebih serius, sehingga harus memerlukan perawatan medis.

Cara Mengatasi Mimisan

Hidung berdarah yang tergolong ringan dapat dirawat secara mandiri di rumah. Perawatan biasanya untuk menghentikan pendarahan yang keluar dari hidung. Sedangkan kondisi yang berat harus mendapatkan pertolongan medis.

1. Perawatan di Rumah

Berikut ini adalah sejumlah cara menghentikan mimisan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah:

  • Duduk atau berdiri tegak dan jangan berbaring.
  • Jepit hidung selama 10 sampai 15 menit dan bernapaslah melalui mulut.
  • Condongkan tubuh ke depan untuk mencegah darah mengalir ke sinus dan tenggorokan, yang dapat mengakibatkan tertelan atau tersedak.
  • Duduk tegak untuk mengurangi tekanan darah dan memperlambat pendarahan lebih lanjut.
  • Berikan tekanan pada hidung, condongkan tubuh ke depan, dan duduk tegak selama minimal 5 sampai 20 menit, sehingga darah membeku. Jika perdarahan lebih dari 20 menit, segera dapatkan perawatan medis.
  • Menggunakan kompres es ke hidung dan pipi, kompres dingin dapat membantu pembuluh darah untuk mengerut (vasokonstriksi).
  • Sebaiknya dapatkan perawatan medis jika sering mengalami hidung berdarah (kemungkinan indikasi masalah yang mendasarinya), mengalami cedera pada kepala, atau menggunakan antikoagulan (obat pengencer darah) dan perdarahan tidak kunjung berhenti.

2. Perawatan secara Medis

Jika dokter menduga ada penyebab yang mendasarinya, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), anemia, atau patah tulang hidung, dokter akan melakukan tes lebih lanjut, termasuk memeriksa tekanan darah dan denyut nadi, atau mungkin juga menggunakan X-ray sebelum menyarankan pilihan perawatan yang sesuai lainnya.

Berikut ini beberapa pilihan cara mengatasi mimisan:

  • Tampon hidung. Hidung disumbat menggunakan kain kasa atau spons hidung untuk memberikan tekanan pada sumber perdarahan. Ini merupakan salah satu cara menghentikan mimisan.
  • Cauterization. Pengobatan medis ini dapat menghentikan hidung berdarah yang sering atau persisten. Prosedur pengobatan dilakukan dengan membakar pembuluh darah di hidung menggunakan alat pemanas atau perak nitrat (senyawa untuk menghilangkan jaringan).
  • Operasi septum. Prosedur operasi ini untuk meluruskan septum bengkok (dinding antara dua saluran hidung) agar mengurangi risiko hidung berdarah. Septum bengkok kemungkinan terbentuk sejak lahir atau karena cedera.
  • Ligasi. Prosedur operasi ini adalah jalan terakhir dengan memberi pengikatan ujung pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan.

Komplikasi Mimisan

Jika mimisan atau epistaxis yang berat dibiarkan tanpa mendapatkan perawatan yang tepat, kemungkinan akan menyebabkan komplikasi berikut:

  • Perdarahan masif. Jika epistaxis disebabkan karena penyebab tertentu semisal hipertensi, penggunaan aspirin atau warfarin, atau tomor/kanker rongga hidung maka dapat berpotensi menjadi perdarahan yang hebat dan sukar berhenti. Jika mengalami kondisi ini sebaiknya segera ke UGD terdekat.
  • Syok hemoragik. Dalam kasus setelah trauma wajah atau operasi, hidung berdarah dapat menyebabkan syok hemoragik (kehabisan darah) yang berakibat fatal.
  • Epistaxis berulang: Hidung berdarah karena penyebab gangguan sistemik dapat berulang dan menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Anemia: Epistaxis kronis sering dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan anemia karena kehilangan darah.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Mimisan yang Wajib Anda Tahu

Pencegahan Mimisan

Guna mencegah hidung berdarah, hindari sejumlah penyebab mimisan berikut ini:

  • Hindari mengorek hidung atau mengupil.
  • Oleskan salep pelumas, seperti petroleum jelly di dalam hidung, terutama pada anak-anak yang paling sering mengalaminya karena pengerasan kulit di dalam lubang hidung. Oleskan obat mimisan alami ini terutama ketika musim panas.
  • Hindari membuang ingus terlalu kencang atau terlalu sering.
  • Menggunakan pelembap udara ruangan (humidifier) ketika cuaca panas untuk mencegah selaput kering di dalam lubang hidung.
  • Hindari aktivitas berat selama minimal satu minggu setelah mengalami hidung berdarah.
  • Kendalikan tekanan darah dengan obat antihipertensi.
  • Jika menggunakan obat warfarin perlu secara berkala memeriksa fungsi pembekuan darah (PPT dan APTT).

 

  1. Anonim. 2017. Nosebleed. https://www.nhs.uk/conditions/nosebleed/. (Diakses pada 15 Juni 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Epistaxis. Complications.https://www.welcomecure.com/diseases/epistaxis/complications. (Diakses pada 15 Juni 2020)
  3. Anonim. 2012. Nosebleeds. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/nosebleeds. (Diakses pada 15 Juni 2020)
  4. Anonim. 2019. Osebleed (Epistaxis). https://www.drugs.com/health-guide/nosebleed-epistaxis.html. (Diakses pada 15 Juni 2020)
  5. Gillott, Caroline. 2017. Why nosebleeds start and how to stop them. https://www.medicalnewstoday.com/articles/164823#treatment. (Diakses pada 15 Juni 2020)
  6. Higuera, Valencia. 2019. What Causes Nosebleeds and How to Treat Them. https://www.healthline.com/health/nosebleed. (Diakses pada 15 Juni 2020)
  7. Mayo Clinic Staff. 0218. Nosebleeds. https://www.mayoclinic.org/symptoms/nosebleeds/basics/definition/sym-20050914. (Diakses pada 15 Juni 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi